home news guestbook contact
Minggu, 19 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Minta Pilkades Jangan Ada Kekacauan

Pengirim : andy candra
Tanggal : 15 October 2017, 6:18 pm


PAUH CONCONG -- Sebagai pejabat pembina Kepala Desa, maka Bupati Ketapang mengingatkan dalam beberapa waktu kedepan akan digelar Pemilihan Kepala Desa secara serentak. Ia meminta pemilihan kades, termasuk juga akan dilakukan di Desa Pauh Concong, Kecamatan Simpang Hulu dilakukan dengan tertib dan lancar.

"Saya berpesan dalam Pilkades jangan sampai ada kekacauan," tegas Martin Rantan SH, ketika dialog dengan masyarakat Desa Pauh Concong, Jum'at, (15/10) malam.
Ia menyebutkan urusan Pilkades, Pilkada atau pilpres adalah jembatan demokrasi. Jika tahapan pesta demokrasi sudah selasai, maka terpilihlah pimpinan yang demokratis. Karena itu masyarakat harus menjaga pelaksanaan demokrasi berlangsung dengan tertib. Jaga kerukunan dan keharmonisan yang sudah berlangsung di kehidupan bermasyarakat.
Pentingnya menjaga keharmonisan itu tidak hanya dalam pembangunan di desa, tetapi juga tingkatan di Kabupaten. Bagaimana, eksekutif dan legislatife menjaga keharmonisan. Sebab, yang disebut pemerintah adalah gabungan dari eksekutife dan legislatife.
Begitu juga di desa, BPD dan kades harus menjaga keharmonisan.Karena itu, siapa pun yang terpilih menjadi Kades Pauh Concong haruslah membangun daerah ini baik-baik.
Dalam kesempatan itu, Martin Rantan mengungkapkan kunjungannya ke Sungai Laur dan Simpang Dua, salah satunya adalah untuk melihat secara dekat kondisi infrastruktur daerah. Keterisoliran daerah yang cukup dirasakan diantarnya di Kecamatan Hulu sungai, Sungai laur, Simpang Hulu, Kendawangan dan Manismata. Pada daerah itu transportasi antar desa dirasakan sangat berat, terutama di Kecamatan Hulu Sungai. Karena itu, mengatasi keterisoliran daerah, pemkab Ketapang berencana membangun sarana transportasi antar desa. Sehingga kedepan masyarakat tidak lagi licin jika berjalan kaki. Artinya, transportasi desa bisa dilalui untuk berjalan kaki dan sepeda motor, misalnya pembangunan rabat beton.
Karena itulah sejak beberapa hari terakhir, Bupati Ketapang mengunjungi beberapa desa di Sungai laur dan Simpang Dua untuk melihat secara dekat kondisi pembangunan infrastruktur. "Nanti saya juga akan mengunjungi desa-desa di simpang Hulu," ucap Bupati Ketapang, usai mengunjungi Desa Tanjung Maju, desa Harapan Baru dan Selangkut Raya.
Bagaimana kondisi di desa Lanjut Mekarsari, teluk Mutiara, Desa Tanjung Maju, desa Harapan Baru dan Selangkut Raya Kecamatan Sungai Laur disampaikan oleh Bupati kepada masyarakat Pauh Concong. Dimana, untuk menghubungkan antar desa medan cukup berat. Bahkan rencana untuk mengunjungi Desa Sepotong, Kepari dan Tanjung Beringin dibatalkan karena kondisi sarana transportasi yang tidak bisa dilalui.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan untuk mengaktifkan BPP dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat. Dalam memberdayakan masyarakat, melalui BPP diupayakan masyarakat bisa sejahtera melalui sektor pertanian.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007