home news guestbook contact
Sabtu, 17 November 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tahun Politik, Bupati Minta PNS dan Kades Bersikap Netral

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 6 February 2018, 10:34 am


Menghadapi Pilkada Gubernur 2018, Bupati Ketapang Martin Rantan berharap masyarakat Ketapang damai dan kondusif. Ia meminta urusan Pilgub, masyarakat tidak bicara agama, tidak bicara suku. Para Pegawai Negeri Sipil diminta juga bersikap netral. Karena para calon ini didukung oleh partai semua, menurut Bupati, biarlah organ partai saja yang bergerak. Jangan pegawai negeri, kepala desa ikut-ikutan sampai naik ke pentas kampanye dan lain sebagainya.

Dikatakannya, biar partai yang mengurus dan mengkampanyekan calon yang mereka usung pada Pilgub. Jangan bawa-bawa nama suku dan agama. "Seperti saya, walaupun saya jadi Bupati tidak semua orang satu suku dengan saya memilih saya, kalau orang sudah menginginkan saya menang banyak juga orang Delta Pawan, Suka Baru, Sukabangun yang pilih saya. Jadi pada hari ini, saya bupati semua suku, semua agama di Kabupaten Ketapang ini," tegas Martin Rantan, Bupati Ketapang saat di Marau. Ia juga menyebutkan, bahkan dalam ruangan tersebut banyak wajah yang tak pilih dirinya."saya tahu, tapi sudahlah, itu bagian dari masa lalu, tapi masa akan datang kalau saya mimpin bagus, jangan macam itu lagi," tandasnya.
Selain itu, Bupati Ketapang menyebutkan adanya agenda partai yang dipimpinnya di Marau.Supaya tidak salah faham, diterangkannya pada Sabtu sore di Marau, dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Ketapang nanti akan berganti pakaian partai politik. Bukan dirinya mengajak orang masuk pada partainya. Tetapi, memang di Marau ada agenda penutupan open turnamen bola voly se-Ketapang.
Jadi kalau ada masyarakat yang bukan anggota partainya, kalau pun sekedar menonton tidak ada masalah. Masa sekedar menonton pertandingan olahraga saja tidak boleh.
Bupati meminta Jangan kita berpolitik buta tuli. Karena urusan politik hanya 2,5 menit saja saat dihadapan kotak suara. Jangan sampai kita berbeda partai, berbeda politik lalu bertemu saja tidak mau, bahkan sampai tutup pintu. Sementara pimpinan di pusat, malah bersiul-siul tertawa.
"Malah kita yang jadi korban, sudahi pertikaian politik di daerah," ucap mantan anggota DPRD Kalbar.Karena itu lakukan politik dengan santun, dan akrab. Kalau soal berbeda pendapat, berbeda pilihan itu adalah hak politik masing-masing. Tetapi kita harus tetap aman dan kondusif. Ini orang dengan di rumah tangga saja yang berbeda partai kelahi gara-gara urusan partai. Bapak marah dengan anak. Anak marah dengan bapak. Anak marah dengan mamaknya. Karena itu, rakyat harus jadi pemilih yang cerdas saja. Jadi siapa yang bagus bisa terpilih. Siapa yang sering berjasa, yang baik bisa terpilih. Jadi bukan pada persoalan pribadi orang. Tapi pada persoalan kinerja yang bersangkutan. Begitu juga pada pemilu legislatif, jadilah pemilih yang cerdas.
"Kalau pemilihan Presiden, Bupati Ketapang menyebutkan dirinya tak perlu kampanye di kaki lima. Karena sudah terbukti berikan dana desa. "Nyaman ndak bapak kepala desa. Jadi kalau pilih pak Jokowi itu dak salah ak, kalau saya mau dibilang kampanye sekalipun terserahlah. Tapi kalau gubernur, kampanye bupati, saya tidak berani ngomong kayak begini,"lanjutnya.
Tapi kalau Presiden, saya sebagai Bupati merasa nyaman berhubungan dengan beliau. Martin Rantan mengaku sudah dua atau tiga kali berjabat tangan Presiden. Karena itu, Bupati Ketapang menyebutkan mudah-mudahan Jokowi datang ke Ketapang. Karena, dirinya akan menyampaikan proposal bandara. Karena pada tahun ini merupakan tahun politik, maka jangan bawa nama suku, dan nama agama. Biarkan orang-orang partai dan tim sukses saja yang mensukseskannya.
Selanjutnya Bupati menyebutkan acara tersebut dalam rangka sosialisasi APBD. Selanjutnya ia menyebutkan dalam pembangunan,jalan dari Jelai-Riam, sampai ke Kelampai juga diperhatikan. Demikian juga Manisnata, perlu dimekarkan bisa beberapa kecamatan. Termasuk juga pemekaran Kecamatan Jelai Hulu.
Karena pemekaran wilayah itu tidak dilarang tapi dimemoratorium, termasuk juga pemekaran Kabupaten. Misalnya Pemekaran Jelai Kendawangan Raya, harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk pemekaran. Jadi harus dipersiapkan untuk daerah otonomi baru. Termasuk juga pemekaran desa harus dipersiapkan. Karena Jalan Tumbang Titi- Tanjung-Marau-Air Upas-Manismata adalah jalan propinsi, maka Bupati Ketapang menyebutkan pada hari itu ia tidak bisa berjanji untuk memasukkan dana perbaikan ke APBD Kabupaten. "Tapi untuk jalan Tumbang Titi-Tanjung akan kita siasati seperti disampaikan Pak Marwan (Kadis Kominfo), dan Kadis PU akan ke Pontianak," lanjutnya.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007