home news guestbook contact
Rabu, 15 Agustus 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Koordinasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 10 April 2018, 9:09 pm


Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Ketapang menggelar Pertemuan Koordinasi Dan Advokasi Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Ketapang. Kegiatan yang dibuka secara resmi Asisten II Setda Farhan.SE.M.Si mewakili Bupati Martin Rantan menghadirkan 60 orang peserta terdiri dari 20 orang camat 24 orang kepala puskesmas dan lintas sektor terkait seperti Plt Dinas Sosial diwakili Donatus Franseda, AP.,MM yang juga Asisten I, Dinas Kesehatan diwakili sekretaris Harto,SE,M,Si Kepala Satuan Pol PP Muslimin,S.IP, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Borneo Emerald Ketapang (10/04).

Ketua TPKJM Ketapang Drg. Basaria Rajagukguk mengatakan permasalahan kesehatan jiwa sangat besar dan dapat menimbulkan beban kesehatan yang signifikan.
“ Kesehatan jiwa adalah bagian yang terintegrasi dalam semua aspek kehidupan baik itu kesehatan, pendidikan, hukum, perlindungan anak dan perempuan, sosial pilitik dan keamanan “ ucapnya.
Menurutnya gangguan jiwa berterkaitan dengan prilaku yang membahayakan diri seperti bunuh diri berdasarkan laporan dari Mabes Polri pada tahun 2012 di sebutkan Dia bahwa angka bunuh diri sekitar 0,5 persen dari 100. 000 populasi.
“ Arti ada sekitar 170 kasus bunuh diri yang di laporkan dalam satu tahun “ terang Dia.
Menurutnya lagi prioritas untuk kesehatan jiwa mengembangkan upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat atau UKBJM yang ujung tombaknya adalah puskesmas dan berkerja bersama masyarakat mencegah meningkatnya gangguan jiwa masyarakat.
Dengan kegiatan ini Basaria berharap tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat yang terdiri lintas sektor terkait dipemerintahan Kabupaten Ketapang yang terbentuk sejak 2016 dapat melaksanakan tugas sebagaimana yang tertuang dalam SK Bupati tentang TPKJM.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten II H. Farhan SE, M,Si, mengatakan kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial “Sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya” kata Farhan.
Farhan memaparkan berdasarkan Undang- Undang nomor 18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa dikatakan Upaya Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan atau masyarakat.
Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) upaya kesehatan Jiwa menurut Farhan harus dilakukan secara terintegrasi, komprehensif, dan berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan manusia yang harus dilakukan secara terkoordinasi dengan tujuan menjamin setiap orang agar dapat mencapai kualitas hidup yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan, dan gangguan lain yang dapat mengganggu Kesehatan Jiwa.
Selanjutnya berdasarkan data Kementerian Sosial tercatat dari 26 provinsi di Indonesia, jumlah penyandang disabilitas mental (ODGJ) sebanyak 4.786 orang.
Dari angka tersebut disebutkan Dia sebanyak 3.441 orang telah bebas pasung sementara 1.345 (28,1persen ) masih terpasung dan dalam penanganan.
Sementara provinsi yang sudah bebas pasung menurut data di Kemensos adalah Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Bangka Belitung.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertanggung jawab atas pemerataan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan jiwa dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat, pembiayaan yang cukup termasuk pengobatan dan perawatan gangguan jiwa untuk masyarakat miskin.
Dia menekankan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dimasyarakat harus mampu memberikan pelayanan kesehatarn jiwa termasuk pengobatan yang diperlukan. Rumah Sakit Umum harus menyediakan tempat tidur sehingga bisa merawat ODGJ yang memerlukan perawatan.
Diakhir sambutan Bupati disampaikan Asisten II Farhan mengharapkan keterlibatan aktif dari semua Lintas Sektor Khususnya yang tergabung di dalam tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) Kabupaten Ketapang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mampu mengenali kasus-kasus gangguan jiwa di masyarakat,
“ menghindari pemasungan dan mendorong anggota masyarakat untuk berobat dan melakukan kontrol sehingga masalah Kesehatan Jiwa “ ucapnya.
Sehingga di Kabupaten Ketapang dapat teratasi dengan baik dan terorganisir sehingga Ketapang dapat terbebas dari Kasus "PASUNG" dan masyarakat Ketapang yang sehat jiwa.
@tim peliput Darul / Herry

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007