home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Panitia Matangkan Persiapan Pentas Seni Budaya Dayak Tahun 2019

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 2 September 2019, 1:01 am


Rapat Kerja, Pameran dan Pentas Seni Budaya Dayak Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat Tahun 2019 berlangsung pada tanggal 4-8 September 2019. Memastikan pelaksanaan pameran dan pentas seni budaya Dayak sesuai rencana, maka Panitia pelaksana terus memantapkan persiapan. Seperti yang dilakukan Minggu (1 September 2019) malam di pendopo rumah jabatan Bupati Ketapang.


Rapat diarahkan oleh Ketua Harian DAD Ketapang, Drs Heronimus Tanam ME, yang juga Asisten III Setda Ketapang. Selanjutnya, Ketua Panitia Rapat Kerja Pentas Seni Budaya Dayak Pameran DAD Kabupaten Ketapang, F. Akia memandu diskusi setiap seksi.

Kesuksesan acara menjadi fokus utama dalam rapat. Apalagi sejumlah tamu dari MADN, DAD Provinsi Kalbar dan pejabat lainnya akan diundang. Harapannya, pelaksanaan kegiatan Rapat Kerja, Pentas Seni Budaya Dayak, dan Pameran DAD dapat berjalan lancar sehingga mencerminkan kultur budaya bangsa Indonesia yang berlandaskan Bhinineka Tunggal Ika. Kesiapan peserta yang hadir, baik mengikuti pameran maupun rapat kerja juga diinventarisir. Termasuk, kendala dan hambatannya sehingga menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan kedepan.

Sesuai dengan agenda, pameran dan pentas seni akan dibuka Bupati Ketapang, Martin Rantan. Sejumlah kegiatan yang diagendakan diantaranya: karnaval display seluruh etnis yang ada di Kabupaten Ketapang, rapat kerja, Pentas Seni Budaya Dayak, dan Pameran DAD diagendakan berlangsung selama lima hari.

Sehari sebelum pameran dimulai akan dilakukan upacara adat "Beniat Benajar, Bepintak Mencatu ke Perimbang Tanah Arai". Tujuan upacara adat dladalah memohon izin dan meminta perlindungan kepada Sang Pencipta sebagai Penguasa langit dan bumi beserta seluruh ciptaannya.

Semakin dekatnya waktu pelaksanaan, hambatan dan kendala setiap seksi didiskusikan. Termasuk, rencana gotong royong panitia membersihkan lokasi kegiatan. Pendapat dan saran dari semua seksi termasuk pandangan penasihat serta tokoh adat. Setelah ada solusi, kemudian pembahasan selanjutnya dilanjutkan ke seksi lainnya. Harapan yang dibangun panitia, adalah mewujudkan kebersamaan menyelesaikan masalah sehingga acara dapat berlangsung sukses. ‎

Kegiatan ini, dijelaskan Akia merupakan event yang keenam dengan harapan sebagai langkah untuk mempromosikan seni budaya Dayak Kabupaten Ketapang, sehingga dapat menyedot pengunjung yang luar biasa.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007