home news guestbook contact
Selasa, 11 Desember 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Ketapang Siap Hadirkan Pilkada Damai 2018

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 23 June 2018, 5:56 pm


Dalam menjaga situasi Ketapang tetap aman dalam proses pelaksanaan Pemilukada 2018, Polres Ketapang menggagas tatap muka Forkopimda dengan KPU, Panwaslu, FKUB, Kepala desa, Kapolsek, Danramil, Babinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Masyarakat, Tim Sukses Paslon, dan perangkat penyelenggara Pilkada. Tatap muka tersebut digelar di Pendopo rumah dinas Bupati Ketapang, Sabtu (23 Juni 2018). Tatap muka ini diusung dengan tema Kabupaten Ketapang siap menghadirkan Pilkada damai 2018 sebagai cermin kedewasaan demokrasi.

Bupati Ketapang yang diwakili Wabup Ketapang, Drs H.Soeprapto S mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bnerpartisipasi secara aktif mensukseskan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, terutama menjaga Kabupaten Ketapang tetap kondusif. Karena itu, berbagai informasi yang berkembang haruslah kita inventarisasi sehingga memudahkan untuk diambil tindakan ataupun keputusan yang tepat dan cepat dalam bertindak.Ia berharap pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, khususnya di Kabupaten Ketapang berjalan dengan baik. Meskipun diketahui selama ini Kabupaten Ketapang paling kondusif, Bupati Ketapang melalui Wakil Bupati Ketapang mengajak kita tetap perlu waspada mengimbangi dinamika yang ada di masyarakat.”Semoga apa yang kita harapkan dapat terlaksana dengan baik,” tegas Wakil Bupati Ketapang.
Selanjutnya pengarahan disampaikan Ketua KPU Ketapang, Ronny Irawan. Selain mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, aparat keamananan, dan seluruh pihak, ia menjelaskan tahapan-tahapan yang sudah dilakukan, dan berharap pelaksanaan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat berjalan sesuai dengan harapan kita semua.Panjang lebar ia memaparkan proses yang sedang dilaksanakan, baik jumlah TPS, distribusi logistik, daftar pemilih tetap, tata cara pindah memilih dan lain sebagainya.
Dalam kesempatan tersebut, Ronny Irawan juga berpamitan dengan karena masa tugasnya bersama Alkap Pasti sebagai anggota KPU Ketapang, terakhir adalah pada tanggal 23 Juni 2018.
Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Ketapang, Hadianto. Ia melaporkan bahwa jumlah personil Panwaslu. Untuk melakukan semua tahapan proses pemilukada, tentu diakuinya aparaturnya terbatas, karena itu mereka mengharapkan partisipasi masyarakat membantu melakukan pengawasan pada proses pemilukada 27 Juni 2018. “Apalagi di daerah kita beberapa tempat ada yang digolongkan kategori rawan, mari kita awasi Pemilukada,” ucapnya Ketua Panwaslu Ketapang.
Ia juga menyebutkan masa tugasnya akan berakhir pada Agustus 2018. Akan, tetapi saat ini sudah dibuka lowongan Banwaslu Kabupaten Ketapang. Karena nanti Banwaslu Kabupaten Ketapang akan permanen seperti KPU.
Selanjutnya pengarahan juga disampaikan oleh FKUB Kabupaten Ketapang. Melalui pendeta Yance, disebutkannya bahwa sebentar lagi akan dilaksanakan Pemilukada. Satu hal yang paling dirindukan adalah pemilu damai. Untuk Pilkada damai mulai dari diri kita sendiri. Kita bisa beda pilihan tapi kita tidak hilang rasa damai. “Mari kita ,mulai dari diri kita sendiri Menciptakan suasana yang damai,” ucapnya.
Pengarahan seterusnya dfisampaikan oleh Dandim 1203 Ketapang. Letkol (inf) Riko Haryanto memberikan apresiasi kepada Kapolres yang mengganggas tatap muka untuk mensukseskan Pilkada Guburnur dan Wakiol Gubernur Kalbar. Untuk pelaksanaan Pilkada yang aman di wilayah Kalbar disebutkan Dandim 1203 Ketapang, bahwa sudah ada pertemuan ditingkat propinsi Kalbar. Bahkan melalui Pangdam Tanjungpura bersama Kapolda Kalbar sudah melakukan MoU. Dimana, salah satu isinya TNI di wilayah Kalimantan Barat baik tingkat Babinsa, Danramil, dan Kodim di BKU-kan ke Polres. Karena sudah ada MoU, maka mensukseskan Pilkada tergantung sinergitas. Selain mengamankan, melaksanakan, maka kita juga mempunyai tanggungjawab untuk mensukseskan Pilkada seluruh wilayah Kalbar. Termasuk, memastikan distribusi logistik sampai ke TPS. Karena distribusi logistik sampai ke 1.104 TPS yang ada juga merupakan salah satu indikator aman. “TNI dan Polri, siap membantu,” tegas Dandim 1203 Ketapang.
