home news guestbook contact
Senin, 16 September 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

FGD   Identifikasi Penyusunan Baseline Hutan di APL Ketapang

Pengirim : Andy candra
Tanggal : 27 May 2019, 3:20 pm


Focus Group Discussion (FGD) Hasil identifikasi HCVF untuk penyusunan baseline hutan di APL (areal penggunaan lain) di Kabupaten Ketapang kembali digelar di Hotel Aston Ketapang, Senin (27 Mei 2019) siang. Diskusi yang dihadiri Setditjen   Planologi   Kehutanan   dan   Tata   Lingkunga Kepala   Dinas   Kehutanan   Propinsi   Kalimantan   Barat, Kepala   Bappeda   Kabupaten   Ketapang, Dekan   Fakultas   Kehutanan   Universitas   Tanjungpura, pejabat dari OPD Ketapang, Para   pemerhati   Lingkungan /NGO/ LSM , Civil   Society  dan stakeholder lainnya, dibuka oleh Bupati ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos.

Bupati Ketapang, dalam arahannya menyebutkan   fase   kemajuan  penanganan   dan pengelolaan   lingkungan   dan   alam   di   Indonesia  memperlihatkan   sosok gambarannya Sehingga   kita   bisa   lebih   memahami  harus   bagaimana   dalam   melangkah   ke   depan.   “Hal   ini   perlu   saya   utarakan  karena   saat - saat   ini   kita   dihadapkan   pada   tantangan   yang   nyata,” tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, M.Sos.
Ia menyebutkan menata hubungan   alam   dan   manusia   bukan   hanya   sekedar  pengelolaan  sumberdaya   alam   untuk   tujuan   profit   manusia,   apalagi   bila   profit   itu  hanya   untuk   segelintir   manusia   saja .   Lingkungan   dan   alam   kita ,  membutuhkan   pengelolaan   yang   tepat.   Sangat   signifkan   kebutuhan   itu  sekarang .
Berkaitan   dengan   hal   tersebut,   sangat   sesuai   bila   hari   ini (27 Mei 2019,red) kita   berkumpul  dalam   satu   pembahasan   yaitu   Focus   Group   Discussion   Hasil   Identifikasi  HCVF   untuk   penyusunan   baseline   Hutan   di   APL   Kabupaten   Ketapang   yang  merupakan   salah   satu   komponen   dari   proyek   Strengthening   Forest   Area  
Planning   and   Management   in   Kalimantan,   atau   selanjutnya   disebut  Kalimantan   Forest   Project   sesuai   dengan   hasil   Project   Board   Meeting  Kalfor   Project.
Kalimantan   Forest   Project   ini   di   Kalimantan   Barat   dilaksanakan   di   dua  Kabupaten,   salah satunya   di   Kabupaten   Ketapang,   dimana   beberapa  bahasan   yang   akan   dihasilkan   dalam   baseline   tersebut   yaitu   penyusunan  kebijakan ; pengembangan   pilot   project;   Mekanisme   insentif   yang   inovatif; dan   knowledge   management.
Bupati Ketapang nmelanjutkan bahwa   beberapa   seri   yang   lalu,   lokakarya   dan focused  group   discussion   (FGD)   telah   dilaksanakan   di   Pontianak,   Sintang   dan  Ketapang.   Tujuan   utama   yang   hendak   dicapai   yakni   secara   umum  berupaya   enyelamatkan   dan   memperbaiki   kualitas   hutan   di   Areal  Penggunaan   Lain   (APL)   guna   memberikan   manfaat   optimal   sesuai  berbagai   fungsi   hutan.  Berkaitan   dengan   pemanfaatan   secara   optimal,   Propinsi   Kalimantan   Barat  telah   berkomitmen   dengan   keluarnya   Peraturan   Daerah   (Perda)   Propinsi  Kalimantan   Barat   No.   6   Tahun   2018   tentang   Pengelolaan   Usaha   Berbasis  Lahan   Berkelanjutan .   Perda   tersebut   memberikan   pertimbangan   utama  pentingnya   pengelolaan   yang   bijaksana   sumber   daya   alam   yang  dianugerahkan   oleh   Tuhan   Yang   Mahaesa   secara   berdayaguna,  berhasilguna   dan   berkelanjutan   bagi   sebesar -besarnya   kemakmuran  rakyat   generasi   kini   maupun   mendatang.  