home news guestbook contact
Minggu, 19 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Ritual Sapat Tahun di Negeri Baru

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 29 December 2019, 8:39 pm


Pemkab Ketapang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Ketapang menggelar ritual Budaya Berobat Kampung (Sapat Tahun) di Desa Negeri Baru Tahun 2019. Dalam kegiatan Minggu (29 Desember 2019) dihadiri Bupati Ketapang yang diwakili PLT Asisten II Setda Ketapang, Gusti Fadlin S.Sos. Hidup di kandung Adat, Mati di Kandung Tanah. Adat ditinggalkan Pamaliek Bagi Kita.




Memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari segala macam bencana, maka Pemkab Ketapang melalui Dinas Budpar Ketapang bersama masyarakat Desa Negeri Baru menggelar ritual Sapat Tahun (Berobat Kampung). Ritual adat ini dilaksanakan Minggu (29 Desember 2019) pagi yang dihadiri Bupati Ketapang diwakili Plt Asisten II Setda Ketapang, Gusti Fadlin S.Sos.
"Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkokoh nilai-nilai luhur kehidupan budaya daerah dalam rangka memperkaya kebudayaan nasional dan untuk mengaktualisasikan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya melayu yang ada di Tanah Kayong," ucap Gusti Fadlin.
Menurut Plt Asisten II Setda Ketapang kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menindaklanjuti undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Dengan kegiatan ritual budaya berobat kampung (sapat taun) di desa negeri baru tahun 2019 ini diharapkan panitia dan perangkat desa dapat menggali dan mempromosikan seni dan budaya melayu di Kabupaten Ketapang. secara sosial kegiatan ini merupakan salah satu bentuk permohonan dari kita atas nikmat dan Rahmat yang diberikan kepada umat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong terjalinnya tali silaturahmi yang merupakan modal sosial di masyarakat yaitu nilai-nilai luhur yang terdapat dan tersimpan dalam adat istiadat, tradisi dan budaya yang dianut secara turun temurun.
Sapat Tahun ini merupakan salah satu nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Melayu. Kegiatan ritual budaya berobat kampung (sapat Taun) diharapkan dapat memberikan masukan-masukan dan sumbangan-sumbangan yang positif terhadap kemajuan kebudayaan di Ketapang. Selain itu, diharapkan kebudayaan menjadi salah satu penyumbang peningkatan perekonomian masyarakat.
Bupati melalui Plt Asisten II Setda Ketapang berharap agar pelaksanaan kegiatan semacam ini dapat menghasilkan atraksi budaya yang bisa menjadi daya tarik wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan banyaknya atraksi budaya yang ada di Ketapang, diharapkan keberagaman yang dimiliki dapat menjadi modal perekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberagaman ini dijadikan ciri sebagai suatu negara yang mencintai perbedaan yang dapat dijadikan ciri khas sebagai suatu daerah yang saling mencintai satu sama lainnya. ide-ide dan inovasi bagi masyarakat melayu sangat diperlukan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi dan tahu bagaimana mempertahankan adat istiadat yang telah dilaksanakan secara turun temurun dan dapat mempromosikan hasil karya putra/putri melayu yang ada di Kabupaten Ketapang sehingga dapat mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat sehingga visi misi bupati dan wakil bupati ketapang yaitu Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera dapat diraih.
"Saya ucapkan terima kasih kepada panitia, kepala desa beserta jajarannya dan masyarakat desa Negeri Baru yang telah mendukung sehingga terlaksananya kegiatan ini. semoga jerih payah yang dikakukan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Esa," ucapnya.@


Hidup di kandung Adat, Mati di Kandung Tanah. Adat ditinggalkan Pamaliek Bagi Kita.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007