home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pasir dan Barang Bekas Bisa Jadi Kerajinan Tangan

Pengirim : andy Candra
Tanggal : 6 May 2011, 11:16 am


Pasir bisa disulap menjadi sebuah kerajinan tangan yang artistic sehingga mempunyai nilai jual. Begitu juga dengan barang bekas kertas. Hasil karya menjadikan pasir sebagai salah satu media kerajinan itu sempat ditampilkan ketika pencanangan Hari Gotong Royong Masyarakat VIII tingkat Kalbar di kompleks Pantai Tanjung Belandang, tanggal 28 April 2011.

Unik dan mengesankan. Sekilas pandangan itu tertuju pada kerajinan tangan yang berlapiskan pasir dan bahan bekas pada stand yang dipersiapkan Dinas Koperasi UKM, Perindag Kabupaten Ketapang pada saat pencanangan hari Gotong Royong Masyarakat ke VIII tahun 2011. Kerajinan tangan yang memiliki keindahan tersendiri itu terkesan natural dan ramah lingkungan.

Selain kerajinan tangan yang berbahan pasir dan barang bekas, ada juga kreasi pengrajin seperti dari gantungan kunci yang terbuat dari kulit. Bentuknya beraneka ragam. Kerajinan dari bahan kayu juga ikut dipamerkan. Proses pembuatan kerajinan dari bahan alam menjadi kerajinan tangan memerlukan ketekunan dan ketelitian. Dimulai dari pengumpulan bahan, kemudian dirangkai, pewarnaan hingga pemberian furnish dan memberikan berbagai macam aksesoris. Berbagai macam kerajinan yang sudah melewati proses-proses tersebut telah menjadi kerajinan tangan serat alam yang siap untuk dipasarkan.

“Supaya pasir dapat dijadikan bahan kerajinan, prosesnya dapat dilakukan dengan di lem, kemudian kita keringkan.,” kata pemuda yang menjaga stand pameran itu.

Tak hanya pasir, hasil kerajinan tangan dari berbahan kulit juga bisa diolah. Puluhan gantungan kunci, maupun kaligrafi juga ikut mereka pamerkan. “Untuk pengolahan kerajinan dengan berbahan kulit, sampai saat ini kendala yang dirasakan terbatas bahan baku,” ujar pemuda yang tergabung dalam “Handycraff” yang berdomisili di Kecamatan Benua Kayong.

Dari pameran, pengrajin dan pengunjung saling tukar pengalaman. Untuk menjadikan bahan alam menjadi kerajinan syaratnya memang harus ulet. Pengakuan tersebut juga diakui Drs H.Sahrani, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ketapang. Mulai dari membuat kerajinan sampai proses pemasarannya. Dalam pemasaran hasil kerajinan selalu menciptakan ide-ide baru dalam memasarkan hasil kerajinannya. Karena itu, kata, Drs H.Sahrani, instansi yang dipimpinnya selalu membimbing dan membina pengrajin. Salah satu pembinaan yang dilakukan diantaranya mengikutsertakan pengrajin dalam pameran di berbagai tempat, baik di dalam Kabupaten Ketapang, antar kabupaten maupun antar propinsi. Harapannya dengan pameran, pengrajin dapat membuka wawasan, serta menemukan calon pangsa pasar. Sisi lain, ide peningkatan kuantitas dan kualitas terus dilakukan.

Selain melakukan pembinaan langsung, Dinas Koperasi, UKM, Perindag Kabupaten Ketapang juga sedang membuat gallery kerajinan. Galery kerajinan itu menjadi salah satu wahana bagi pengrajin untuk memasarkan hasil karya mereka. Lokasi gallery itu terletak di Jalan Sisingamangaraja (sekitar kompleks Lapangan Sepakat, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan). “Saat ini sedang dibenahi, rak penyusunan kerajinan sedang dikerjakan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa difungsikan”.

Lewat gallery kerajinan, H.Sahrani berharap tak hanya sebagai wahana pemasaran bagi pengrajin. Tapi, pengunjung dari luar Kabupaten Ketapang dapat bertarnsaksi ditempat ini untuk membawa pulang cenderamata ketika mengunjungi Tanah Kayong.***

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007