home news guestbook contact
Selasa, 25 September 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tahun 2018, Pemkab Alokasikan Biaya Feasibility study Relokasi Bandara Rahadi Oesman

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 4 February 2018, 7:38 pm


Rencana relokasi Bandara Rahadi Oesman kembali disampaikan Bupati Ketapang dalam sosialisasi APBD 2018 dan Arahan Pra Musrenbang RAPBD 2019 di Gedung Pertemuan Kecamatan Marau, Sabtu (3/2) pagi. Ditegaskan Bupati Ketapang, pada tahun 2018, Pemkab Ketapang sudah mengalokasikan anggaran untuk Feasibility study (study kelayakan) sebesar Rp 900 juta.

“Disamping pak Setiadi ST MT ini, saya perkenalkan Ir.Maluru Nursalam MM, Sekretaris Dinas Perhubungan, Beliau mewakili Kadis Perhubungan Kabupaten Ketapang yang ijin melaksanakan tugas ke Jakarta mengkonsultasikan rencana relokasi bandara Rahadi oesman,” tegas Martin Rantan SH kepada para camat, kades, BPD dan tokoh masyarakat dari tujuh kecamatan di Marau.
Mantan anggota DPRD Propinsi Kalbar ini menuturkan mengapa Bandara Rahadi Oesman harus direlokasi? Sebab saat ini banyak obstacle (hambatan) penerbangan sehingga membahayakan maskapai penerbangan. Dijelaskan Bupati pada APBD TA 2018 dialokasikan sebesar Rp 900 juta untuk study kelayakan relokasi Bandara Rahadi Oesman. Studi kelayakan ini bertujuan untuk menilai secara obyektif dan rasional dari sisi kekuatan dan kelemahan yang ada pada suatu rencana, begitu juga sisi peluang dan ancaman yang ada di lingkungan alam , sumber daya yang dibutuhkan untuk dijalankan, dan pada akhirnya merupakan prospek kesuksesan.
Ia menuturkan Rencana relokasi Bandara Rahadi oesman akan dilakukan antara Desa Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Relokasi bandara mendesak dilakukan, tidak hanya dilihat dari kajian ekonomi, tetapi juga berbagai faktor lainnya. Panjang landasan pacu Bandara Rahadi oesman saat ini tidak bisa dimasuki oleh pesawat berbadan lebar. Jika Bandara bertahan di Desa Kalinilam, maka untuk mengembangkan Bandara Rahadi oesman masyarakat tidak mau lepaskan tanah. Jika mau melepaskan lahan mereka juga tidak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Jadi banyak obstacle atau hambatan penerbangan, maka Gubernur Kalbar sudah berikan rekomendasi untuk merelokasi Bandara Rahadi Oesman,” ucap Martin Rantan.
Selain itu, jika tetap bertahan dengan Bandara rahadi Oesman di lokasi yang ada, maka tidak memungkinkan untuk dikembangkan lebih besar lagi sehingga bertaraf internasional. Sisi lain, pemerintah daerah menginginkan bandara yang berkembang dari waktu ke waktu sehingga bertaraf internasional. Diterangkan Martin Rantan, untuk saat ini wilayah Kabupaten Ketapang sedang berkembang. Tidak sedikit investor yang menanamkan investasi di Ketapang. Begitu juga, Ketapang yang didatangi tenaga kerja asing, dan pemerintahan asing. Apalagui saat ini sudah dalam tahap pembebasan lahan untuk investasi PT.Ketapang Bangun Sarana (Hangzhou Jinjiang Group).
“Untuk PT WHW saja, saya pernah tanya berapa kali mereka melakukan penerbangan hingga ke Ketapang, mereka menyebutkan bisa mencapai ada 6.000 kali penerbangan untuk setiap orangnya, baik dari Beijing ke shanghai, Batam, Jakarta, Semarang dan lain sebagainya, harapan kita kedepan dari Luar Negeri bisa ke Ketapang,” papar Martin Rantan.
Tentunya untuk menjadi bandara internasional didukung dengan fasilitas imigrasi,bea cukai dan lain sebagainya. Dengan egitu akan banyak aktifitas sehingga menyumbangkan pertumbuhan perekonomian. Untuk menumbuhkan multi flier effect perekonomian secara bertahaf bandara internasional bisa direalisasikan di Ketapang.
Dari kajian ekonomi, maka banyak dampak positip untuk meningkatkan perekonomian daerah ini. Demikian juga status jalan Pelang bisa ditingkatkan menjadi jalan nasional yang dibiayai APBN. Karena itulah, Bupati Ketapang meminta Dinas Perhubungan pada tahun 2018 bisa membuat dokumen study kelayakan. Jika tahapan sudah terlaksana, maka 2019, akan diambil langkah-langkah untk merealisasikan relokasi bandara rahadi oesman.
“Saya tidak yakin sampai masa peiode pertama saya habis tahun 2021 bandara sudah selesai dibangun, jika tidak ada halangan saya yakin pembangunan baru bisa dilaksanakan pada tahun 2023 atau 2024, sekiranya nanti saya tidak lagi menjadi Bupati saya berharap relokasi bandara terus dilaksanakan, tetapi jika saya dua periode saya akan berusaha semaksimal mungkin bisa dituntaskan, Saya pikir, bandara ini harus kita selesaikan,” kata Martin Rantan.
Selain itu, Bupati Ketapang juga meminta untuk tahun 2019, Dinas PUTR Kabupaten Ketapang membuat DED (Detail Engenering Detail) jalan pintas selatan bandara. Rencana itu mulai jalan KM 16 (Simpang Ayam) sampai ke Kelampai, kemudian berlanjut ke Pinang-Marau. Untuk Jembatan kelampai, selama ini Pemkab ketapang sudah membangun abutment jembatan kerangka baja. Jika ruas jalan ini dibangun, maka nantimnya untuk memanfaatkan fasilitas bandara, masyarakat Marau, sampai ke Manismata tidak lagi menggunakan akses jalan yang panjang. Tetapi akses transportasi lebih ringkas.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007