home news guestbook contact
Sabtu, 23 Maret 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Halaqoh Penguatan Aswaja dan Politik Kebangsaan Nahdatul Ulama

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 26 February 2019, 11:59 am


Setelah Tabliqh Milineal di Halaman Mapolres Ketapang, Senin (25/2) malam, kembali Halaqoh Penguatan Aswaja dan Politik Kebangsaan Nahdatul Ulama dalam rangka memeriahkan Harlah NU ke 93 dilaksanakan di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas, Selasa (27/2) pagi. Dalam kegiatan yang dibuka Edy Junaidi S.Sos, Staf ahli Bupati Ketapang Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan dihadiri juga KH. MA'RUF KHOZIN, Aswaja NU center Jawa Timur, selaku narasumber dalam kegiatan halaqoh penguatan aswaja dan politik Kebangsaan Nahdatul Ulama.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penitia pelaksana, atas upaya positif dan kerjanya dalam memprakasai pelaksanaan kegiatan ini, sehingga bisa terlaksana sesuai dengan yang direncanakan," tegas Edy Junidi, S.Sos, Staf Ahli Bupati Ketapang.
Mantan Kasat Pol PP Kabupaten Ketapang ini menyebutkan ketika kita berbicara tentang kebangsaan, mungkin ada baiknya dingat kembali kembali bahwasanya negara ini memiliki beberapa pilar kebangsaan yang menyanggah berdiri kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa indaonesia. Pilar penyangga suatu bangunan harus memenuhi syarat, disamping kokoh juga harus sesuai dengan bangunan tersebut sederhana, maka tidak perlu memiliki tiang yang terlalu kuat.
Tetapi apabila bangunan tersebut merupakan bangunan yang permanen, maka

tiang yang digunakan mesti dari bahan yang kuat.Demikian juga halnya dengan negara kita. Karena negara dan bangsa kita adalah negara dan bangsa yang besar, memiliki wilayah yang cukup besar.
Maka,maka agar tetap kokoh dan kuat, kita harus menjaga pilar-pilar tersebut. Adapun pilar tersebut adalah pancasila, UUD 45, NKRI, bhinneka tunggal ika 4 (empat) pilar kebangsaan adalah soko guru (tiang penyanga yang kokoh) yang membuat seluruh rakyat Indonesia merasa aman, nyaman dan tentram, sejahtera dan terhindar dari jenis berbagai gangguan.
Satu pilar yang kuat dan kokoh akan mampu menangkal berbagai jenis gangguan

dan ancaman dari luar. Suatu negara pasti memiliki sistem keyakinan atau belief sistem, yang menjadi landasan hidup seluruh rakyatnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Siapapun, nahdatul ulama memiliki tanggung jawab yang besar terhadap masa

depan bangsa indonesia sebagai konsekuensinya nahdatul ulama tidak bisa

menafikan diri dari politik kebangsaan untuk mewujudkan cita-cita

kemerdekaan," ucapnya.
Lebih lanjut disebutkan,mengenai cita-cita persatuan politik kebangsaan, nahdatul ulama harus menumbuhkan semangat saling menghargai baik antar etnis, suku, kedaerahan, agama, maupun golongan semangat ini harus selalu dipupuk dan ditumbuhkan, dengan prinsip kekeluargaan sebagai dasar semangat kebangsaan kita. Kepada pengurus cabang nahdatul ulama, ia mengucapkan terimakasih, atas segala kontribusinya terhadap pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Ketapang dalam pembentukan karakter umat yang bertaqwa serta turut aktif dalam meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dan kesatuan. Staf ahli BUpati Ketapang mengajak kepada pengurus Nahdatul Ulama dan para tokoh agama untuk senantiasa bersinergi positif dengan pemerintah daerah, agar semakin mampu memantapkan tekad dan komitmen serta konsistensi dalam meningkatkan peran tokoh agama serta mengabdi menjadi yang terbaik di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Ketapang."Sekali lagi saya mengharapkan agar para peserta dapat menyerap, menggali, menjabarkan, sekaligus dapat memperaktekan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tuntasnya.@


Tim Peliput Dokumentasi Humas Setda Ketapang
Foto: Darnain
Teks: Yogi Pratama Putra

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007