home news guestbook contact
Selasa, 28 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Diskusi Tematik Konservasi Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 22 April 2018, 12:43 pm


Diskusi Tematik Konservasi Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat digelar di Pendopo rumah jabatan Bupati Ketapang, Jum’at (20/4) sore. Diskusi yang menghadirkan Direktur Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia dan Direktur Habitat For Imunity Indonesia tersebut dibuka oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan SH. Dalam diskusi ini juga dihadiri Asisten II setda Ketapang, H.Farhan SE, M.Si dan Staf Ahli Bupati Ketapang, Ir.JP. Setio Hernowo M.Sc.

Diskusi yang dihadiri para beberapa kepala OPD, camat, pengurus yayasan, maupun LSM di Ketapang ini dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.Bupati Ketapang berterima kasih atas kedatangan pengurus NGO dan LSM sehingga bisa datang dalam diskusi tematik tersebut. Ia mengatakan diskusi yang dilakukan tentunya dalam kerangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan di daerah.Ia menuturkan, pemerintah secara berjenjang sudah mengajak para NGO untuk ambil bagian dalam pembangunan daerah. “Oleh sebab itu, dalam beberapa waktu yang lalu dari yayasan IAR ada bertemu dengan saya, jadi saya katakan kita jadwalkan beberapa waktu kemudaian dari Habitat for Imunity indonesia mengajak diskusi, silakan kita gabung saja pada tanggal 20 April pada hari ini,” kata Martin Rantan SH, Bupati Ketapang, Jum’at (20/4) sore.
Sosok yang juga Ketua DPD Partai Golkar Ketapang menyebutkan nanti akan kita ketahui paparan singkatdari Habitat For Imunity Indonesia. Karena lembaga ini akan masuk ke Ketapang. Setelah itu, akan ditindaklanjuti. Kemudian dilanjutkan dengan paparan IAR. “Setelah itu kita diskusilah,” ucap sosok yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Ketapang.
Diskusi yang dilakukan adalah bagaimana membangun Ketapang ini secara sinergis. Dilanjutkannya, di Ketapang ini sudah ada beberapa yayasan yang sudah cukup tua dan cukup lama berkarya di Kabupaten Ketapang, Kemudian Martin Rantan memperkenalkan Yayasan Pangudi lLuhur dibidang pendidikan, dan yayasan Pelayanan kasih dibidang kesehatan.
Bupati Ketapang menyebutkan, NGO yang benar adalah NGO yang berkarya, NGO yang bermitra dengan pemerintah untuk membangun daerah. Karena itu, ia berpesan kepada yayasan IAR dalam rangka membangun Ketapang ini. Maka, kali ini fokusnya bagaimana pelestarian orang utan. Maka, tidak hanya orang utan diurus bagus-bagus. Tapi orang benaran juga diurus. Tetapi kemarin yayasan IAR sudah diskusi dengan dierinya. Dimana, sudah ada penegasan lembaga ini tidak hanya mengurus orang uta. Tetapi juga mengurus orang benaran juga. Karena itu, Bupati sangat berterima kasih, sehingga pada hari ini dilakukan diskusi.
Kemudian, mantan anggota DPRD Kalbar ini mengatakan jangan sampai sebuah lembaga hanya NATO (no Action Take Only). Karena itu, ia berterima kasih kepada seluruh seluruh NGO, yayasan, dan LSM yang sudah memberikan kontribusi positip dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Ketapang,. “Termasuk juga LSM Gasak yang disebut Bupati mengawasi urusan anti korupsi di Kabupaten Ketapang,, jadi teman-teman nanti diajak berpkirnya seperti ini, dan juga kepada para yayasan yang sudah berkarya di Kabupaten Ketapang dibidang kesehatan dan pendidikan, dan juga IAR yang bidang lingkungan, saya berpesan tidak hanya orangutan, tap kamii orang benaran juga diurus,” ucapnya.
