home news guestbook contact
Sabtu, 18 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Ketapang Serahkan Sertifikat ke Warga Transmigrasi Desa Sungai Pelang dan Desa Sungai Besar

Pengirim : AndyCandra
Tanggal : 11 November 2019, 6:54 pm


Bupati Ketapang, Martin Rantan S.Sos, MH menyerahkan sertifikat atas tanah kepada warga transmigrasi di lokasi SP 1 Desa Sungai Besar dan SP 2 Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Senin (11 November 2019) pagi. Adanya penyerahan sertifikat atas tanah tersebut, Pemkab Ketapang menyambut dan terima kasih kepada Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Ketapang dan instansi terkait. Adanya sertifikat diharapkan dapat memberikan kepastian hukum atas tanah.

Menurut Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos bahwa akibat belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah atau lahan seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan diberbagai wilayah. Konflik atas lahan, bisa terjadi dikalangan masyarakat, baik antar keluarga dan lain-lain. Tak jarang sengketa lahan juga terjadi antar pemangku kepentingan.
“Sertifikat hak atas tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki,” tegas Martin Rantan SH, M.Sos.
Bupati Ketapang mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Ketapang yang telah memfasilitasi terlaksananya program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) d Llokasi SP. 1 Sungai Besar target adalah 350 kk. Terealisasi sebanyak 315 KK atau 945 persil dari target keseluruhan 1.050 persil. Sisa yang belum di proses sebanyak 35 KK atau 105 persil. Untuk SP. 2 Desa Sungai Pelang target sebanyak 200 KK. Terealisasi sebanyak 186 KKatau 558 persil dari target keseluruhan 600 persil. Sisa yang belum diproses sebanyak 14 KK atau 42 persil secara lengkap dan cepat.
“ Saya pesan kepada menjaga keluarga penerima sertifikat untuk sertifikatnya, dijaga betul sertifikat ini, jangan sampai hilang dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan ekonomi,” tegas Martin Rantan.
Ia menerangkan, tujuan pemerintah dalam program PTSL adalah menjamin legalitas, memberikan proteksi, memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap asetnya, obyeknya dan sesuatu yang berharga yaitu obyek tanah. Untuk itu, Bupati berharap setelah terbit sertifikat dengan melalui proses panjang dan penantian yang cukup lama ini maka jagalah sertifikat ini dengan sebaik-baiknya. Sertifikat tersebut sebagai bukti hak sangat penting dalam menjamin kepastian huku. Tapi yang lebih penting jaga tanah atau lahan tersebut dan dikelola dengan baik. Mengingat kawasan ini rawan kebakaran maka harus menjaga lingkungan disini agar tidak terjadi musibah kebakaran.
Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati Ketapang mengajak para kepala desa, para RW maupun RT untuk mendata kembali warganya yang memiliki tanah namun belum memiliki legalitas. Data tersebut disampaikan ke BPN, agar dilakukan program legalitas pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang berkelanjutan. “Saya berharap masyarakat desa sungai besar dan desa sungai pelang untuk sanggup bersama-sama menjaga supaya daerah kita ini tetap kondusif dan aman,” tuntas Bupati ketapang.@

//Liputan dan Dokumentasi : Darnain//

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007