home news guestbook contact
Senin, 27 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Selamatkan Satwa Langka, Bupati Diskusi Dengan NGO

Pengirim : andy candra
Tanggal : 20 June 2011, 2:39 pm


BUPATI Ketapang, Drs Henrikus M.Si merespon positip masukan dan saran yang disampaikan aktivitis NGO (non Government Organisation) dalam diskusi yang dilakukan di ruangan Bupati Ketapang, Senin (20/6). Menurut Bupati Ketapang, penyelamatan orangutan atau satwa dilindungi perlu ditingkatkan. Langkah melindungi orangutan tersebut perlu dilakukan secara bersama, baik oleh pemerintah, NGO maupun masyarakat.




“Mari kita bekerjasama membangun Ketapang,” kata Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si didampingi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Ketapang.
Dalam diskusi yang dilakukan di ruangan Bupati Ketapang tersebut dihadiri Yayasan Palung, International Animal Rescue, Fauna and Flora International, Yayasan warisan, Yayasan ASRI, dan media local seperti Pontianak Post, Tribun Pontianak, Equator dan Media Kalbar. Lebih lanjut dikatakan Bupati bahwa dalam membangun daerah ini lebih baik, dirinya tetap komitmen. Karena itu, ia mengharapkan NGO tak hanya sekedar mengkritik, akan tetapi juga memberikan solusi. Karena itu adanya diskusi yang dilakukan di ruangan kerjanya tidak hanya dilakukan satu kali saja. Tetapi, setiap kali ada temuan atau kasus hendaknya segera dikoordinasikan.
Ia menyebutkan, pihaknya sangat terbuka untuk dilakukan diskusi dalam upaya membangun Ketapang ini lebih baik. Begitu juga dengan penyelamatan lingkungan, ia mengharapkan dapat lebih dilakukan dengan tindakan yang bersifat persuasive dan dilakukan sosialisasi secara terus menerus ke masyarakat.
Mengapa sosialisasi perlu dilakukan secara terus menerus? Menurut Henrikus memberikan pemahaman dan sosialisasi tersebut hendaknya dilakukan sejak dini. Mulai dari sekolah, pemukiman dan lain-lain. Karena itu, dalam memberikan sosialisasi hendaknya juga dilakukan dengan program yang aplikatif seperti menggunakan audio visual dan lain-lain. Demikian juga memberikan pemahaman kepada masyarakat yang jauh dari informasi dan tak berpendidikan. Pemerintah daerah akan tetap memberikan dukungan. Bupati Ketapang menyarankan dalam kebersamaan pemerintah daerah dengan NGO dalam penyelamatan lingkungan tersebut dilakukan dalam program seperti pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Sebab, dengan metode ekonomi kerakyatan, maka dapat dialihkan upaya perburuan terhadap orangutan. Misalnya, mereka yang mengkonsumsi daging dapat memenuhi kebutuhan dari, sapi, kambing, itik, ayam, babi dan lain-lain. Begitu juga dengan aktifitas mengelola lahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jika masyarakat sudah sejahtera, maka dapat menghindarkan mereka dari bekerja disektor illegal logging. Sebab, menurut Bupati Ketapang, akibat keterbatasan ekonomi masyarakat juga membuat mereka melakukan pengrusakan hutan untuk memenuhi kebutuhannya. Sementara bekerja di sektor perkayuan, hasilnya tidak ada. Hutan menjadi rusak, dan satwa langka menjadi terancam.
Oleh karena itu, metode pemberdayaan masyarakat diharapkannya bisa mengatasi persoalan yang dihadapi di masyarakat. Pada akhirnya juga menyelamatkan lingkungan sehingga tetap lestari. Hutan lestari dan masyarakat sejahtera.***




 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007