home news guestbook contact
Senin, 11 Desember 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  GALERI VIDEO  

Deskripsi Video :
KETAPANG –Mengatasi kabut asap yang terjadi, pemerintah daerah melakukan berbagai upaya memadamkan lahan yang terbakar di sejumlah tempat. Selain pemadaman langsung, maka dilakukan juga usaha dengan menggunakan water booming. Begitu juga upaya doa bersama seluruh komponen masyarakat. Salah satunya melakukan sholat Istisqo’ (Memohon hujan) kepada Allah SWT.

Imbauan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Ketapang untuk melakukan sholat Istisqo pada hari Sabtu (19/9) pukul 08.00 WIB di lapangan Tanjungpura, dihadiri oleh ribuan Jemaah di Kota Ketapang. Ramainya warga Kota Ketapang yang berdatangan untuk melakukan sholat Istisqo, pihak keamanan seperti kepolisian, TNI-AD dan lain-lain mengamankan lapangan Tanjungura berikut pengaturan lalu lintas. Pelaksanaan sholat berjamaah berlangsung hikmat.
Dalam Sholat Istisgo’ tersebut bertindak sebagai imam adalah Habib Syarif Yusuf Mahmud, dan khatib adalah Drs H.Faisal Ma’sum, Ketua MUI Ketapang. Sebelum sholat dilakukan, maka disampaikan kepada jamaah tata cara melakukan sholat meminta hujan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sholat berjamaah dan selanjutnya khotbah.
Drs H.Faisal Ma’sum yang bertindak sebagai khatib menngajak para jamaah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya, dan Rasul-Nya serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya. Disebutkan, musibah demua musibah datang silih berganti, terkadang berupa kemarau panjang, kebakaran dan lain-lain. Namun, sangat disayangkan manusia memandang hal tersebut dengan sebelah mata. Mereka mengira musibah itu hanyalah bencana alam biasa, sehingga terlintas dibenak mereka hanya kata-kata cara mengatasi musibaj dengan membuat ini tau itu dan sebagainya.
Allah SWT menurunkan musibah dan Dia-lah pula yang Maha Bijaksana, Al-Hakiim yang memberikan jalan keluar dari musibah tersebut.Dalam Al-Qur’an Allah berfirman, yang artinya “ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al’raaf: 96).
Dilanjutkan oleh khatib, Jelas sekalu, jika suatu negeri ingin diberikan keberkahan, hujannya menumbuhkan tanaman dan menyuburkan tanah, kampungnya menjadi tempat tinggal yang nyaman, aman dan tentram, jalan keluarnya adalah Taqwa; mengerjakan perintah Allah yang selama ini ditinggalkan dan menjauhi larangan Allah yang selama ini dikerjakan. Maka kewajiban kita ketika musibah datang adalah dengan meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya, tunduk kepada-Nya dan meminta keselamatan kepada-Nya, serta memperbanyak istiqhfar, Allah SWT, berfirman: Dan tidaklah Allah mengazab mereka sedangkan mereka meminta ampun (QS.Al Amfal: 33).
Ketika musibah datng menimpa, sikap dan pandangan yang selayaknya dimiliki seorang muslim adalah:musibah yang menimpanya adalah karena dosa-dosanya dan Allah memaafkan sebagian besarnya. Kewajiban kita ketika terjadi bencana ini adalah segera beristiqhfar dan bertaubat kepada Allah SWT.
Sesunguhnya sangat disayangkan sebagian orang menghadapi musibah ini dengan perbuatan-perbuatan yang sebenarnya mendatangkan musibah baru, seperti syirik (baik syirik dalam rububiyah maupun ilahiyah) dan maksiat. Dalam musibah terdapat peringatan bagi kita agar waspada perbuatan maksiat. Oleh karena itu, seharusnya musibah itu membekas di hati seseorang muslim, menjadikan kita ingat kepada Allah, menghidupkan hati kita, dan menyadarkan kita terhadap kelalaian.
Hendaknya diingat bahwa musibah bagi seorang muslim itu menghapuskan dosa-dosanya. Rasulullah SAW, bersabda:“Tidaklah seseorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kesedihan dan kegelisahan, bahkan dari yang mengenainya, kecuali Allah akan menghapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR.Buchari).
Perlu diketahui, bahwa pada bencana tersebut terdapat bukti yang jelas akan keagungan Allah dan lemahnya orang-orang yang menyombongkan diri.“Adapun kaum “Aad, mereka menyombongkan diri dimuka bumi, tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?’ dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah besar kekuatan-Nya daripada mereka,” (QS.Fushshilat; 15).
Bagaimana tidak terdapat terdapat bukti yang jelas akan kekuasaan Allah dan lemahnya orang yang menyombongkan diri, hanya ditimpakan musibah ringan saja manusia sudah merasakan beratnya menanggung musibah itu, ini baru musibah biasa, maka bagaimanakah bila musibah hari kiamat? Tidak berlalu umat-umat terdahulu, ketika kekufuran dan kemaksiatan merajalela, Allah Mengazab mereka.
Maka masing-masing kami siksa disebabkan dosanya, diantara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang menguntur (Halilintar), dan diantara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS.Al Ankabut: 40).
“Maka siapakah yang mengambil pelajaran, Dalam hal ini, semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang mengambil pelajaran dari apa yang telah menimpa orang lain dan bukan orang yang menjadikan pelajaran bagi orang lain,” katanya dalam khutbah pada saat sholat Istisqo, Sabtu (19/9). @


Bupati Ketapang berharap melalui kegiatan pengukuhan Paskibraka, kita dapat mengenang kembali tekad pemuda Indonesia tahun 1945. Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk terbanyak,bangsa Indonesia mempunyai potensi yang sangat bvesar berkaitan dengan pengelolaan serta peningatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Ia mencontohkan seperti adik-adik calon paskibraka tingkat Kabupaten Ketapang saat ini mempunya peranan yang cukup penting dalam rangka pembangunan kedepan yang menentukan kondisi dan nasib bangsa ini."Untuk itu pesan saya kepada adik-adik sekalian sebagai generasi penerus dan sebagai calon pemimpin bangsa pada dimasa yang akan datang agar mempersialtpkan diri untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa," tegas Bupati Ketapang melalui Asisten I Setda ketapang.
Sejalan dengan harapan tersebut, serta tuntutan persaingan dalam era globalisasi, ia mengingatkan para pemuda dituntut untuk selalu siap bersaing dengan meningkatkan kualitas diri melalui peningatan semangat belajar, kreatifitas, pola pikir, disiplin serta iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha esa. Partisipasi itu dilakukan melalui pandangan-pandangan yang visioner serta kedewasaam berpikir, agenda reformasi yang yang dijalankan saat ini akan terwujud sehingga akan terwujud pula masyarakat Kabupaten Ketapang yang madani di masa yang akan datang. Atas nama pemerintah daerah, ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu segala persiapan dan kesiapan pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia kabupaten Ketapang tahun 2015. Dengan memohon perlindungan dan Tuhan yang Maha Esa, ia mengharapkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 70 dapat bermanfaat bagi kemaslahatan Bangsa dan Negara."Maju Terus Pemuda Indonesia”, ucapnya.@' border='1'>
 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007