home news guestbook contact
Sabtu, 14 Desember 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

HADAPI IDUL FITRI 52 RIBU PETANI BIG NANTIKAN PENJUALAN CPO

Pengirim : A. Rahman
Tanggal : 7 September 2010, 12:38 pm


HENRIKUS ; PEMKAB SEBATAS MEMFASILITASI SAJA

lebih kurang 52.000 petani Sawit BIG ( Benua Indah Group-red)di wilayah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat menantikan penjualan CPO guna membiayai keperluan hidup menghadapi Idul Fitri 1431 H ini.
Penantian tersebut terungkap saat pertemuan sejumlah organisasi petani sawit dan Buruh BIG di ruang rapat Kantor Bupati Ketapang Selasa 7/9/2010
Pertemuan yang juga dihadiri anggota Muspida dan para kepala Dinas Instansi terkait serta Buyer hari itu belum disepakati pembayaran CPO petani karena terbentur hari libur cuti bersama lebaran.
Drs. Henrikus M.Si dihadapi sejumlah organisasi petani sawit dan Buruh BIG mengatakan,Kafasitas Pemkab Ketapang dibantu anggota Muspida sifatnya hanya memfasilitasi pembelian dan penjualan CPO saja,sebagaiamana rekomendasi Dirjenbun RI." Jadi Pemkab Ketapang bukan interpensi dan juga bukan penentu harga serta buka menentukan pihak pembeli dan tempat pembayaran. Silakan organisasi petani dan buruh yang menentukan.Kompak kompak lah dan jangan saling curiga mencurigai antar kelompok ..Sebab hasilnya nanti demi kesejahteraan petani dan buruh sawit itu sendiri ,walaupun dalam memenuhi kebutuhan menjelang lebaran belum dapat dicairkan uangnya.." Kata Henrikus
Dikatakannya,ketika tidak ditemukan titik temu tentang kesepakatan yang hendak dicapai,organisasi petani dan buruh harus didepan .Berikan pencerahan kepada petani sejelas jelasnya permasalahan yang dihadapi.Segera antisipasi sedini mungkin timbulnya gejolak .Dan cari kesepakatan yang pas. Harapnya.
Kemudian, ketika ada beberapa PNS terlibat dalam organisasi ini memperjuangkan masyarakat,Bupati Henrikus menyikapinya dengan semangat dan mendukung upaya yang dilakukannya. Tapi tolong jangan mengabaikan tugas tugas pokok sebagai PNS ."Jangan jadi orang pertama di organisasi tersebut .Yang dikedepankan tetap petani sedangkan PNS membantu cara pola pikir .khawatirnya takut mengganggu tugas pokok. Adanya beberapa orang Guru dalam organisasi petani ini sekaligus mendidik orang agar lebih pintar menuju kesejahteraannya. Kehadiran seorang guru didalamnya paling baik untuk mendampingi SDM petani yang relatif rendah"Tegasnya
Karena terbentur Cuti libur bersama Idul Fitri maka pembelian dan penjualan CPO silakan disepakati seusai lebaran dalam waktu yang tidak terlalu lama.Kepada petani dan buruh sawit BIG supaya bersabar.Bagaiamanapun kami memahami dan ikut prihatin akan keluhan dimaksud..harap orang nomor satu di Ketapang ini.
Kemudian dijelaskannya, ada mekanisme kerja pemerintah yang harus dipahami oleh masyarakat yang kurang faham.Secara kelembagaan Bupati baru tetap melanjutkan program Bupati terdahulu.Dan itu harus diteruskan dan dilaksanakan ,sebab itu wajib bagi seorang frofesional pemerintahan.Kata mantan Camat Tumbang Titi ini.
Pertemuan hari itu belum dapat ditentukan harga penjualan CPO dan masih sebatas mendengarkan laporan baik dari Buyer,FKPS,PPS dan SBKK serta dari Muspida ,Dinas Perkebunan.







 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007