home news guestbook contact
Kamis, 18 Oktober 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pelepasan Pemberangkatan Jemaah Calon Haji Ketapang Musim Haji 1439 H/2018

Pengirim : andy candra
Tanggal : 28 July 2018, 4:03 pm


Pelepasan pemberangkatan haji Kabupaten Ketapang dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang, Sabtu (28 Juli 2018). Pelepasan secara resmi dilakukan Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos. Kemudian, pemberangkatan sebanyak 248 jemaah calon haji Ketapang menuju Pontianak dilaksanakan, Minggu (29 Juli 2018) di Pendopo Bupati Ketapang.

Menurut Drs H.Gusti Indra Kusuma, M.Si, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Ketapang jumlah Jemaah calon haji Kabupaten ketapang berdasarkan kuota haji adalah 249 orang. Namun satu orang meninggal dunia atas nama Yuliana Nasir Said asal Kecamatan Delta Pawan sehingga yang berangkat berjumlah 248 orang jemaah haji ditambah satu pendamping, yaitu saudara Munizar S.Pd.I yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang. “Syukur Alhamdulillah sampai hari ini jemaah calon haji dalam keadaan sehat wal afiat,” tegas Drs H.Gusti Indra Kusuma, M.Si, Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Ketapang.
Jemaah calon haji Ketapang akan diberangkat dari ketapang menuju Pontianak pada hari Minggu 29 Juli,mempergunakan pesawat NAM Air dan Wings sebanyak 4 kali penerbangan. Kemudian dari asrama haji Pontianak menuju embarkasi Batam dilakukan pada tanggal 30 Juli 2018 mempergunakan Sriwijaya Air. Sedangkan dari Hang Nadim dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2018 mempergunakan pesawat Saudi Arabia Air Lines. “Jemaah haji, Insya Allah akan tiba di Ketapang pada tanggal 12 September 2018,” ucap mantan Camat Kendawangan.
Ia menerangkan berkaitan dengan biaya transportasi jemaah calon haji dari Ketapang menuju Pontianak pulang pergi (PP), maka berdasarkan Keputusan Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dibebankan kepada calon jemaah haji. Dalam kesmepatan itu ia juga menerangkan JCH berdasarkan kelamain, pendidikan dan pekerjaan. Demikian juga diperkenalkan jemaah calon haji termuda asal dari Manismata, atas nama Eva Rahayu Syamsi kelahiran 13 Maret 1989 (umur 29 tahun), dan jemaah calon haji tertua berasal dari Kecamatan Matan hilir Selatan, atas nama Hairani Uti Asran, kelahiran 26 Mei 1941 (berusia 77 tahun).
Setelah laporan dari Ketua Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Kabupaten Ketapang, pengarahan kemudian disampaikan H.Ikhwan Pohan S.Ag, M.Pd, Kepala Kantor Kemernteraian Agama Kabupaten Ketapang Arahan yang disampaikan kepada jemaah bagaimana melaksanakan ibadah haji sesuai syariat. Demikian juga pesan menjaga kesehatan dan lain sebagainya. Selain itu, Kepala kantor kementerian Agama Kabupaten Ketapang juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ketapang yang telah memberikan perhatian khusus terhadap pemberangkatan jemaah calon haji ini. Termasuk juga selama ini dilakukkan manasik haji dilakukan Pemkab Ketapang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang.
Seterusnya, tausiah singkat disampaikan H.Uti Konsen. Ia mengingatkan jemaah untuk menggantung harapan dan doa semata-mata kepada Allah SWT. Ia menceritabeberapa kejadian kekuatan doa. Dimana, kejadian pesawat yang menembus awan panas, sehingga mengalami kerusakan. Saat itu pilot sudah pasrah, dan berdoa kepada Allah SWT agar penumpang diselamatkan. Walaupun pesawat mengalami kerusakan, akhirnya pesawat bisa didaratkan darurat di Sungai Bengawan Solo. Begitu, juga kisah kejadian seorang penceramah, yang melakukan umroh pada bulan Ramadhan. Biasanya, di Masjidil Haram suudah biasa dibagikan tajzil untuk berbuka puasa. Karena ia tidak menggantungkan harapan kepada Allah, entah bagaimana ia dilewati orang orang Arab yang membagikan makanan berbuka puasa. Ia menyadari, karena semata-mata tidak menggantungkan harapan kepada Allah, keesokan harinya, ia benar-benar menggantungkan harapan kepada Allah, maka walaupun menyendiri di tempat agak jauh dari keramaian, tetapi berlomba-lomba orang Arab membagikan santapan berbuka puasa kepada dirinya. Begitu juga, jika dalam manasik banyak dibekali doa, tetapi dalam melaksanakan ibadah haji tidak memungkinkan menghafalkan doa. Maka H.Uti Konsen mengingatkan agar jangan melupakan doa sapu jagat. Ia menceritakan suatu ketika salah satu mantan Menteri Agama hadir dan diharapkan membaca doa. Tapi dalam acara itu ia membaca doa singkat, yaitu doa sapu jagat, “ Rabbanaa Aatinaa Fiddun Yaa Hasanah, Wa Fil Aakhirati Hasanah, Waqinaa ‘Adzaa Ban Naar. Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirrat, dan jagalah kami dari siksa api neraka. Jangan dilihat dari panjangnya doa, tapi makna dan menggantungkan harapans emata-mata kepada Allah SWT.“Yakinlah dengan kekuatan doa, dan gantungkan harapan semata-mata kepada Allah,” ucap H.Uti Konsen.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007