home news guestbook contact
Rabu, 13 November 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

PENYERAHAN SERTIFIKAT DAN SERAH TERIMA PREMIUM RSPO KEPADA KOPERASI PLASMA

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 28 October 2019, 9:34 pm


Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos diwakili Sekda Ketapang H.Farhan SE, M.Si M.Si membuka kegiatan Penyerahan Sertifikat dan Serah Terima Premium RSPO kepada Koperasi Plasma. kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Aston Ketapang, Senin (28 Oktober 2019). "/



Berikut sambutan Bupati Ketapang

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Selamat Pagi dan Salam Sejahtera bagi kita semua. Adil Ka'talino, Bacuramin Ka'saruga, Basengat Kajubata.

Yang terhormat,
1. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang;
2. Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ketapang;
3. Manajemen PT. Poliplant Sejahtera;
4. Tokoh Masyarakat/Pekebun Plasma lingkup PT. Poliplant Sejahtera;
5. Serta hadirin undangan yang berbahagia.


Mengawali sambutan ini marilah kita memanjatkanpuji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, berupa kesehatan, kita secara bersama-sama dapat hadir dalam acara "PENYERAHAN SERTIFIKAT DAN SERAH TERIMA PREMIUM PERDANA RSPO KEPADA KOPERASI PLASMA".
PT. Poliplant Sejahtera merupakan salah satu perusahaan besar swasta nasional dengan awal pengembangan kelapa sawit di Kabupaten Ketapang tahun 1990-an, dengan pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR) yang merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit tertua di Kabupaten Ketapang dan kondisi tanamanya saat ini hampir melampui usia udah memasuki usia umur ekonomis rata-rata berumur diatas 25 tahun. Meskipun telah memasuki usia ekonomis perkebuna kelapa sawit merupaka salah satu sektor andalan yang sangat potensial untuk terus dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat, tentunya untuk memperoleh hal tersebut harus diiringi dengan penerapan sistem budidaya yang baik dan benar serta berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, tentunya peran serta pemerintah dan asosiasi/ lembaga seperti RSPO dan ISPO sangat di perlukan. Asosiasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) yang merupakan Asosiasi yang terdiri dari berbagai organisasi dari berbagai sektor industri kelapa sawit yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan, serta mempromosikan produksi dan penggunaan minyak sawit berkelanjutan melalui kerjsama di sepanjang rantai pasok (supply chain), dengan karakteristik dan Multistakeholder membership, Sukarela, Transparan, Beroriantasi pada aksi dan hasil yang nyata, Berkomitmen pada produksi dan penggunaan kelapa sawit yang lestari.
Indonesia sebagai produsen terbesar minyak kelapa dunia, sejak tahun 2011 telah memiliki kebijakan, sistem tata kelola dan sertifikasi minyak kelapa sawit berkelanjutan yang dikenal dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil ), merupakan suatu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah yang bersifat Mandatory dan merupakan kebijakan yang diambil secara proaktif dan inisiatif dari pemerintah ulan sebagai produsen minyak kelapa sawit, yang merupakan keunggulan ISPO dan sekaligus merupakan bukti komitmen untuk mewujudkan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, PT. Poliplant Sejahtera sudah mendapatkan sertifikat RSPO sejak tahun 2016 dan perkebunan plasma PIR-Trans juga sudah diikutkan untuk memperoleh sertifikat RSPO mulai tahun 2018, ini perlu diberikan apresiasi dan merupakan suatu langkah yang perlu, sehingga akan mengarah terciptanya pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan, dan tidak menutup kemungkinan hal serupa akan diikuti oleh seluruh perusahaan-perusaahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Ketapang beserta mitra usahanya (KKPA dan Kemitraan), serta pekebun-pekebun mandiri yang di kelola secara swadaya. Kebun kelapa sawit yang di kelola secara mandiri, tentunya perlu adanya dorongan supaya mereka juga dapat tergabung dalam asosiasi ISPO dan RSPO, hal ini diperlukan supaya produk kelapa sawit yang di kelola secara mandiri/ swadaya, dapat terjamin dan di terima oleh pihak lain. STD-B merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah dalam memberikan Surat Keterangan Tanda Daftar Budidaya untuk pekebun yang di kelola secara mandiri.

Hadirin Sekalian yang Saya Hormati,

Berdasarkan Rencana Makro Pembangunan Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014-2034 diarahkan untuk komoditi perkebunan di di Kabupaten seluas 1.108.000 Ha khusus komiditi kelapa sawit, dari luas areal yang di targetkan yaitu seluas 920.000 Ha telah diterbitkan lzin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 789.396,40 (74 Perusahaan). Realisasi penanaman kelapa sawit Kabupaten Ketapang hingga saat ini seluas 470.206,03 Ha yang terdiri dari Tanaman Inti seluas 353.389,86 Ha (TBM: 65.745, 10 Ha, TM 287.644,76 Ha) dan Tanaman Plasma seluas 116.816,17 Ha (TBM. 6.953,88 Ha, TM: 109.862,29 Ha).
Dari 74 perusahaan perkebunan yang sudah memperoleh Izin Usaha Perkebunan(1UP), 28 perusahaan diantaranya telah memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan jumlah kapasitas pabrik terpasang 1.630 Ton TBS/Jam dan jumlah kapasitas pabrik terpakai 1.155 Ton TBS/Jam.
Dengan data tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, akan terus mendorong supaya semua perusahaan perkebunan ikut andil dalam asosiasi RSPO dan ISPO, untuk menepis anggapan pihak luar yang mempersepsikan output dari sektor perkebunan kelapa sawit yang selalu didiskriminasi.

Hadirin yang Berbahagia,

Sertifikat ISPO merupakan salah satu bukti implementasi kebijakan tata kelola perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, meskipun belum semua perkebunan kelapa sawit memperoleh sertifikat ISPO, perusahaan-perusahaan perkebunan termasuk pekebun kelapa sawit yang saat ini telah memperoleh sertifikat ISPO mencerminkan implementasi kebijakan tata kelola berkelanjutan perkebunan sawit di Indonesia telah berjalan pada jalur yang benar. Oleh karena itu, ISPO sebagai kebijakan tata kelola sawit berkelanjutan perlu dipromosikan ke seluruh dunia dan dapat dijadikan sebagai bagian dari diplomasi perdagangan minyak Kelapa sawit Indonesa secara Internasional.

Hadirin Sekalian yang Saya Hormati

Demikian beberapa hal yang dapat Saya sampaikan, semoga Tuhan selalu melindungi dan meridhoi segala upaya dalam Pembangunan Perkebunan. Aamiin.

Terima kasih atas perhatian hadirin sekalian. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Selamat slang dan salam sejahtera bagi kita semua. Adil Ka'talino, Bacuramin Ka'saruga, Basengat Kajubata.

Ketapang, 28 Oktober 2019 BUPATI KETAPANG,

MARTIN RANTAN,SH,M.Sos


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007