home news guestbook contact
Selasa, 20 Agustus 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tahapan UN Sesuai Standar Pengamanan

Pengirim : andy Candra
Tanggal : 25 April 2011, 1:52 pm


Ujian Nasional tingkat SMA/MA di Kabupaten Ketapang sudah berakhir. Walaupun mulai tahun 2011, TPI (Tim Pemantau Independen) yang melibatkan PT.Swasta di tingkat Kabupaten/kota tidak di libatkan lagi dalam hal Pemantauan baik itu mulai dari Penyimpanan Naskah soal maupun LJUN nya, Pendistribusian dari Penyelenggara Diknas sampai ke Sekolah-sekolah hingga Pemantauan secara langsung Ujian di sekolah-sekolah. Namu, Ismail SE, mantan coordinator Tim Pemantau Independen Ujian Nasional menilai UN tahun ini sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Saya tetap melakukan monitoring, walaupun tidak secara langsung saya lakukan,”kata Ismail SE, akademisi STAI Al-Hauld Ketapang.

Ia menjelaskan, mulai dari pengiriman naskah/LIUN (lembar isian ujian nasional) dari Provinsi Kalbar yang dikawal oleh petugas khusus sampai Penyimpanan Naskah/LJUN di Ruang (Aula Pertemuan) Diknas Pendidikan Ketapang itu semua sudah memenuhi standart pengamanan. Hal tersebut sesuai dengan POS Diknas maupun POS TPI tahun yang lalu. Ismail menuturkan bahwa ruangan (tempat penyimpanan) naskah/LJUN itu harus aman. Dimana, indikatornya diantaranya ada penerangan, tertutup rapat, dan terkunci. Selain itu juga dijaga oleh pihak Kepolisian 24 jam. Demikian juga panitia ujian. “Bahkan TPI tingkat provinsi pun tetap harus selalu memantaahkan,”ujarnya.

Terkait dengan ruangan penyimpanan Naskah soal/LJUN, Ismail menuturkan memang sebaiknya disimpan di dalam lemari berkunci juga. Tetapi, ia melihat dari dulu pun tempat penyimpanannya seperti itu. Selain itu terbukti tak ada masalah apalagi sampai ada kebocoran. Jika memang mau betul mau di tempatkan di tempat ada Lemarinya, Ia berharap Diknas kedepan dapat membuat ruangan khusus penyimpanan. Jika memungkinkan dapat dialokasikan anggaran oleh pemerintah melalui persetujuan DPRD. Hal tersebut, selayaknya direspon DPRD dan menyetujui usulan Diknas ke depannya.

jika memang menginginkan tempat kategori layak dalam arti ada lemari khusus, karena naskah atau lembar jawaban ujian nasional itu relatif sangat banyak. Apalagi untuk SMP/MTs yang akan datang ini akan lebih banyak.”Saya harap petugas, panitia ujian sampai pengawas ruangan ujian tingkat sekolah dapat bekerja sesuai dengan Tupoksi masing-masing,” ucap Ismail menerangkan. ***

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007