home news guestbook contact
Sabtu, 18 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Ketapang Tutup FSBM II Tahun 2019

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 5 October 2019, 3:39 pm


Festival Seni Budaya Melayu (FSBM) ke II tahun 2019 Kabupaten Ketapang yang dimulai sejak tanggal 28 September 2019, akhirnya ditutup Bupati Ketapang (4 Oktober 2019) malam. Bupati Ketapang, Martin Rantan yang saat penutupan menggunakan pakaian khas Melayu memberikan apresiasi kepada MABM Ketapang. Termasuk, beberapa masukan terkait, makanan khas Ketapang yakni Ketuat copet juga didukung Bupati Ketapang.



Demikian juga masukan agar setiap tahun dirayakan hari jadi Ketapang pada tanggal 11 Maret. Bupati Ketapang, berharap setiap peringatan Hari Jadi Ketapang dapat ditampilkan seni budaya seluruh etnis, sebagai gambaran keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Ketapang. Demikian, Bupati Ketapang meminta agar kreatifitas atau pagelaran Batik Khas Ketapang terus dibudayakan sehingga dapat meningkatkan dukungan pada sektor pariwisata.
"Saya mengucapkan selamat atas pemenang pada event pentas seni budaya melayu tahun 2019 ini dan saya mengucapkan selamat atas keberhasilan dalam mengikuti kegiatan FSBM tahun 2019," kata Bupati Ketapang Martin Rantan.
Ia memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena telah sukses menyelenggarakan event budaya tersebut. Tak lupa Bupati ucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini dan terimakasih serta penghargaan yang tulus kepada MABM Ketapang, para donatur dan para aparat pemerintah tingkat desa dan kecamatan dengan segala pengorbanannya karena telah berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Diterangkannya, arus globalisasi yang kita rasakan saat ini, jangan sampai dapat mempengaruhi dan mengikis adat dan kebiasaan yang telah turun temurun oleh masyarakat adat. Kegiatan festival seni budaya melayu merupakan salah satu aktivitas pencapaian misi dan arah kebijakan umum dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Ketapang. Masyarakat adat budaya Melayu yang memiliki keragaman dan keunikan budaya yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya melalui budaya keharmonisan antara manusia, alam dan lingkungan, serta dengan Tuhan sebagai pemelihara alam semesta dapat terjaga. Dalam kehidupan masyarakat adat budaya melayu selalu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang dilandasi nilai-nilai spiritual-religius, berpegang teguh pada adat tradisional, dan selalu memelihara lingkungan serta memiliki kearifan dan kebijaksanaan. nilai-nilai luhur tersebut saat ini secara universal menjadi tuntutan masyarakat untuk mengantisipasi Pengaruh globalisasi dunia yang terus berkembang dengan cepatnya, sehingga jika kita tidak waspada maka kita secara lambat atau cepat menjadi kehilangan identitas sebagai suatu etnik ataupun sebagai suatu bangsa.
Bupati Ketapang menjelaskan Festival seni budaya Melayu tahun 2019 merupakan salah satu event promosi seni budaya daerah untuk tingkat Kabupaten Ketapang. Ia berharap kegiatan ini menjadi kalender tetap untuk Kabupaten Ketapang. Pada malam penutupan yang dihadi Forkopimda Ketapang maupun Sekda Ketapang, dilakukan juga pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Demikian juga dengan penampilan tari jepin tradisional maupun jepin kreasi yang dinyatakan sebagai pemenang. Penutupan semakin semarak dengan tampilnya Bujang Ayu Ketapang. Penobatan Bujang dan Ayu langsung dilakukan Bupati Ketapang bersama Istri. Malam penutupan ini, Bupati dan Forkopimda juga sempat mencicipi Ketupat colet di stand Kecamatan Nanga Tayap yang dinyatakan sebagai juara satu stand pameran kecamatan.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007