home news guestbook contact
Selasa, 11 Desember 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Relokasi Bandara, Bupati Harap Perizinan Tuntas Tahun 2018

Pengirim : Andy candra
Tanggal : 12 January 2018, 2:28 pm


KETAPANG – Mengimbangi perkembangan di wilayah Kabupaten Ketapang, kondisi landasan Bandara Rahadi Oesman yang pendek dianggap memang sudah tidak layak lagi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang sudah berupaya maksimal untuk merelokasi Bandara Rahadi Oesman sehingga dapat dimasuki pesawat jet jenis Air Bus maupun Boeing.

“Menanggapi sambutan Bruder Valen (Br. Valentinus Naryo, FIC ) Kepala SMA Pangudi Luhur Santo Yohanes tadi yang mana perlunya landasan bandara yang layak, saya jelaskan bahwa kita akan merelokasi Bandara ke lokasi antara Desa pelang dengan Sungai Melayu Rayak,” tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan SH ketika memberi arahan dalam Expo 35 Perguruan Tinggi di SMA PL ST Yohanes Ketapang, Jum’at (12/1) pagi.
Rencana relokasi Bandara Rahadi Oesman Ketapang, kembali dipertegas Bupati Ketapang saat di Launching Revitalisasi SMK di SMKN 02 Ketapang. Wacana relokasi Bandara sehingga bisa dimasuki pesawat jet seperti Air Bus dan Boeing langsung disambut tepuk tangan para orang tua siswa yang hadir di SMKN 02 Ketapang.
Mantan anggota DPRD Ketapang periode 2004-2014 ini menuturkan tuntutan menjadikan bandara yang layak sudah sesuai dengan kondisi saat ini. Rencana pemindahan bandara tersebut sudah mendapatkan rekomendasi Gubernur Kalbar. Pada tahun 2018 ini, proses perizinannya sudah ditingkat pusat. “Mudah-mudahan pada tahun 2018 ini semua izinnya sudah lengkap, sehingga pada tahun 2019 kita sudah bisa melakukan pembangunan,” ucapnya.
Untuk membangun Bandara yang layak dan refresentatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi mewujudkan masyarakat Ketapang yang sejahtera diperlukan waktu setidaknya 3 tahun, dengan rincian pembiayaan sekitar Rp 2,1 –Rp 3 Trilyun.”Dengan kondisi APBD Kabupaten Ketapang sekitar Rp 2 trilyun setahun, dari mana pembiayaanya, karena itu, kalau perizinannya sudah lengkap di tahun 2018 ini, maka mulai tahuyn 2019 kita akan lakukan loby-loby anggaran,” tegas Bupati Ketapang.
Bisa saja loby anggran ke pemerintah pusat, atau menggunakan pihak ketiga untuk membangunnya, sehingga nanti setelah selesai pembangunan akan diserahkan ke pemerintah dalam pengelolaannya. Sebab, dengan APBD yang ada saat ini tidak memungkinkan biaya tersedot seluruhnya ke pembangunan bandara. Sebab, pegawai juga perlu dilakukan penggajian. Demikian juga pembiayaan pembangunan lainnya.
Saat ini pemerintah Kabupaten Ketapang juga fokus membenahi pembangunan skala prioritas, khususnya pelebaran jalan dalam Kota Ketapang. Termasuk juga ruas jalan antar kecamatan yang diarahkan untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan pelebaran jalan yang sudah dilakukan sebagian, dan akan berlanjut di tahun-tahun mendatang. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan Kota Ketapang sebagai Kota Besar sehingga layak menjadi sebuah ibukota propinsi yang baru. Bupati Ketapang yang akan berakhir masa jabatan pada tahun 2021, menyebutkan sekiranya nanti tidak tuntas pembangunan bandara pada masa ia menjabat, maka dapat dilanjutkan oleh penggantinya. Namun, sekiranya ia terpilih kembali pada periode berikutnya, ia tetap fokus melanjutkan pembangunan tersebut. “Bukan saya kampanye, karena saat ini saya juga banyak melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pendahulu saya, misalnya jembatan Pawan lima yang beberapa tahun mangkrak tidak bisa dilewati, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dilewati, jadi wajar pembangunan yang belum berlanjut dan untuk kepentingan masyarakat banyak kita lanjutkan,” ucapnya.
Kondisi bandara yang berada dekat pemukiman, sudah tidak memungkinkan diperpanjang sehingga rawan terhadap keselamatan penerbangan. Karena itu, pembangunan bandara agar bisa dimasuki pesawat jet ini, dinilainya sejalan dengan tuntutan perkembangan. Saat ini hanya jenis pesawat ATR yang menggunakan baling-baling bisa masuk ke Ketapang, sedangkan jet hanya pesawat badan pendek yang bisa masuk. Karena itu, perlu perencanaan dari sekarang untuk meletakkan pondasi membangun Ketapang yang maju.
Pentingnya langkah-langkah membangun Ketapang yang maju dari saat ini, tujuannya adalah untuk masyarakat Ketapang. Menurut Bupati Ketapang, tidak mungkin ia akan selamanya menjabat. Tentu akan terjadi regenerasi. Bicara umur mungkin 20-30 tahun kedepan, mungkin pemimpin saat ini sudah kembali dipanggil Tuhan. Estapet kepemimpinan itu akan berganti kepada generasi muda saat ini. “Kalau bicara umur, kita tidak tahu besok lusa apa yang terjadi, karena itu, apa yang kita lakukan pembangunan saat ini adalah untuk kemajuan di masa akan datang,” tuturnya.
Oleh sebab itu, mantan anggota DPRD Kalbar 2014-2015 ini meminta para orang tua dan siswa mempersiapkan anak-anak kita untuk terus mengembangkan kemampuannya sehingga bisa berkecimpung disebua bidang ikut berperan serta membangun Ketapang lebih maju menuju sejahtera.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007