home news guestbook contact
Minggu, 25 Februari 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Sosialisasikan APBD 2018 dan Pengarahan Pra Musrenbang 2019

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 4 February 2018, 6:00 pm


APBD Kabupaten Ketapang Tahun Anggaran 2018 dengan total pendapatan sebesar Rp 1.961.036.673.596,00 disosialisasikan langsung Bupati Ketapang Martin Rantan SH kepada masyarakat. Sosialisasi APBD 2018 sekaligus pengarahan Pra Musrenbang 2019 dilakukan di gedung Pertemuan Kecamatan Marau, Sabtu (3 Februari 2018) pagi.

Selain Camat Ketua TP PKK Kecamatan bersama para kepala desa, anggota BPD dan tokoh adat Kecamatan Marau. Sosialisasi APBD 2018 dan Pengarahan Pra Musrenbang 2019 diundang juga para camat dan kepala desa dari Kecamatan Air Upas, Manismata, Singkup, Pemahan, Tumbang Titi dan Sungai Melayu Rayak. Bahkan untuk pertama kalinya juga, PT (Persero) PLN Cabang Ketapang hadir dalam Pra Musrenbang tersebut. Dialog bersama masyarakat juga langsung dipandu oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Junaidi SP, M.Si.
Camat Marau, Monri menyambut baik dilakukan sosialisasi APBD 2018 dan Arahan Pra Musrenbang 2019. Kecamatan Marau merasa bangga ditunjuk sebagai tuan rumah memfasilitasi pertemuan yang dihadiri tujuh kecamatan se-Ketapang ini. Apalagi, sosialisasi APBD 2018 langsung dilakukan Bupati ketapang merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Ini momentum bersejarah bagi Kecamatan Marau, dan dia berharap menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat untuk aktif membangun daerah ini. “Juga kami laporkan segala aktifitas di kecamatan Marau terlaksana dengan aman dan lancar, kehidupan masyarakat cukup kondusif di daerah ini,” ucap Monri, Camat Marau.
Selanjutnya pengarahan langsung disampaikan Bupati Ketapang. Dimulai dengan mengapsen para camat dan kepala desa yang hadir, kemudian Bupati Ketapang menjelaskan pentingnya sosialisasi APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun anggaran 2018 . Inin dimaksudkan agar masyarakat memahami kebijakan umum pemerintah Kabupaten Ketapang.
Sambil memperkenalkan satu persatu kepala Organisasi Perangkat Daerah, Bupati Ketapang menjelaskan kewenangan masing-masing tugas dan fungsi OPD dalam membantu pelaksanaan Bupati Ketapang. Dimulai dari memperkebnalkan kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang, Drs Yulianus, yang dalam penyambutan mendapat kalungan bunga. Tugas-tugas Kebudayaan dan pengembangan pariwisata dilakukan instansi yang dipimpin Drs Yulianus. Begitu juga dengan sosok Ir. Cipriana lestari Kepala Badan Litbang Kabupaten Ketapang. Bupati ketapang mencontohkan masyarakat ketapang yang 70 persen adalah petani, maka Bal;itbang inilah yang melakukan penelitian bagaimana mengembangkan penelitian untuk wilayah pesisir dan pedalaman sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat.
Kemudian diperkenalkan Ir.L.Sikat Gudag yang juga merupakan putra daerah saat ini memimpin Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan kabupaten Ketapang. Jika masyarakat ingin mengembangkan perkebunan dapat meminta arahan kepada Kadis Pertanian Perkebunan dan Peternakan. Semua kepala OPD yang hadir berikut tugas pokok dan fungsinya dijelaskan Bupati Ketapang.
Sambil menjelaskan tugas dan fungsi masing-masing OPD, Bupati Ketapang juga memaparkan sosialisasi dan arahan pra musrenbang sesuai masing-masing bidang. Berbagai rencana pembangunan, baik meliputi bidang pertanian, perkebunan, pembangunan infrastruktur, rencana pengembangan bandara dan lain-lain yang mencakup pembangunan di Kecamatan Marau, Jelai Hulu, Manismata, Singkup, Air Upas, pemahan dan Sungai Melayu Rayak dipaparkannya sekaligus.
Dari paparan panjang Bupati Ketapang selanjutnya meminta kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Junaidi SP, M.Si menjadi moderator Pra Musrenbang. Sebagai moderator, Junaidi SP meminta persetujuan peserta yang hadir untuk memanfaatkan kesempatan agar bertanya langsung mengenai kondisi kelistrikan. Apalagi, dalam pertemuan itu untuk pertama kalinya dihadirkan pihak PLN Kabupaten Ketapang. Sisi lain, banyak persoalan kemasyarakatan yang terkendala layanan kelistrikan. Tetapi di lain pihak, program Nawacita Presiden RI berupaya menuntaskan persoalan kelistrikan termasuk di wilayah Kalimantan Barat.
Kesempatan pertama langsung dimanfaatkan camat Tumbang Tuiti Alipius untuk meminta penjelasan bagaimana sejumlah daerah mereka yang belum teraliri kelistrikan. Begitu juga disampaikan Camat Air Upas, kepala desa dan lain-lain. Mereka mengakui sejumlah desa di kecamatan yang belum dialiri listrik, sementara saat ini listrik sangat diperlukan. Misalnya menyangkut telepon seluler yang tak bisa dihubungi,bagaimana bisa dihubungi karena tower layanan seller juga membutuhkan listrik untuk dioperasikan. Listrik dinilai mereka sebagai sebuah kebutuhan di era globalisasi saat ini.
Dari berbagai persoalan, yang terjadi dilapangan menyangkut bidang kelistrikan, penjelasan dirangkum pihak PLN Ketapang. Mereka menjelaskan program dan target listrik desa.Sesuai dengan Nawacita Presiden RI diharapkan listrik bisa melayani semua desa. Pihak PLN juga menyadari banyak keterbatasan, baik menyangkut distribusi jaringan, pembiayaan dan lain sebagainya. Upaya mengatasi tersebut terus dilakukan. Sudah menjadi target PLN untuk menerangi seluruh wilayah, usulan dari masyarakat akan mereka survei dan diteruskan ke pihak PLN wilayah Kalbar. Dari usulan tersebut, tentu akan disurvei dan selanjutnya disesuaikan dengan pembiayaan. Mereka memastikan setiap tahun tambahan jaringan untuk listrik desa akan selalu dilakukan. “Sudah cukup jelas apa yang disampaikan pihak PLN, usulan agar dilayani listrik desa dapat disampaikan secara tertulis agar bisa diterus PLN cabang Ketapang ke PLN wilayah Kalbar,” ujar Wakil Ketua DPRD Ketapang yang menjadi moderator pra Musrenbang.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007