home news guestbook contact
Selasa, 20 Agustus 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

SUMBER DAYA HUTAN ADALAH ASSET BANGSA

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 16 March 2011, 11:51 am


*Tingktkan Partisipasi Masyarakat Untuk Wujudkan Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera. DALAM peringatan Hari Bhakti Rimbawan tahun 2011, Wakil Bupati Ketapang mengingatkan kembali bahwa sumber daya hutan kita. Tak saja menjadi asset bangsa, tetapi juga menjadi asset dunia. Karena umat di seluruh dunia. Karena umat di seluruh dunia sekarang ini menyakini bahwa hutan tidak hanya memiliki fungsi social-ekonomi, dan social budaya.


Menurut Wakil Bupati Ketapang, Boyman Harun SH, Tetapi juga mempunyai fungsi ekologi yang peranannya sangat vital bagi kelestarian hidup.Sehubungan dengan itu, menjadi keharusan bagi rimbawan sejati, baik sebagai individu maupun dalam suatu organisasi menjadi semakin berat, luas, dan kompleks.
Namun mulia, kenyataan seperti ini menjadi tantangan, dan sekaligus merupakan peluang bagi pengabdian rimbawan. Oleh karena itu profesionalisme dan kearifan rimbawan harus terus menerus dipupuk dan ditingkatkan mutunya. “Profesionalisme dan kearifan sangat diperlukan untuk membentuk jati diri rimbawan dalam melaksaakan pembangunan hutan lestari, yang tidak saja didambakan sebagai kepentingan nasional, tetapi juga global,” kata Boyman Harun SH dalam peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke 28 di jalan lingkar.
Selama kaitan inilah rimbawan Indonesia perlu senantiasa mawas diri, berani melakukan instropkesi guna mengevaluasi bakti apa yang telah disumbangkan kepada bangsa dan Negara, serta umat manusia. Disamping itu rimbawan Indonesia juga harus bisa melihat jauh ke depan agar prospektif dapat merencanakan peningkatan pengabdiannya, dan sekaligus dapat mengupayakan pencapaian prestasi yang lebih tinggi.
Ia menegaskan selama 28 tahun usia Rimbawan dalam mengabdikan diri dalam pembangunan kehutanan. Berbagai perkembangan dan perubahan memang telah terjadi. Banyak kemajuan yang telah dicapai. Tetapi kekurangannya pus pasti ada. Namun demikian dengan kemajuan yang keras dan semangat yang tinggi. Rimbawan Indonesia harus selalu berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangan yang terjadi.
Kedepan pembanguna kehutanan lebih mengutanakan pada kawasan konservasi serta kesejahteraan bagi masyarakat yang berada di dalam dan sekitar hutan, meskipun tetap selaras dengan kebutuhan Negara dalam mencapai pertumbuhan ekonomi.
Dalam rangka menjaga kelestarian hutan, serta mensejahterakan masyarakat, kebijakan yang menyentuh kehidupa masyarakat di dalam dan sekitar hutan, yaitu hutan kemasyarakatan (HKM), hutan tanaman rakyat (HTR), hutan desa (HD) dan hutan rakyat kemitraan terus ditingkatkan, baik luasan maupun pemerataannya, sehingga masyarakat di dalam dan di sekitar hutan benar-benar merasakan manfaat pengelolaan hutan secara nyata, terutama dalam meningkatkan ekonominya.
Pembangunan kehutanan harus maju terus dan kelestaria hutan beserta keaneragaman hayati yang berada di dalamnya harus tetap terjaga. Inilah yang menjadi obesesi rimbawan Indonesia. Dalam kaitan dengan itu, penting artinya sinergitas, persatuan dan kebersamaan rimbawan. Maka dari tu, jiwa korsa rimbawan perlu dimantapkan kembali. Hal ini penting dan sangat relevan dngan tema Hari Bhakti Rimbawan tahun 2011 ini, yaitu “Dengan jiwa Korsa Rimbawan, kita tingkatkan, partisipasi masyarakat untuk mewujudkan hutan lestari dn masyarakat sejahtera”.
Wakil Bupati menegaskan permasalahan pembangunan kehutanan sekarang ini semakin kompleks, tidak haya masalah teknis. Tetapi juga social, ekonomi, dan persoalan lain seperti perluasan daerah. Sementera itu, pertambahan penduduk tidak pernah berhenti, dan kebutuhan hidup terus nenerus meningkat. “Sedangkan luas kawasan hutan tidak pernah bertambah, tetapi justru semakin berkurang,” ujar Boyma Harun SH.
Menghadapi kenyataan ini, Rimbawan Indonesia harus mempunyai konsep yang jelas dan tegas, tentang luas kawasan hutan yang perlu dipertahankan . Demi kelangsungan dan kelstarian kehidupan di muka bumi ini. Disamping itu, intensifikasi pengelolaan hutan yang tersisa, harus menuju ke kualitas hutan yang semakin baik. Hal ini memerlukan pemanpaatan kawasan hutan, berupa pengukuhan hokum, disertai penyadaran masyarakat melalui penyuluhan intensi untuk memperoleh legitimasinya. Tanpa partisipasi masyrakat, yang secara langsung dapat ikut menjaga kelestarian hutan, maka tugas berat yang diemban oleh rimbawan akan sulit dilaksanakan.
Sekali lagi, profesionalisme dan kearifan rimbawan perlu dipupuk dan ditingkatkan terus kualitasnya. Ini perlu dipupuk dan ditingkatkan terus kualitasnya, ini tidak saja dalam pengusahaan bidang teknis.”Tetapi juga perlu adanya sikap unggal, dan integritas moral, seperti kemauan untuk selalu meraih prestasi kerja yang terbaik. Dengan berpegang pada norma dan etika kerja yang sudah ditentukan,” tuntasnya.**

WRITTEN by Andy Candra
BAGIAN HUMAS setda Ketapang

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007