home news guestbook contact
Rabu, 26 September 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

*Al Yan Sukanda Wafat, Ketapang Kembali Kehilangan Tokoh Budaya, dan Lingkungan

Pengirim : andy Candra
Tanggal : 16 October 2011, 11:10 am


Masyarakat Kabupaten Ketapang kembali kehilangan seorang budayawan dan pencinta lingkungan. Sosok Alexander Yan Sukanda, wafat pada Jum’at (14/10) pagi secara mendadak dalam usia 47 tahun di kediamannya. Dari kediaman jenazah dibawa ke RS Fatima dan kemudian disemayamkan di Balai Duka. Selain keluarga dan kenalan, tampak Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si dan Ny.Riniwati Henrikus juga melayat. Dari sejumlah sumber ketika di RS Fatima, kepergian Yan Sukanda diduga karena serangan jantung.

Kepergian Yan Sukanda tak hanya meninggalkan kesedihan mendalam pada keluarga yang ditinggal. Para siswa SMA Santo Petrus yang selama ini dididiknya diselimuti kesedihan. Begitu jenazah akan diantar ke balai duka yayasan, para siswa spontan menyanyikan “pahlawan tanpa jasa”. Begitu juga para aktivis pencinta lingkungan. Linangan air mata mengiringi kepergian sang pencinta lingkungan itu. Selain para aktivis yang tergabung di Yayasan Palung, tampak anggota Kawan Burung Ketapang (KBK) juga bersedih.
Begitu juga para budayawan yang di Ketapang. Mereka duka atas kepergian Yan Sukanda pada usia yang relatif muda. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, Yudo Sudarto SP, M.Si dan jajarannya juga ikut melayat di balai duka. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, sosok Yan Sukanda memang selama ini mengabdikan dirinya pada kebudayaan Dayak. Selain konsen pada masalah kebudayaan, ia juga dikenal aktif menulis buku kebudayaan. Ia juga dikenal sering tampil dalam seminar kebudayaan tingkat nasional bahkan luar negeri. “Ia aktif menulis buku kebudayaan, bahkan ia pernah mendapatkan perhargaan dari pemerintah RI dalam bidang kebudayaan,” kata Yudo Sudarto SP, M.Si.
Sosok Alexander Yan Sukanda diketahui lahir di Ketapang pada 3 April 1964.Ia menempuh pendidikan dasar sehingga lanjutan atas di kota kelahiran. Mendalami pendidikan musik di Jurusan Musik (dahulu AMI= Akademi Musik Indonesia) Fakultas Seni Pertunjukan (dahulu Fakultas Kesenian) Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dari tahun 1986 sampai dengan 1994. Kembali ke kampung halaman, menjadi aktivis kebudayaan dan lingkungan hidup, menekuni dunia pendidikan anak dalam bidang seni, mendamping para remaja dalam kegiatan musik tradisional dan paduan suara. Menjadi ketua harian Yayasan WARISAN (Wadah Riset dan Informasi Kebudayaan) yang bergerak dalam bidang pendokumentasian kebudayaan. Ia menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2007 dari Pemerintah Republik Indonesia, yang diserahkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir. Jero Wacik di Teater Ramayana Candi Prambanan, Yogyakarta, 6 November 2007. Alxander Yan Sukanda menikah dengan Theresia Novita, seorang guru Taman Kanak-kanak, berasal dari Bika’ Nazareth, Putussibau, Kapuas Hulu. Dikarunia dua anak perempuan bernama Jane Gita Maria lahir pada tanggal 29 Januari 2002 dan Rosalia Gemma Davina lahir pada tanggal 14 Mei 2008. (***)

Andy Candra, staf Humas Setda Ketapang

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007