home news guestbook contact
Sabtu, 18 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati dan Uskup Ketapang Resmikan rumah Pastor Sungai Daka

Pengirim : Andy candra
Tanggal : 15 October 2017, 11:24 pm


SUNGAI DAKA -- Bupati Ketapang Martin Rantan SH menghadiri peresmian rumah pastor Gereja St Petrus dan Paulus, Desa Sungai Daka, Kecamatan Sungai Daka, Kamis (12/10) petang. Peresmian rumah pastor Sungai Daka ini ditandai juga pengguntingan pita oleh Bupati Ketapang dan pemukulan gong oleh camat Sungai Laur, yang disaksikan juga Ketua DPRD Ketapang, Budi Mateus, dan Wakil Ketua DPRD Ketapang, Junaidi.

Selain itu dilakukan penandatanganan berita acara oleh Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi bersama Bupati Ketapang, Martin Rantan. Dalam peresmian itu, dilakukan juga pemberkatan oleh uskup Ketapang di halaman rumah pastor. Yang selanjutnya ditandai juga dengan penanaman pohon dilakukan Uskup Ketapang, Bupati Ketapang, Camat Sungai Laur dan Edi, donatur dari Pontianak asal Sungai Daka. Kemudian pada malam harinya ditandai dengan ramah tamah dan hiburan bersama warga di halaman Gereja Sungai Daka. Kemudian Bupati Ketapang menyempatkan meninjau jembatan gantung sungai Daka yang kondisinya dinilai masyarakat perlu perhatian serius.
Pada malam ramah tamah didengarkan lapiran pertanggungjawaban panitia pelaksana peresmian dan panitia pembangunan rumah pastor. Dari laporan panitia diketahui diketahui tidak mudah bagi masyarakat membangun gereja, apalagi harga karet mengalami penurunan. Total pembangunan rumah pastor mengalami defisit. Selain itu juga pada bangunan masih memerlukan beberapa ruangan seperti dapur dan lain sebagainya.
Sementara itu, Yong Song tokoh masyarakat sungai daka mengaku salut dengan masyarakat. Ia menceritakan bagaimana semangatnya masyarakat membangun gereja. Setelah itu jugha rumah pastor. Dimana, mereka melakukan semua daya upaya. Diungkapkannya, memang benar rumah pastoral masih masih banyak kekurangan. Selain itu mereka juga masih punya untuk kegiatan acara, termasuk rumah suster.
Sementara itu, Camat Sungai Laur, B.Umum, SH mendukung harapan tokoh masyarakat menjadikan gereja sungai Daka sebagai sebuah paroki sehingga mudah dalam urusan perkawinan. Karena itu ia mengharapkan perimbangan dari Uskup Ketapang. "
Mengatasi defisitnya biaya pembangunan rumah pastor, camat menyarankan perlunya pengorbanan umat. Salah satunya melalui iuaran brsama.
Sementara itu, Bupati Ketapang Martin Rantan menyebutkan pihaknya akan fokus pada pelayanan pemerintahan. Sebagaimana disampaikan panitia pembangunan gereja, yang mengalami defisit maka akan ditutup oleh pemkab Ketapang. "Panitia bisa menghadap saya sekaligus dengan usulannya, kalau tidak bisa kita alokasikan pada anggaran perubahan, nanti akan kita anggarkan pada APBD murni 2018," ucap Bupati Ketapang.
Dengan begitu, camat sungai laur tidak perlu lagi melakukan iuran menutup defisit. Hal ini penting dilakukan, karena tugas pemerintah tidak hanya membangun jalan dan jembatan. Tetapi juga membangun manusia seutuhnya, termasuk rumah ibadah. Dalam kesempatan itu, Bupati menceritakan bagaimana pemerintah daerah masih mengalokasikan pembangunan katholik center, dan rencana relokasi bandara rahadi oesman. Begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan, bahkan biasa Bupati Ketapang bekerja sampai adzan subuh. Ia mengaku banyaknya infastruktur yang harus dibangun,tetapi sisi lain. APBD Ketapang masih kecil. Luasnya wiayah idealnya setiap tahun APBD selayaknya Rp 5-10 trilyun. Tapi sampai hari ini baru sekitar Rp 1,9 trilyun. Dari APBD tersebut hanya sekitar Rp 600 milyar untuk pembangunan.
"Kita masih memprioritaskan yang sangat prioritas, mudah2an sebelum saya habis jabatan saya sudah ada peningkatan, Pembangunan infrastruktur merupakan visi kita yang kedua sesuai RPJMD," paparnya.
Terkait hibah pemerintah terhadap rumah ibadah,juga dilakukan secara bertahaf sesuai keuangan daerah. Ini menunjukkan pemerintah konsen pada pembangunan. "Setelah yang besar-besar kita selesaikan, nanti baru yang kecil ikut dibangun, Kita harus berjuang dan bekerja bersama-sama," tutur Bupati Ketapang.
Dalam membangun mental spritual, khususnya bantuan sosial rumah ibadah tentunya Pemkab Ketapang harus bersikap adil sesuai proporsi ummat. Karena NKRI bersendikan Pancasila, maka ia akan seadil-adilnya. Demikian juga urusan pembangunan infrastruktur, tentunya harus adil antara pembangunan di pesisir dan pedalaman. "Secara pribadi dan kedinasan, saya berterima kasih kepada umat di estasi Sungai Daka ini, walaupun tidak ada campur tangan pemerintah, ternyata sudah bisa membangun," lanjutnya.@



 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007