home news guestbook contact
Selasa, 10 Desember 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Desa Harus Maksimalkan ADD Untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 25 October 2019, 11:43 pm


Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos menegaskan survey pembangunan kerangka baja, tidak serta merta ditindaklanjuti dengan proses pembangunan. Survey dilakukan menindaklanjuti usulan dari masyarakat terkait kelayakan akan sebuah pembangunan. Setelah itu, kembali diseuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Penegasan tersebut disampaikan oleh Bupati ketapang, ketika kunjungan kerja di Desa Silat, Kecamatan Manismata, Kamis (24 Oktober 2019).


Menurut Bupati Ketapang, dalam sebuah pembangunan bisa dilakukan beberapa kali survey. Mulai dari menyikapi usulan dari masyarakat, ditindaklanjuti dengan survey kelayakan pembangunan. Perlu analisa mendalam dalam sebuah perencanaan, baik kajian sosial, ekonomi, struktur dan lain-lain. Kelayakanan pembangunan itu, kembali disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Jika Keuangan daerah memungkinkan, maka bisa dilakukan perencanaan, dan tahapan-tahapan berikutnya. Bupati Ketapang menyebutkan, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu kedepan, Jembatan Kerangka Baja di Desa Silat bisa diwujudkan.
“Terkait dengan usulan listrik agar Desa Silat dialiri listrik dari PLN, coba Kades membuat usulan ke PLN Ketapang, nanti ditembuskan ke Bupati Ketapang, nanti kita akan coba bagaimana solusinya,” tegas Bupati Ketapang.
Terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan dan sebagainya, Bupati Ketapang mengakui bahwa kondisi keuangan daerah memang sangat terbatas. Karena itu, dalam pembangunanan infrastrutur desa, maka sudah pihak desa dapat mempergunakan semaksimal mungkin alokasi dada desa (ADD) untuk membangunan fasilitas umum agar dapat mendorong perekonomian masyarakat. Selain itu, juga diingatkan juga keberadaan BUMdes dalam mendorong perekonomian di desa. Melalui BUMdes, dalam menjadi salah satu pendapatan desa sehingga pendapatannya dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan di desa. “Selain itu, bisa juga meminta bantuan dari dana CSR perusahaan yang berinvestai di sekitar desa, ini tentu menjadi tugas camat dan Kades untuk berkoordinasi dengan perusahaan dalam mendapat dukungan dana CSR untuk pembangunan di desa,” tegasd Bupati Ketapang.
Selain itu, terkait pembangunan jalan dari Tumbang Titi-Tanjung-Marau Manismata sampai ke Jembatan Jambi, Bupati Ketapang menyebutkan Gubernur Kalbar, bapak Sutarmidji SH, M.Hum sudah flot dana sekitar Rp 100 Milyar untuk kelanjutan pembangunan jalan tersebut. Harapannya, dengan tuntasnya jembatan yang menghubungkan Manismata-Sukamara, maka hubungan antara propinsi Kalbar dan Kalteng akan semakin lancar dan saling menopang perekonomian, khususnya Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sukamara.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007