Hal   ini   juga   sejalan   dengan   Visi   dan   Misi   saya   sebagai   Bupati   Ketapang, yakni   Ketapang   Yang   Maju   Menuju   Masyarakat   Sejahtera,   yang   secara  khusus   dalam   pengelolaan   kualitas   hutan   diterjemahkan   dalam   Misi   pada  poin   keenam   yaitu   meningkatkan   Pengelolaan   dan   Pemanfaatan   Sumber  Daya   Alam   di   Kabupaten   Ketapang. Perlu   diperhatikan   bahwa   alam   memiliki   arti   sangat   besar   dan   bisa  dikatakan   menentukan   hidup   manusia,   karena   fungsi-fungsi   alam   yang bekerja   juga   bagi   manusia   atau   sekaligus   manusia   menjadi   bagian   dalam  landscpae   ecology   alam   tersebut.   Fungsi-fungsi   alam    itu   meliputi :  Pertama,   FUNGSI   REGULASI ,    terkait   dengan   kapasitas   ekosistem   alam untuk   mengatur   proses   ekologis   yang   esensial   untuk   menunjang   sistem  kehidupan   dan sebaliknya   juga  mempertahankan   kesehatan   lingkungan  dengan   menyediakan   udara   bersih,   air   dan   tanah; Kedua,    FUNGSI   PEMBAWA/ CARRIER   dari   alam   yang menyediakan   ruang  dan   bahan   atau   medium   yang   sesuai   untuk   aktivitas   manusia   seperti  kebiasaannya ,   rekreasi   dan    cocok   tanam;  Ketiga,   FUNGSI   PRODUKSI   alam   yang   menyediakan   berbagai   sumberdaya  mulai   dari   pangan,   bahan   mentah   untuk   industri,   energi   sampai   kepada material   genetik ;   serta   Keempat,   FUNGSI   INFORMASI    dimana   alam   memberi   kontribusi   kepada manusia   untuk   kesehatan   mental   dengan   menyediakan   kesempatan  untuk   refleksi,   pencerahan   spiritual ,   membangun   kognitif   dan  pengalaman   estetika.
Keempat   fungsi   alam   tersebut   secara   utuh   mempengaruhi   kehidupan  manusia.    Maka   untuk   itu,   sangatlah   tepat   bila   hasil   Baseline   ini   berhasil  memetakan   kondisi   yang   ada   (existing   conditions )   dan   kemudian  memberikan   rekomendasi   menyusun   rencana   pengelolaan   awal   dalam  pemanfaatan   hutan   yang   berkesinambungan   di   Areal   Penggunaan   Lain  (APL)   bagi   pemerintah   daerah   Kabupaten   Ketapang.  Mengapa   menjaga   Hutan   di   APL   menjadi   penting   karena   Hutan   yang   ada  di   APL   cukup   luas   dan   banyak   diantaranya   masih   berupa   hutan   sekunder .  
Sesuai   dengan   peruntukannya,   maka   hutan   yang   terdapat   di   APL   ini   dapat   
dialihkan   fungsi   dan   peruntukannya   sesuai   dengan   kebutuhan ,   sepanjang  tidak   bertentangan   dengan   RTRWP /K.   Apabila   konversi   dari   tutupan hutan   menjadi   tidak   berhutan   di   APL   terjadi,   maka   dampak   negatif  terhadap   ekosistem   secara   fisik   akan   muncul   dan   dapat   merugikan masyarakat   di   sekitar nya.“Kami   sampaikan   lagi   bahwa   luas   tutupan   hutan   di Kabupaten   Ketapang   selalu   berkurang   dari   waktu   ke   waktu .   Menanam, memelihara,   meningkatkan   kualitas   dan   kuantitas   hutan   sungguh  memerlukan   sumber   daya   yang   besar,” kata Bupati ketapang.
Maka,   upaya   penyelamatan   hutan  terutama   di   APL   harus   didukung   oleh   segenap   pihak,  Ia mengatakan, apabila   dalam  baseline   hutan   di   APL   Kabupaten   Ketapang   yang   kita   diskusikan   menghasilkan   luaran   yang   sangat   concern   dalam   meningkatkan  Pengelolaan   dan   Pemanfaatan   Sumber   Daya   Alam   di   Kabupaten Ketapang,   sesuai   dengan   visi   dan   misi   yang   telah di sampaikan  sebelumnya . maka   Pemerintah   Kabupaten   Ketapang   memiliki   komitmen   untuk  mewujudkan   hal   tersebut   sebagaimana   yang   tertuang   dalam   hasil   kajian . Harapannya ,   FGD   pada   Senin 27 Mei 2019   dapat   dibantu   kesuksesannya   dengan   memberi   masukan   dan   saran   demi   perencanaan  pengelolaan   Kabupaten   Ketapang   yang   peduli   lingkungan   berhutan,  menjadi   bagian   dalam   landscpae   ecology   alam   dengan   menjaga  keseimbangannya .   Memenuhi   aspek   sosial ,   ekonomi,   dan   ekosistem  dengan   perencanaan   alokasi   dan   pengelolaan   lahan   hutan   yang   lebih  efektif. @


LIputan Herie Priyoko

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007