home news guestbook contact
Minggu, 19 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Uskup dan Bupati Ketapang Resmikan Gereja Santo Thomas

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 15 October 2017, 11:27 pm


KENJAENG-- Gereja Santo Thomas, Stasi Kenjaeng PT.PTS Desa Bayur, Paroki Sepotong diresmikan Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi bersama Bupati Ketapang, Martin Rantan, Jum'at (13/10) pagi. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Ketapang, dan pembukaan pintu gereja oleh Uskup Ketapang.

Setelah itu keduanya langsung melakukan penandatangan prasasti peresmian Gereja Santo Thomas. Pemberkatan Gereja Katholik Santo Thomas dilanjutkan dengan Misa bersama umat. Atas nama Komisaris dan PT.PTS, maka Swandono mengucapkan terima kasih kepada Uskup dan Bupati ketpang yang telah meresmikan Gereja mereka. Dikatakannya, gereja merupakan tempat bagi umat berkumpul membangun dan meningkatkan iman sehingga dapat mengamalkan ajaran Yesus Kristus. Gereja merupakan tahapan utama membangun mental spritual, termasuk membangun kerukunan umat beragama."Terima kasih kami kepada semua pihak yang telah menyumbang pembangunan Gereja yang kita banggakan ini, terima kasih juga kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan Bapak Uskup yang telah meresmikan gereja ini," kata pimpinan PT.Prakarsa Tani Sejati.
Sementara itu, Bupati Ketapang, Martin Rantan menegaskan sampai hari jum'at (13/10) kunjungannya ke Sungai Laur sudah berlangsung selama dua hari. Agenda pertama yang dilakukan adalah menancapkan tiang pertama listrik desa di Desa Lanjut Mekar Sari. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Desa Teluk mutiara meresmikan sekolah satu atap. Setelah itiu sore harinya (Kamis, 12/10) melanjutkan perjalanan ke Desa Sungai Daka. Pada hari yang sama Bupati Ketapang merencanakan akan melanjutkan perjalanan ke Desa Tanjung Beringin dan sekitarnya untuk melihat kondisi masyarakat. Akan tetapi, perjalanan pada hari Kamis tersebut tertunda karena terjadinya insiden dalam perjalanan sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan melakukan peletakan pertama pembangunan PT MBK dan meninjau ke Desa Sepotong.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Keuskupan Ketapang yang telah memberikan kontribusi positip dalam pembangunan di Ketapang," kata Martin Rantan.
Ia menyebutkan karya keuskupan Ketapang baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan sangat berarti bagi Kabupaten Ketapang. Dalam pembinaan umat, tegas Martin Ketapang, Pemkab tidak bisa mengintervensi. Pembinaan umat diserahkanya ke penganut masing-masing.
Selain itu, Bupati Ketapang juga sangat berterima kasih kepada manajemen perusahaan yang sudah banyak berkontribusi dalam membangun ekonomi masyarakat di sungai laur. Karena itu, jika ada hal berkaitan pembangunan ekonomi yang belum menyambung atau tidak sefaham dengan masyarakat, disarankan Bupati agar dikomunikasikan. Membangun komunikasi inio penting untuk kepentingan bersama. Dalam membangun perekonomian masyarakat, diakui Bupati Ketapang tidak mungkin dilakukan pemerintah semata. Karena itu, dalam memberdayakan masyarakat, pemerintah perlu peran dari BUMD, BUMN, BUMS ataupun usaha perorangan. "Karena itu dalam misi keenam Bupati dan wakil Bupati Ketapang, perlunya mengelola sumber daya alam dengan memperhatikan lingkungan hidup."Saya berpesan kepada PT.PTS dalam kelola sumber daya alam ini tetap berpedoman pada visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang," ujarnya.
Dilanjutkannya, lingkungan hidup yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan pohon, air dan tanah. Tetapi juga menyangkut sosial budaya masyarakat sekitar.
Sementara itu, Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi mengucapkan proposiat kepada umat kristiani stasi Kenjaeng karena memiliki Gereja yang megah. Proposiat kepada PT PTS yang peduli kepada umat. Dikatakannya, Gereja merupakan tempat pembersihan hati dari dosa-dosa manusia. Selain aktif sebagai aktivis gereja, ia juag mengharapkan umat tidak hanya mengingat Gereja ketika hanya pembaptisan, urusan nikah dan meninggal. Karena itu, sesuai dengan nama Gereja Santo Thomas, ia mengharapkan umat mempunyai keberanian. "Saya berharap umat untuk Stasi Kenjaeng ini harus berani jujur, dewasa ini jujur adalah barang yang mahal," ucapnya panjang lebar dalam memotivasi umat meningkatkan keimanan.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007