Selain menginventarisir kondisi di lapangan, baik DPT yang disampaikan menurun dan lain sebagainya, maka perlu diinventarisir. Intinya dalam mengamnkan Pilkada, rantai komando harus tetap dilakukan. Segala hal di lapangan harus diantisipasi. Karena itu, diimbau juga seluruh lapisan masyarakat tidak mudah percaya denganberita hoaks di media sosial. Jika menemukan berita hoak, hendaknya jangan disebarkan lagi.”Kesuksesan pilkada tergantung pada kita yang hadir disini, semoga Pilkada aman dan lancar tanpa apa pun di Ketapang ini,” harap Dandim 1203 Ketapang.
Sementara itu, Kapolres Ketapang , AKBP Sunario S.IK, MH membenarkan pihaknya menggagas dilakukannya tatap muka Forkopimda dengan KPU, Panwaslu, FKUB serta camat, Kapolsek, Danramil. Selain itu dilibatkan Kades, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh masyarakat, Tim sukses pasangan Calon, dan penyelenggara pilkada. Dilibatkan kades, babinsa dan babinkamtibmas, karena unsur ini yang paling dekat dengan masyarakat. “Tujuan adalah menjaga situasi kamtibmas di Ketapang aman, kita libatkan semua, prediksi petingi kita di pusat bahwa Pilkada di Kalbar terawan nomor dua setelah Papua, tapi nanti mudah-mudah dapat dijawab dengan teraman di Indonesia,” ucap Kapolres Ketapang.
Apalagi terkait dengan dikeluarkannya surat edaran KPU nomor 574 tentang penggunaan formulir C6 dalam Pilkada, maka Kapolres Ketapang mengharapjkan dapat langsung ditanyakan kepada ketua KPU Ketapang dalam sesi tanya jawab. Sebab, surat edaran yang waktunya sangat “mepet” sekali itu ia yakin tidak bisa tersosialisasikan dengan baik. Maka, dengan bantuan semua komponen bisa menjelaskannya kepada masyarakat. Itulah salah satu tujuannya dilakukan pertemuan tersebut. Terkait dengan logistik pemilukada di wilayah kabupaten Ketapang, pada pukul 03 dini harui Sabtu (23 Juni 2018) sudah sampai ke Kecamatan. Kapolres mengharapkan semua tahapan berjalan aman dan lancar, siapa pun yang menjadi pemenang, itulah yang terbaik. Situasi aman tersebut dicontohkan Kapolres dalam bentuk sebuah keluarga dengan negara, jika keluarga itu baik, maka baik juga sebuah negara. Ia menyebutkan, jika anaknya baik, ibu dan bapaknya baik maka keluarga itu akan menjadi baik. Begitu juga dengan desa, kecamatan, kabupaten, sampai ke negara.
Selanjutnya ia menuturkan, bahwa saat ini di media sosial, banyak sekali diajarkan dengan kebencian. Karena itu, jika ada sebuah informasi, hendaknya dilakukan pengecekan kebenarannya terlebih dahulu. Seterusnya, Kapolres menyebutkan, terbatasnya aparat TNI dan Polri, maka mereka tidak bisa bekerja sendiri mengamankan seluruh wilayah Kabupaten Ketapang. Karena itu, antara masyarakat dan aparat hendaknya saling menjaga, terlebih lagi mensukseskan Pilkada 27 Juni 2018 di 1.104 TPS.
Dalam kesempatan itu, juga direview ulang bagaimana kondisi Ketapang masa lalu melalui video, berkat aman masuklah investor yang membuka akses jalan dan dilaksanakannya pembangunan di berbagai sektor. Usai menyaksikan video tersebut, selanjutnya Kapolres Ketapang menegaskan pentingnya menjaga rasa aman.Karena itu, pada tanggal 27 Juni 2018, bukanlah sebuah perpecahan, tetapi menjadi momentum kita untuk merekat persatuan dan kesatuan. Kapolres mengingatkan kepada seluruh warga Kabupaten Ketapang untuk tidak mudah diadu domba.
Seterusnya, sesi tanya jawab digelar. Terkait dengan edaran KPU RI Nomor 574 tahun 2018 dipertanyakan masyarakat. Hal tersebut, berbagai pertanyakaan para kepala desa dijawab dengan baik oleh Ronny Irawan, Ketua KPU Ketapang. Salah satunya terkait dengan menggunakan hak pilih tidak mesti harus membawa E-KTP, tetapi cukup menggunakan undangan memilih dan memastikan nama terdaftar di Daftar pemilih tetap. Demikian juga sekiranya, terjadi pemindahan lokasi memilih di daerah lain, diharusnya membawa surat keterangan pindah memilih.Tatap muka yang berisikan sosialisasi tentang surat edaran KPU nomor 574 tersebut, berakhir menjelang pukul 12.00 WIB.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007