home news guestbook contact
Minggu, 25 Februari 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Tinjau Puskemas Rawat Inap Marau

Pengirim : ANDY CANDRA
Tanggal : 4 February 2018, 5:55 pm


Dari 18 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Ketapang, lima diantaranya akan sudah direkomendasikan menjadi Puskesmas Rawat Inap. Lima Puskesmas yang terus dibenahi fasilitasnya sebagai Puskesmas rawat inap diantarahya, Puskesmas Simpang Hulu, Kendawangan, Sandai, Tumbang Titi dan Marau. Untuk peningkatan Puskesmas Marau pada tahun anggaran 2018 dialokasikan Rp 1,5 milyad.


Puskesmas Rawat Inap Marau ini ditinjau Bupati Ketapang, Martin Rantan didampingi Kadis Kesehatan, Rustami SKM, M.Kes, Ketua TP PKK Ketapang , Camat Marau dan beberapa Kepala organisasi Perangkat Daerah, Sabtu (3 Februari 2018). Seluruh ruangan yang ada di Puskesmas ditinjau Bupati, termasuk juga bagian luar bangunan. Demikian juga fasilitas laboratorium, ruang jaga petugas piket, ruang rawat inap maupun UGD.
Selama meninjau Puskesmas Marau, kondisi bangunan yang perlu dilakukan peningkatan dijelaskan oleh Kepala Puskesmas bersama Kepala Dinas Kesehatan. Dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, diketahui pada TA 2018 dialokasikan anggaran untuk peningkatan Puskesmas. Bupati Ketapang juga meninjau ruang rawat inap, dimana beberapa pasien dirawat. Beberapa pasien diantaranya pelajar sekolah dasar maupun pelajar SMA. Baik yang beerasal dari Marau maupun dari Air Upas. Demikian juga pekerja perusahaan yang mengalami sakit. Prosedur layanan BPJS ditanyakan Bupati Ketapang langsung kepada keluarga pasien dan pasien. Termasuk, fasilitas kesehatan dalam bentuk BPJS dari perusahaan ke karyawan yang sakit.
Selain layanan kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Marau. Bupati Ketapang juga meninjau kondisi areal bangunan, termasuk luas lahan menjadi perhatian Bupati Ketapang. Pengembangan Puskesmas Marau dinilai penting kepala daerah, karena keberadaan Puskesmas ini sebagai rujukan dari puskesmas lainnya yang ada di sekitar Kecamatan Marau.
Rencana pengembangan Puskesmas Marau kembali dipertegas Bupati Ketapang dalam Sosialisasi APBD 2018 dan Pengarahan Pra Musrenbang di Gedung Pertemuan Kecamatan Marau. Didepan tujuh camat bersama Sekcam serta para Kepala desa dari Marau dan Air Upas, Bupati menerangkan peninjauan ke Puskesmas Marau berikut rencana pengembangan Puskesmas dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Selain itu, Bupati Ketapang menjelaskan perlunya dilakukan DED Kota Marau. Dengan rencana tersebut dapat dilakukan penataan secara bertahap. Ia menilai Marau cukup strategis untuk pengembangan, baik berkaitan dengan rencana pemekaran Kabupaten jelai kendawangan Raya, maupun kawasan strategis yang menghubungkan Jelai Hulu, Tumbang Titi, Air Upas dan lainnya.
Dari peninjauan sekitar Puskesmas Marau, Bupati Ketapang pengembangan Puskesmas yang strategis dan bisa dibangun dalam satu hamparan. Kondisi lahan sekitar Puskesmas Marau dinilainya berbeda dengan di Puskesmas Kecamatan Manismata. Jika Puskesmas Marau dikembangkan maka lahan tersedia. Sedangkan Puskesmas Manismata lahan Puskesmas dinilai cukup terbatas.
“Untuk kepala Dinas Pendidikan, disamping Puskesmas terdapat dua rumah guru asset Dinas pendidikan, sebaiknya dilepas saja dan asset digabung dengan Puskesmas sehingga bisa kita bangun lebih luas, dan bisa kita bangun pasda APBD 2019” kata Martin Rantan.
Selain itu, Bupati Ketapang melihat terdapat sebuah ruas jalan yang membelah lahan Puskesmas marau. Ia meminta kepada Dinas PUTR Ketapang untuk memikirkan bagaimana ruas jalan tersebut dialihkan saja. Mungkin bisa dibahas dalam Musrenvbang RAPBD 2019. Dengan begitu, pengembangan Kota Kecamatan Marau lebih tertata sehingga bisa dipersiapkan menjadi sebuah kota besar. Jika sudah tertata dengan baik, tidak menutup kemungkinan suatu saat Kota Marau akan menjadi sebuah Kota besar yang berkembang. Misalnya, sekiranya dilakukan pemekaran wilayah Kabupaten jelai Kendawangan Raya. Karena sesuai kebijakan pemerintah pusat, Pemekaran wilayah tidak dilarang, tetapi hanya di memoratorium. Artinya, secara bertahap, fasilitas-fasilitas pendukung di wilayah yang kana dilmekarkan bisa dipersiapkan dari awal. Tidak hanya di wilayah Kecamatan Marau, tetapi juga di seluruh wilayah yang akan di mekarkan.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007