home news guestbook contact
Rabu, 16 Oktober 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

MABM Ketapang Minta Hari Jadi Ketapang diperingati Setiap Tanggal 11 Maret

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 6 October 2019, 1:16 am


Mengenang Petuah, Mengembalikan Marwah. Itulah tema yang diusung MABM Ketapang saat mengadakan festival Seni Budaya Melayu (FSBM) II Tahun 2019 di Kompleks pentas Seni Pendopo Bupati Ketapang sejak 28 September 2019. FSBM yang berlangsung selama sepekan itu, berakhir dan resmi ditutup Bupati Ketapang pada 4 Oktober 2019.

MAJELIS Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang meminta Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk merealisasikan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Penetapan Hari Jadi Kota Ketapang yang jatuh pada 11 Maret 1418 M. Harapan tersebut disampaikan MABM Ketapang dalam pernyataan sikap pada malam penutupan Festifal seni Budaya Melayu II tahun 2019, (4 Oktober 2019). Selain itu, MABM Ketapang juga meminta dalam memperingati Hari Jadi Kota Ketapang setiap tanggal 11 Maret diselenggarakan Festival Kebudayaan dengan melibatkan semua etnis di Kabupaten Ketapang.
Selain itu juga dinyatakan sikap terkait dengan nada khas syair Gulung Ketapang, Ornamen Khas Pengantin melayu, Busana Penganti Melayu Ketapang serta dimintakannya Ketupat Colet sebagai makanan khas Melayu Ketapang. Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung para pengurus MABM Ketapang didepan Bupati Ketapang, dan Wabup Ketapang serta Forkopimda Ketapang.
Terhadap pernyataan sikap MABM Ketapang tersebut, Bupati Ketapang Martin Rantan SH, M.Sos dalam penutupan FSBM Ketapang menyambut secara positip. Ia mengatakan Hari Jadi Kota Ketapang yang sudah ditetapkan dalam Peraturan daerah memang sudah seharusnya dilaksanakan dan diperingati. Dalam peringatan Hari Jadi Ketapang yang jatuh pada 11 Maret tersebut, ia sependapat perlu dilakukan festival kebudayaan dengan melibatkan semua etnis yang ada di Ketapang. Melibatkan semua etnis dalam festival kebudayaan memeriahkan Hari Jadi Ketapang dianggap Bupati Ketapang sebagai sebuah langkah strategis dalam memelihara keharmonisan semua etnis di Ketapang. Kabupaten Ketapang yang selama ini dikenal semua etnis hidup rukun dan damai. Keharmonisan yang sudah terjalin semua etnis ini harus dipelihara dan seni budaya harus dikembangkan. “Saya sangat setuju hari jadi Ketapang diadakan festival Kebudayaan melibatkan semua etnis, karena itu kebetulan ditengah-tengah kita ini juga ada Ketua DPRD Ketapang, hendaknya harapan ini menjadi pertimbangan yang penting sebelum APBD Tahun 2020 diketuk palu,” tegas Bupati Ketapang.
Begitu juga dengan nada khas Syair Gulung. Memang sudah diketahui, syair Gulung menjadi ikon Ketapang selama ini. Dan ini sudah dikenal sampai ke luar daerah dan bahkan negara luar. Karena itu, seni budaya ini harus dijaga dan dilestarikan. Menurut Budapati Ketapang, seni budaya merupakan identitas masyarakat yang harus terus dibina dan dilestarikan. Karena dalam seni budaya Melayu yang bertemakan mengenang petuah mengembalikan marwah terkandung nilai-nilai yang baik dari perkembangan masyarakat Melayu di kabupaten Ketapang. “Kalau ketupat colet, memang selama ini dikenal di Kabupaten Ketapang, dan kita sudah perkenalkan pada setiap tamu-tamu yang hadir yang berkunjung ke Ketapang untuk mencicipi Ketupat colet, dan ini memang makanan khas Melayu Ketapang,” tegas Bupati Ketapang.
Dalam malam penutupan Bupati Ketapang mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah melaksanakan kegiatan FSBM. Ia berharap kegiatan ini akan selalu dilaksanakan, begitu juga dengan etnis lainnya. Harapan Bupati dari segala kegiatan yang dilaksanakan dapat melestarikan permainan rakyat dan seni budaya yang ada. Begitu juga, Bupati ketapang mengucapkan terima kasih dengan adanya kegiatan yang memberikan masukan kepada Pemerintah daerah untuk terus melakukan pembangunan, sehingga melalui seni budaya dapat meningkatkan nilai kepariwisataan dan akhirnya meningkatkan perekonomian daerah. Kemudian melalui tahapan-tahapan tersebut dalam memberikan kontribusi dalam membangun Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera.
Pada malam penutupan, Sekretaris MABM Ketapang, H.Farhan SE, M.Si memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah memfasilitasi FSBM II tahun 2019. Demikian juga, apreasiasi kepada aparat kepolisian dan Kodim 1203, kejaksaan serta seluruh petugas yang mensukseskan acara FSBM. Semoga apa yang diberikan, menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Dikatakannya, adanya FSBM merupakan program dari DPD MABM . Karena itu, apa yang disampaikan dalam FSBM, baik permainan rakyat, kegiatan seni dan budaya merupakan sumbangsih MABM untuk menambah khasabah seni budaya yang ada di Ketapang. Dari yang ditampilkan, dapat kiranya menjadi ikon daerah dan meningkatkan pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Dalam malam penutupan itu, disampaikan juga beberapa penyerahan hadiah, seperti Jepin tardisional maupun jepin kreasi. Begitu juga dengan penampilan pemenang diatas pentas. Demikian juga dengan penampilan Bujang dan Ayu Ketapang, sekaligus penyerahan hadiah dan penobatan dilakukan. Malam penutupan berlangsung sangat semarak, seiring dan selaras dengan temas yang diusung, Mengenang Petuah Mebngembalikan Marwah.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007