home news guestbook contact
Selasa, 11 Desember 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pemasangan Kembali Tajau Di Tugu Perdamaian Masyarakat Ketapang

Pengirim : Andy candra
Tanggal : 7 February 2018, 3:50 pm


PERGANTIAN Tajau di Tugu Tolak Bala Persimpangan Jalan A.Yani dan Jalan Merdeka, Rabu (7 februari 2018) dilakukan dengan ritual adat. Selain ritual pemasangan kembali Tajau secara adat, secara resmi nama Tugu Tolak Bala berganti Menjadi Tugu Perdamaian Masyarakat Ketapang. Pergantian nama tersebut dilakukan dengan Keputusan Bupati Ketapang tertanggal 12 Januari 2018. Surat Keputusan Bupati Ketapang dibacakan oleh Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Ketapang.

Dalam acara pemasangan kembali tajau disaksikan Forkopimda Kabupaten Ketapang, kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), raja Ulu Aik (singabansa) dan tokoh multi etnis Kabupaten Ketapang. Sebelum dilakukan pergantian tajau, Nikodemus Erpan SE membacakan sejarah singkat berdirinya Tugu Tolak Bala. Setelah dipaparkan sejarah singkat Tugu Tolak bala, kemudian dilakukan ritual adat yang dilakukan oleh para dukun. Kemudian selanjutnya dilakukan ritual pemasangan tajau.
Setelah dilakukan pemasangan tajau dilakukan, Drs Yulianus MM, Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Ketapang kemudian membacakan SK Bupati Ketapang yang menetapkan Tugu Tolak Bala sebagai tugu perdamaian masyarakat Ketapang. Terdapat tiga point yang termaktub dalam keputusan Bupati Ketapang, diantaranya pertama, Tugu Tola Bala tersebut sebagai tugu perdamaian bagi masyarakat Ketapang. Kedua pengelolaan pemeliharaan Tugu Tolak Bala sebagaimana yang dimaksud pada point pertama dilakukan oleh DAD Ketapang. Kemudian ketiga keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yakni pada 12 Januari 2018.
Usai pembacaan Surat keputusan, Kemudian Bupati Ketapang, Martin Rantan SH menyampaikan kata sambutan. Sebelum pengaerahan disampaikannya, seluruh perwakilan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Ketapang dimintanya untuk ikut mendampingi. Setelah seluruh perwakilan etnis ikut mendampingi, kemudian Bupati Ketapang mensyukuri kita semua dapat berkumpul di Tugu perdamaian Masyarakat Ketapang dan didukung cuaca yang cerah. Berkumpulnya seluruh perwakilan etnis di tempat itu memenuhi undangan Dewan Adat Dayak adalah untuk mengganti tajau yang dipecahkan sesorang .Pada saat tajau pecah ketua DAD Kabupaten Ketapang banyak mendapat WA, maupun SMS. Rata-rata pesan berisikan tindakan apa yang harus dilakukan. “Pada saat mendapat kabar Tajau pecah, saya jawab kalem-kalem saja, kalau pecah, tajaunya kita ganti saja,” tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan.
Selain itu, Kapolres Ketapang juga ada menghubungi Bupati Ketapang yang meminta untuk menetralisir situasi yang sudah memanas. Ketua Dewan Adat Dayak Ketapang ini juga meminta pihak kepolisian menangkap dan melacak pelaku yang telah memecahkan Tajau di Tugu Perdamaian. “Puji syukur, Alhamdulillah, kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polres Ketapang yang sudah mengamankan pelaku pemecahan Tajau,” ucap Martin Rantan SH yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Ketapang periode 2004-2014.
Selain itu, diketahui bahwa pelaku memecahkan tajau tidak ada pihak yang menyuruh. Pelaku juga bertindak tidak ada perintah dari pihak manapun. Atas nama pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, Bupati Ketapang menyampikan apresiasi dan terima kasih atas pemasangan kembali tajau yang pecah.
Selain itu, kehadiran seluruh undangan di Tugu Perdamaian Masyarakat kabupaten Ketapang adalah untuk mengingat kembali peristiwa 2001. Mengapa di tempat tersebut menjadi lokasi perdamaian masyarakat Ketapang. Ketika itu, beberapa daerah di Kalimantan barat terjadi kerusuhanseperti Kabupaten sambas, Kabupaten Pontianak dan lain sebagainya, termasuk wilayah Sampit Kalimantan Tengah. Agar kerusuhan etnis tidak terjadi di Kabupaten Ketapang, dilakukan perdamaian di tempat itu. Ketika itu Bupati Ketapang, adalah H.Morkes Effendi dan Wakil Bupati Ketapang adalah Laurentius Majun SH. Pada waktu itu dilakukan ritual tolak bala, sehingga dinamakan Tugu Tolak Bala. Pemangku Tugu Tolak Bala adalah Laurentius Majun SH, Wakil BUpati Ketapang ketika itu.
Oleh sebab itu, siapa pun yang melakukan pengrusakan, termasuk juga alam. Maka, pemasangan kembali tajau dilakukan dengan ritual secara adat. Hal itu dilakukan, supaya pemasangan adat tidak menyimpang dari makna sebelumnya. Bupati ketapang juga menyebutkan, mulai sekarang Tugu ini dikukuhkans ebagai tugu perdamaian seluruh masyarakat ketapang, seluruh etnis dan multi agama.
“Karena itu tokoh adat diundang kembali, supaya masyarakat Ketapang tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, selain itu jangan sedikit-sedikit mainkan suku maupun mainkan agama, saya ingatkan kembali supaya dalam membangun Ketapang ini jangan sampai sedikit-sedikit mainkan suku atau mainkan agama,” papar Martin Rantan.
Jika kita bisa hidup berdampingan dengan seluruh suku dan agama, ia yakin kita semua bisa membangun Ketapang lebih maju dan sejahtera. Kemudian, Bupati Ketapang mengucapkan terima kasih kepada pimpinan organisasi etnis dan DAD Kabupaten Ketapang yang telah melaksanakan ritual tolak bal. terima kasih juga disampaikan kepada aparat keamanan, TNI, kepolisian dan lain sebagainya. Tentunya Polisi dan tentara jadi kuat, jika rakyat membantu proses keamanan. “Dengan diganti tempayan ini, mari kita netralisir situasi yang pernah sempat memanas, mari kita bersatu dan bekerjasama menciptakan daerah ini aman dan kondusif,” lanjutnya.
Terkait tak lama lagi akan diselenggarakannya Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat, Bupati ketapang menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam perayaan Natal bersama di Pontianak. Presiden mengharapkan situasi Kalbar tetap aman dan kondusif. Karena itu, para calon kepala daerah diusung oleh partai politik, maka Masyarakat Ketapang diharapkan tidak melakukan politik identitas. “Biarkan dalam mengkampanyekan calon gubernur dilakukan organisasi partai pengusung dan pendukung,” tuntasnya.
Setelah memberikan sambutan, Selanjutnya Bupati Ketapang bersama Forkopimda dan tokoh etnis berfoto bersama di depan Tugu Perdamaian Masyarakat Ketapang. Setelah itu dilakukan penyerahan SK Bupati Ketapang kepada Wakil Ketua DAD Kabupaten Ketapang.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007