home news guestbook contact
Kamis, 18 Oktober 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Wabup Ketapang Bersama Ribuan Jemaah Hadiri Sholat Gerhana Di Masjid Agung Al Ikhlas

Pengirim : andy candra
Tanggal : 1 February 2018, 7:28 am


KETAPANG -- Ribuan masyarakat Kabupaten Ketapang memadati Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Rabu (31 Januari 2018) malam. Ribuan jemaah memenuhi undangan Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, Nomor 01/MA-AL Ikhlas/I/2018 untuk mengikuti sholat gerhana (khusuf). Diantara jemaah yang hadir, tampak juga Wakil Bupati Ketapang, Drs H. Soeprapto S.

Bertindak sebagai imam sholat gerhana adalah Ustad Zakaria (Imam Masjid Agung Al Ikhlas) dan Khatib adalah Drs H.Faisol Maksum Ketua MUI Kabupaten Ketapang. Sholat gerhana dilakukan bertepatan dengan tiga fenomena unik yang terjadi Rabu malam (31 Januari 2018) yaitu supermoon, bluemoon, dan gerhana bulan.Usai sholat Isya berjamaah dilanjutkan dengan sholat Gerhana. Ramainya jemaah ini menjadikan kawasan masjid padat, seluruh ruangan dipadati jemaah sampai ke bagian teras dan tangga. Halaman kompleks masjid juga dipenuhi dengan kendaraan jemaah.
Gerhana bulan yang terjadi sebagai akibat sebagian atau seluruh penampakan bulan tertutup oleh bayangan bumi dijelaskan khatib kepada jemaah. Gerhana yang merupakan wujud nyata kekuasaan Allah SWT tersebut, ternyata banyak mitos yang berkembang di masyarakat. Ada masyarakat yang menghubungkan dengan marabahaya. Ada juga yang percaya dengan bulan dimakan raksasa, sehingga ada warga memukul benda apa saja yang ditemui agar raksasa melepaskan matahari yang ditelan. Banyak mitos yang berkembang, bahkan ada juga yang menghubungkan dengan kematian. Bahkan, di jaman Rasullah SAW, saat putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim meninggal, terjadi gerhana matahari.Pada masyarakat Mekkah menyakini munculnya gerhana matahari, karena kematian Ibrahim, putra Nabi Muhammad SAW.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda bahwa terjadinya gerhana karena kekuasaan Allah SWT, tak ada kaitannya dengan lahir atau matinya seseorang."Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang.Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka salat dan berdoalah". (HR.Bukhari).
Selain itu ada juga hadist mengungkapkan bahwa gerhana berhubungan dengan terjadinya kiamat. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama.”Nabi Muhammad SAW lantas bersabda, ”Sesungguhnya ini adalah tanda tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang.Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba hambaNya. Akan tetapi jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoa dan memohon ampun kepada Allah", (HR Muslim).
H.Faisol Maksum, Ketua MUI Ketapang juga menguraikan hadist sebagaimana diriwayatkan Imam Nawawi Rahimahullah menjelaskan mengapa Rasulullah SAW takut pada gerhana. Karena gerhana merupakan salah satu tanda yang muncul sebelum kiamat, selain terbitnya matahari dari barat, dan keluarnya dajal.Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan salat saat gerhana itu terjadi.
"Jika kalian melihat kedua gerhana yaitu
gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan salat", (HRBukhari).
Karena itulah, Saat terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah gerhana. Sebagaimana dilakukan umat Islam Kabupaten Ketapang pada Rabu (31 Januari 2018).@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007