home news guestbook contact
Sabtu, 15 Desember 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati dan Dandim Tinjau Lokasi TMMD 2018 Program Pengentasan Keterisoliran Daerah Berlanjut

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 18 February 2018, 11:51 am


Hulu Sungai, Setelah memberikan informasi pembangunan dalam acara Pramusrenbang di Gedung Paroki Menyumbung, Bupati Martin Rantan, SH bersama Dandim 1203 Letkol Inf, Riko Haryanto. Meninjau lokasi TMMD di Desa Senduruhan.

Kedatangan Bupati, Dandiam dan jajaran SKPD disambut ratusan warga desa Senduruhan dengan acara Adat oleh para Demong adat, tokoh masyarakat yang bertempat di rumah adat setempat Senduruhan, Kamis (15/2).
Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf Riko Haryanto dalam sambutannya mengatakan kunjungan Dirinya pertama kali di bulan November 2017, untuk melihat lokasi TMMD di tahun 2018.
Hari ini Pak Bupati mengecek dan saya mendampingi beliau untuk mengcek rencana lokasi TMMD artinya apa yang saya sampaikan pada bulan novenber tahun lalu sudah mulai kelihatan kata Dandim.
Dandim mengungkapkan bahwa kegiataan TMMD yang direncanakan nanti pada bulan Juli 2018, setelah umat muslim merayakan lebaran.
Dijelaskannya bahwa pelaksanaan TMMD pada bulan juli nanti, selama 1 bulan prajurit TNI akan bekerja membantu warga bergotong royong membangun sarana dan infrstruktur yang ada di desa tersebut.
Saya minta tolong dengan Kepala Desa dalam pelaksanaan Tentara manunggal membangun Desa para prajurit akan mengipnap di perumahan warga, jadi prajurit kami nanti sehari hari bekerja warga bergtong royong bersama warga kata Dandim dihadapan ratusan warga Desa Senduruhan.
Dalam pelaksanaan TMMD selama satu bulan tersebut, tentulah prajurit yang bekerja akan menumpang tinggal di perumahan warga, dengan demikian makan sehari-haripun di rumah warga.
Jika dalam pelaksanaan TMMD selama satu bulan di desa senduruhan kalau ada prajurit yang nakal silahkan laporkan ke saya atau Danramil kata Dandim seraya memperkenalkan Danramil Sandai- Hulu Sungai yakitu Kapt Inf Saudi.
Dalam pelaksanaan TMMD selama satu bulan tersebut, dimaksudkan membantu proses percepatan pembangunan di desa senduruhan selain itu diharapkan Dandim setelah prajurit nanti membaur dengan warga timbulah interaksi dengan masyarakat setempat.
Setelah itu pasti muncul hubungan emosional hubungan keterikatan seperti keluarga asuh atau anak angkat kata Dandim menjelaskan.
Untuk itu, Dandim berharapkepada masyarakat karena prajurit yang ditugaskan ada yang masih muda muda supaya dianggap keluarga atau anak asuh.
Jadi prajurit kami yang masih muda muda menginap di rumah bapak ibu anggaplah sebagai anak dan kami sampaikan juga kepada prajurit yang masih muda orang tua dirumah tempat menginap anggaplah ayah angkat kata Dandim lagi.
Ditambahkan Dandim dengan terjalinnya ikatan emosional antara prajurit dan masyarakat, apabila nanti ada permasalahan yang perlu bantuan TNI, dapat beroordinasi dengan prajurit prajurit yang pernah ditugaskan tersebut.
Bupati Martin Rantan SH dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksaaan TMMD sekitar bulan juli dengan lokasi di Desa Senduruhan ini,
Sesudah itu Bupati menyampaikan juga bahwa Pemmerintah Kabupaten Ketapang melalui Dinas PU tetap akan melanjutkan pembangunan jalan dari Sandai sampai ke Senduruhan, dan Dia berharap diakhir masa jabatannya ruas jalan tersebut sudah aspal.
Tidak hanya itu juga lanjutna pembangunan jalan dari Senduruhan terus ke bahake, ke Congkong akan diteruskan Bupati menyebutnya melalui program pengentasan keterisoliran daerah,
Supaya akses hubungan antar desa lewat darat maupun disepanjang bantaran Sungai kerio, atau sungai Bihak tetap lancar ujarnya.
Harapan kedepan dipenghujung tahun 2021, akses antar desa di Kecamatan Hulu Sungai dapat ditempuh baik melalui sungai pakai speed boad maupu lewat darat pakai kendaraan roda dua juga sampai.
Bupati menjelaskan kenapa pembangunan tidak dilaksakana sekaligus dikarena keterbatasan dana, baik yang menggunakan dana APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten,
Sementara di Kecamatan Hulu Sungai ini tidak ada jalan dan jembatan yang bisa di biayai oleh APBN, dan hanya bisa dibiayai APBD Kabupaten Ketapang.
Strategi lain pembangunan di Hulu Sungai yang akan dilakukan Bupati Martin Rantan yaitu melaksanakan kerja sama dengan perusahaan perusahaan yang ada di wilayah diwilayah tersebut, dengan program CSR nya.
Setelah melakukan pertemuan dengan Kepala Desa Demong adat desa Senduruhan, Bupati didampingi Dandim dan jajaran SKPD, berkunjung kerumah Raja Ulu Aik Petrus Singa Bansa, sesampai di lkasi tersebut Bupati dan rombogan disambut Raja Ulu Aik dengan acara adat dan di ajakan melihat situs peninggalan kerajaan Dayak tempo dulu berupa sumber mata air yang jernih.
Bupati Martin Rantan dan rombongan melihat juga pemugaran rumah adat Raja ulu Aik yang sedang berlangsung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang, dimana Raja Ulu Aik Petrus Singa Bansa meupakan pewaris barang pusaka turunan raja Ulu Aik berupa Tongkat rakyat
Menurut warga setempat kewajiban utama setiap Raja Hulu Aik melaksanakan adat Meruba setiap tahun. yaitu adat memandikan mencuci Bosi Koling Tungkat Rakyat (artinya Besi Kuning Penopang Rakyat-red), yang kegiatan tersebut dapat dijadikan even untuk menarik para wisatawan untuk berkunjung.
Benda keramat itu berujud keris terbuat dari besi kuning, yang dipercaya orang Dayak Krio merupakan sumber kehidupan manusia, benda yang dikeramatkan itu harus dipelihara para Raja Hulu Aik terus menerus.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007