home news guestbook contact
Senin, 20 November 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Tanda Tangani MoU, Pemkab Galakkan Tanam Ubi Kayu

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 9 October 2017, 6:51 pm


Dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, Bupati Ketapang mengajak masyarakat menggalakkan tanaman ubi. Menggerakkan potensi perekonomian masyarakat, maka Senin (9/10) sore, Bupati Ketapang mengundang para camat dan kepala desa untuk sosialisasi pemanfaatan lahan, sekaligus menyaksikan penandatangan MoU dalam rangka pembinaan petani dan supply ubi kayu antara PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park (KEAFIP) dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Kehutanan Ketapang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang di pendopo Rumah Dinas Bupati Ketapang.

Pertemuan yang dipandu asisten II Setda Ketapang, H.Farhan SE, MSi tersebut dihadirkan Direktur PT Ketapang Ecology Yu Yiping dengan diterjamahkan oleh Office Director PT KEAFIP, Hans Saputra. Dalam arahannya Bupati Ketapang, Martin Rantan menjelaskan lahan-lahan yang belum produktif dapat dimanfaatkan untuk menanam ubi kayu, dimana di daerah ini telah masuk investor dari Tiongkok yakni PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park. Investor ini mendirikan pabrik dan berencana menanamkam investasi trilyunan rupiah. Salah satu bidang yang akan digarap adalah industri tepung tapioka, dan lem yang membutuhkan pasokan bahan baku dari ubi kayu. Dalam menggerakkan potensi perekonomian, masyarakat dapat memanfaatkan peluang ini dengan menanam ubi kayu yang akan ditampung oleh perusahaan.
Teknis penanaman dan sebagainya, maka Bupati mempersilakan kepada pihak perusahaan langsung menjelaskan kepada para camat dan kades yang hadir di pendopo Bupati Ketapang. Direktur PT Ketapang Ecology Yu Yiping dengan diterjamahkan oleh Office Director PT KEAFIP, Hans Saputra menerangkan bahwa 30 tahun lalu Kota Suzhou, tiongkok lebih kurang sama dengan kondisi Ketapang saat ini. Kehadiran perusahaannya berinvestasi di Ketapang, harapannya dapat mengembangkan Ketapang. Dalam berinvestasi mereka akan fokus pada penananaman dan pengolahan.
Selanjutnya, dalam mencari lokasi investasi mereka sudah berada di Indonesia sejak tahun 2000. Namun, dari berbagai daerah yang mereka jajaki Kabupaten Ketapang dinilai memberikan pelayanan yang baik, serta dukungan kepala daerah yang begitu peduli menggerakkan potensio perekonomian masyarakat."Lahan disini cocok tanam jabon,Albasia, ubi kayu , padi,dan jagung, disini yang kita lihat bibit yang kurang bagus, maka kita ajak profesor dan tenaga ahli lakukan penelitian," ujarDirektur PT Ketapang Ecology Yu Yiping.
Dalam mengatasi persoalan bibit, pada lokasi perusahaan juga akan dibangun kawasan pembibitan seluas 30 hektar dengan investasi sekitar Rp 30 milyar. Selain itu mereka juga mengajak para tenaga ahli baik dari Indonesia maupun Tiongkok. Dalam meningkatkan kualitas perkebunan kayu tersebut.
Panjang lebar ia menjelaskan teknis mengembangkan ubi kayu sampai proses pengolahannya sehingga bisa meningkatkan hasil yang maksimal.termasuk juga dalam menampung dan membina penanaman ubi masyarakat. Karena itu, mereka akan menjalankan tahapan-tahapan sebagaimana diatur dalam kesepakatan yang dilakukan.
"Sangat langka dan bersyukur sekali kita bertemu bapak Bupati Ketapang memikirkan bagaimana memakmurkan masyarakat Ketapang ini," lanjutnya.
Bupati Ketapang, Martin Rantan menekankan dalam mengembangkan potensi masyarakat mengolah lahan tidak produktif menjadi produktif ini, maka diharapkan dalam setiap kecamatan ditunjuk satu desa sebagai kawasan percontohan. Selanjutnya desa-desa lain bisa melihat dan sambil memberdayakan potensi perkebunan. Bagi desa yang berhasil akan diberikan reward dari Pemerintah Kabupaten Ketapang.
Usai pengarahan dari Bupati Ketapang, kepala Dinas Pertanian, Tanaman pangan dan Kehutanan Kabupaten Ketapang selanjutnya membacakan klausul MoU sebelum ditandatangani. Kesepakatan tersebut memuat tentang kewajiban pihak pemkab Ketapang dan perusahaan dalam memberdayakan potensi penanaman ubi kayu sehingga bisa memenuhi kebutuhan suplly bagi perusahaan. Selain itu, juga dilakukan MoU antara perusahaan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang. Klausul kesepakatan mengembangkan potensoi wisata itu juga dibacakan terlebvih dahulu oleh Drs Yulianus M.Si, Kadis Budpar Ketapang sebelum ditandatangani. Penandatanganan Mou selanjutnya dilakukan doidepan para camat dan kades yang disaksikan Bupati Ketapang. Usai penandatanganan MoU yang berlaku untuk jangka waktu 20 tahun tersebut, akhirnyua dilakukan tanya jawab antara kepala desa dan camat dengan pihak perusahaan bersama SKPD.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007