home news guestbook contact
Kamis, 30 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Kualitas Iman Yang Baik dan Benar Jadi Filter dan Tameng Yang Kuat

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 18 May 2011, 2:11 pm


Karya evangelisasi atau pewartaan injil di wilayah Keuskupan Ketapang telah berlangsung 100 tahun. Tepatnya tanggal 23 Maret 1911- 23 Maret 2011. Peringatan tersebut ditandai dengan pameran, peresmian Paroki St. Gemma Galgani, misa dan lain-lain. Karya evangelisasi tersebut dihadiri juga Duta Besar Vatikan untuk Indonesia.



Demikian juga sejumlah pejabat teras Kalbar, seperti wakil Bupati Kubu Raya dan lain-lain. Dalam kesempatan tersebut diberikan juga penghargaan pada 23 tokoh, salah satunya J.X.P Rehal tokoh evangelisasi yang telah ikut serta sepenuh hati berdasarkan iman kepada Yesus Kristus menyampaikan kabar gembira keselamatan dalam Yesus Kristus kepada masyarakat Ketapang. Dan, membawa mereka menjadi murid Yesus Kristus serta menerima pembaptisan. Sebanyak 23 tokoh menerima penghargaan. Penghargaan tersebut diterima oleh ahli waris (cucu) J.X.P Rehal, yaitu Drs Henrikus M.Si.
Dalam Perayaan 100 Tahun Evangelisasi di Keuskupan Ketapang, Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH, melalui Bupati Ketapang, Drs Henrikus M.Si atas nama pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pribadi dan keluarga. Saya mengucapkan “Profisiat/selamat” kepada seluruh umat Katolik di wilayah Keusukupan Ketapang, khususnya kepada pimpinan Hirarki Gereja Katolik, Uskup Ketapang, para pastor, bruder, suster dan teristimewa pula 3 orang Diakon baru pada hari yang bersejarah ini,” tegas Drs Henrikus M.Si menyampaikan amanat Gubernur Kalbar.
Ia berharap semoga perayaan ini menjadi sumber anugerah dan inspirasi untuk pembaharuan diri, dan bersama-sama mewartakan karya keselamatan Allah dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana tema yang diangkat perayaan ini “Serentak bersama membangun pembaharuan di Ketapang”.
Gubernur menyampaikan evangelisasi memiliki makna yang luas dan sangat mendalam mengenai sebuah proses. Dimana, melalui Gereja mewartakan kabar gembira Kristus tentang karya keselamatan kepada umat Allah. Disebutkan, dalam sejarah gerakan evangelisasi di wilayah Ketapang (Kab.Ketapang dan Kayong Utara). Kita melihat adanya gerakan yang luar biasa oleh tiga orang bersaudara dari keluarga Tan Ahak, Tan A Ni dan Tan Kau Pu yang telah mengundang Mgr.Pasifikus Bos, OFM.Cap. Ketika itu yang bersangkutan sebagai Prefek Apotolik Pontianak, agar Agama Katolik dapat dikenal oleh masyarakat.
Peristiwa itu menjadi tanda kehadiran Geraja Katolik di wilayah Ketapang. Gubernur Kalbar melalui Bupati Ketapang menilai hal tersebut membawa pesan tentang gerakan pewartaan Injil atau Evangelisasi, yaitu: pertama evangelisasi adalah perbuatan kasih yang mengilhami dan mengubah seluruh tatanan yang lama dan bersifat. Semenara dengan cara memperbaharui diri menuju kehidupan dengan tatanan hidup yang baru dan memiliki karakter hidup Kristiani.
Kedua, gerakan pewartaan ini memperkenalkan iman dan kehidupan Kristiani dengan sikap pertobatan kepada mereka yang telah menerima Kristus atau kepada mereka yang telah berbalik untuk mengikuti Kristus. Ketiga, secara terusmenerus memelihara berkat persatuan dari umat Allah dengan cara memberikan edukasi secara terus menerus di dalam pelayanan iman, pelayanan sabda, sakramen-sakramen dan perbuatan kasih.
Keempat, secara terus menerus mempromosikan misi dengan mengirimkan murid-murid Kristus untuk memberitakan Injil, baik dengan kata-kata maupun perbuatan kepada seluruh dunia, demi keselamatan jiwa-jiwa manusia.
Lebih lanjut ditegaskan gerakan gerakan evangelisasi ini tentunya harus dilakukan secara terus menerus, tidak saja kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Tetapi juga termasuk kepada orang-orang yang telah dibaptis, sehingga mereka terus diperbaharui dengan semangat injil dan terus berkobar unutk menjadi saksi Kristus yang baik, serta menghayati dan melaksanakan iman Katolik dalam kehidupan nyata.
Drs Henrikus M.Si menuturkan tantangan di era globalisasi dewasa ini menuntut Gereja untuk semakin berperan, dan menjadi pihak yang paling depan dalam mengatasi berbagai macam persoalan bangsa, yang kerap muncul dalam kehidupan social masyarakat. “Saya yakin bahwa dengan kualitas iman yang baik dan benar, akan menjadi filter dan tameng yang kuat untuk menghadapi berbagai persoalan, ancaman dan tantangan kehidupan tersebut,” tuturnya.
Peran Gereja untuk menjaga, dan membina generasi muda Orang Muda Katolik (OMK), untuk menghindari dari pengaruh penyalahgunaan obat-obatan terlarang (Narkotika). Disamping itu perlu pula untuk mengoftimalkan pembinaan dan pemberdayaan organisasi Wanita Katolik (WKRI), dan organisasi Masyarakat Katolik lainnya, serta pihak-pihak yang berkaitan erat dengan perkembangan kehidupan gereja.
Bupati yang menyampaikan amanat Gubernur mengingatkan untuk mewaspadai adanya upaya-upaya menanamkan pemahaman radikalisme, terorisme, dan gerakan untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, ia berharap Gereja dapat bersama-sama dengan pemerintah untuk saling bersinergi dan saling berkomunikasi secara intensif dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Untuk kemajuan provinsi Kalimantan Barat, umat Katolik diajak terlibat secara aktif dalam program pengembangan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, pengentasan kebodohan, penanggulangan penyalahgunaan narkoba, pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS. Demikian juga meningkatkan kerukunan hidup umat beragama di Kalbar.
Disampaikan juga ucapan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya, kepada Uskup Ketapang, dan seluruh Imam yang berkarya di Kuskupan Ketapang, yang telah bekerja keras dalam menggembala umat, sehingga memililiki Iman, pengharapan, dan kasih yang kuat akan Yesus Kristus. Kondisi ini tentunya didukung pula oleh kehidupan umat beragama di wilayah Kalbar, yang berada dalam keadaan yang kondusif dan penuh kerukunan, yang tentunya tidak terlepas pula dari dukungan penuh umat Katolik, khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Ketapang. Ia berharap nilai-nilai yang saling menghargai, saling menghormati, serta pemahaman akan pentingnya makna dan nilai kerukunan hidup dalam masyarakat, semkain tumbuh dan berkembang di Kalimantan Barat. “Secara khusus saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan, atas prakarsa di bangunnya Taman Doa dan Gua Maria Paroki Santo Paulus Rasul Nanga Tayap, dan saya harap dapat dimanfaatkan seoftimal mungkin, oleh umat, sebagai media untuk semakin memperkokoh keimanan dan penghormatan kepada Bunda Maria,” ucapnya.


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007