home news guestbook contact
Senin, 18 Juni 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Cap Goh Meh, Lestarikan Budaya dan Galakkan Pariwisata

Pengirim : andy candra
Tanggal : 2 March 2018, 10:34 pm


MALAM perayaan Cap Goh Meh yang jatuh pada hari ke 15 Tahun Baru Imlek 2569 di Kabupaten Ketapang sekaligus dilaksanakan arak-arakan 5 naga, burung phoniex (burung Hong) tatung, pawai lampion dan mobil hias. Suasana bahagia dan penuh keakraban dalam perayaan Cap Goh Meh menjadi hiburan bagi masyarakat Kabupaten Ketapang.

Ribuan masyarakat Kabupaten Ketapang menyaksikan event perayaan tahunan yang dilaksanakan di Klenteng Tua Pekkong, Jalan Merdeka, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, 2 Maret 2018. Perayaan malam Cap Goh ini juga dilepas secara resmi oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan SH. Pelepasan dilakukan sekaligus menutup sambutan Bupati Ketapang. Dalam pelepasan yang dilakukan di peklantaran Klenteng Tua Pekkong dihadiri juga Wakil Bupati Ketapang, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Kapolres Ketapang, Dandim 1203 Ketapang, PN Ketapang, Kejari dan organisasi adat, serta panitia Cap Goh Meh Kabupaten Ketapang. Setelah pelepasan secara resmi oleh Bupati Ketapang, pengibaran bendera secara simbolis di depan Klenteng Tua Pekkong dilakukan oleh Wakil Bupati Ketapang, Drs H.Suprapto S, sekaligus dimulainya pawai menjalani beberapa ruas jalan utama di Kota Ketapang.
Sebelum pawai lampion mobil hias dan arakan-arakan naga dimulai, Rahman Effendi, sekretaris Panitia Cap Goh Meh Kabupaten Ketapang, mewakili Gow Kok Yong (Ketua Panitia) mengatakan even perayaan Cap Goh Meh ini merupakan even perayaan tahunan Yayasan Tri Dharma yang bekerjasama Badan Pemadam Kebakaran, Vihara Sila Maitreya dan beberapa yayasan yang ada di Kabupaten ketapang. Tujuan dilaksanakannya malam Perayaan Cap Goh Meh, pertama untuk melestarikan adat istiadat dan kebudayaan Tionghoa. Kedua, untuk menunjukkan keberagaman yang ada di Kabupaten Ketapang. Keberagaman ini bisa menjadi asset yang bagus untuk memacu pembangunan Kota Ketapang. Dan, Ketiga, untuk membantu Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menggalakkan pariwisata. “Dimana kita tahu Kabupaten Ketapang event pariwisata, kita di sini berusaha membantu Pemerintah menggalakkan pariwisata sehingga bisa sejajar dengan daerah lain,” tegas Rahman Effendi.
Mewakili Ketua Panitia, Rahman Effendi menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang serta instansi terkait yang telah memberikan bantuan dana kepada mereka. Ucapan teriama kasih juga disampaikan kepada pihak kepolisian, TNI dan Ormas yang telah mengamankan acara tersebut sehingga dapat berjalan dengan aman dan tertib. “Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, dan semua panitia yang telah mensukseskan acara ini, melalui kesempatan ini juga kami dari panitia meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam event ini ada kesalahan yang kami sengaja atau tidak sengaja,” kata Rahman Effendi.
Usai Rahman Effendi menyampaikan sambutan, selanjutnya Bupati Ketapang menyampaikan sambutan. Diawali dengan mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2569 dan Cap Goh yang bertepatan dengan tahun 2018 . Kepada masyarakat Tionghoa, Bupati Ketapang mengatakan mudah-mudahan kita semua diberikan kekuatan , panjang umur, sehat wal afiat, murah rezeki,. Tidak kalah pentingnya adalah semoga masyarakat Kabupaten Ketapang, selalu hidup berdampingan, rukun, aman dan damai.
“Perayaan Cap Goh senantiasa dinantikan oleh masyarakat, dan khususnya warga Tionghoa, sesuai dengan kepercayaan Tri Dharma, karena naga merupakan mahkluk suci yang muncul ke muka bumi untuk mengusir roh jahat, sekaligus memberikan rahmat, rezeki dan kedamaian, serta ketenteraman,” ucapnya.
Bupati Ketapang melanjutkan sambutannya, dan mengatakan pada malam ini kita patut bersyukur karena merayakan malam Cap Goh Meh sekaligus melepas pawai mobil hias, yang dilaksanakan oleh Yayasan Tri dharma, dan Panitia Cap Goh Meh Kabupaten Ketapang. Sosok yang diketahui juga Ketua DAD Kabupaten Ketapang mengatakan bahwa DAD Kabupaten Ketapang ada ikut serta satu mobil hias. Walaupun hiasanya tidak terlalu bagus, yang paling penting DAD Ketapang ikut berpartisipasi.
Dalam event budaya seperti malam perayaan Cap Goh Meh atau pun kegiatan event budaya lainnya, selanjutnya Bupati Ketapang mengimbau organisasi etnis yang ada di Ketapang kedepan agar ikut memeriahkan. Dengan begitu Kabupaten Ketapang akan menjadi Kabupaten yang harmonis dalam etnis. Harmonis dalam etnis sehingga Ketapang ini aman damai, maju dan masyarakatnya bisa menjadi lebih sejahtera,. “Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Perayaan pawai malam Cap Goh Meh sekaligus arak-arakan naga , lampion dan mobil hias, saya nyatakan secara resmi di lepas.,” tutur Bupati Ketapang.
Pengibaran bendera secara simbolis melepas arakan pawai lima naga,tatung, burung phoniex (Burung hong), barongsai, lampion dan mobil hias selanjutnya dilakukan Wakil Bupati Ketapang didampingi Bupati Ketapang. Selanjutnya Bupati Ketapang melambaikan tangan kepada arak-arakan naga dan kemudian ikut rombongan pawai. Ada pun rute perayaan Cap Goh meh pada malam hari yang dimulai pukul 19.00 WIB diketahui start dari Klenteng Tua Pekkong-Jaslan Merdeka- Pasar Kayong-Jalan Suharso- Jalan Sutomo-Jalan Urip Sumiharjo-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MT Haryono-Jalan Merdeka dan kembali ke Klenteng Tua Pekkong.
Perayaan Cap Goh Meh yang dilaksanakan pada 2 Maret 2018, tidak hanya pada malam hari. Perayaan dimulai dari pukul 08.00 WIB. Dan berlanjut pada malam hari pukul 19.00 WIB sampai selesai ini menyedot perhatian ribuan warga Kota Ketapang. Sepanjang jalan yang dilalui tersebut dipadati warga. Usai perayaan Cap Goh Meh, kegiatan sabtu (3 Maret 2018) kunjungan ke rumah-rumah yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Kemudian akan dilakukan ritual tutup mata dan bakar naga sekitar pukul 15.30 WIB , start dari Klenteng Tua pekkong menuju TPU Payak Kumang.@



 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007