Kepada Yayasan Habitat For Imunity Indonesia , Bupati berharap bisa memberikan penjelesannya yang nanti akan ditindaklanjuti,. Kemudian, Bupati juga meminta Bappeda untuk membuat notulensi kegiatan dari pengarahan sampai ke diskusi. Karena apa yang mengalir dalam pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti dalam rencana kerja pemerintah daerah. Sehingga apa yang menjadi rencana kerja NGO tersebut bisa menjadi bagian dari rencana kerja pemerintah Kabupaten Ketapang. Selain itu, Bupati juga meminta kepada Kesbangpol Ketapang, agar NGO, Yayasan dan LSM yang ada di Ketapang untuk dilakukan pendataan. Sebab, jika tidak didata khawatir NGO masuk beisa berrubah menjadi “bibit teroris”. Pentingnya pendataa itu, Bupati Ketapang menyebutkan seperti kejadian Gafatar. Begitu juga dengan NGO yang fundingnya berasal dari luar negeri.”Jadi perlu didata, saya pikir perlu ada diskusi seperti ini enam bulan sekali atau satu tahun sekali,” ujarnya.
Lebihlanjut, Bupati Ketapang menyarankan agar dalam Musrenbang lembaga NGO juga diikutsertakan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada program lembaga bisa selaras dan pararlel dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati.
Kemudian, Martin Rantan menguraikan visi misi diantaranya, dalam urusan pemerintahan yang baik, ia yakin beberapa LSM bisa mengkritisi keputusan pemerintah,. Tidak hanya kebijakan pemerintah, tetapi Pegawai-pegawai yang tidak masuk kerja juga disuarakan. Jangan hanya Bupati yang merazia pegawai di warung kopi. Karena itu, bantu pemerintah menyuarakan secara berimbang dan balance.
Kemudian berkaitan dengan peningkatan infrastruktur daerah. Disebutkannya ada beberapa daerah yang tertinggal, misalmnya ketika investasi masuk ke sana ada banyak atau beberapa CSR yang dilakukan isana. Seperti membangun lapangan voly, rumah adat dan lain sebagainya.
Ketiga adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Disebutkan Bupati, bagaimana program pemberdayaan masyarakat bisa terintegarasi. Ia mencontohkan pemerintah memberi bantuan kepada masyarakat. Tetapi, yang dibantu tidak bisa mengelola atau tidak bisa memanfaatnya. “jadi percuma juga. Jadi kami berharap, NGO ini bekerja ini untuk mengubah mindset masyarakat. Jadi mereka tidak menjadi yang konsumtif tetapi menjadi produktif bekerja akhirnya mendapatkan hasil, karena banyak kasus pada APBD, masyarakat dibantu dengan kolam tapi kolamnya tidak ada isi, yang ada hanya kodok. Jadi kita berharap kepada teman-teman NGO ini, kita minta agar bisa mengubah mindset masyarakat,” tutur Bupati Ketapang.
Keempat asdalah pengembangan sumber daya manasia. Tentunya dengan pelatihan dan lain sbagainya yang dilakukan oleh lembaga NGO membuat masyarakat menjadi pintar, menjadi terberdayakan. Mindsetnya berubah. Paradigmanya berubah.
Misi Kelima adalah pemberdayaan masyarakat desa dan pemerintah desa. Disebutkan martin Rantan, bahwa pemerintah desa itu struktur.Dan, hirarki ini menjadi kewenangan dinas pemberdayaan pemerintah dan desa dan pemberdayaan masyarakat.”Tetapi, dalam pemberdayaan masyarakat, NGO bisa masuk dalam domain tersebut,” ujarnya.
Kemudian, misi Bupati dan wakil Bupati Ketapang yang keenam adalah pengelolaan Sumber daya Al;am dengan memperhatikan lingkunganhidup. Karena itu, Bupati Ketapang berharap pembangunan di Ketapang ini berlansung secara berimbang. Jika dalam pembangunan fisik, maka sesuai dengan tata ruang. Dalam tata ruang disebutanya ada kawasan hutan lindung, hutan produksi, hutan konversi, maupun Area Penggunaan Lain (APL). Jika di kawasan APL, Bupati Ketapang meminta NGO jangan berteraiak ini tidak boleh. Karena urusan APL, urusan tata ruang ini sudah ada UU yang mengatu. Karena itu, ia meminta bantu emerintah daerah,.
Disebutkan Bupati, pada kawasan APL diperbolehkan investasi menjadi kebun masyarakat , kebun sawit, kebun karet, kawasan industri dan lain sebagainya. Karena itu, tolong bantu pemerintah. Jangan sampai ketika regulasi dilakukan. Tetapi, NGO bertolak belakang, bahkan sampai ke dunia internasional. “Dengan diskusi tematik pada hari ini, kita harapkan semuanya berjalan seimbang, selaras dan pararel. Demi ketapang maju menuju masyarakat sejahtera,” tuntas Bupati Ketapang.@







 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007