home news guestbook contact
Rabu, 26 September 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pembangunan Infrastruktur Mulai Dapat Apresiasi

Pengirim : andy candra
Tanggal : 20 September 2017, 2:02 pm


KETAPANG -- Bupati Ketapang menegaskan saat ini Pemkab Ketapang mendapat apresiasi dari masyarakat. Pasalnya, pada tahun 2017 pembangunan infrastruktur mulai digencarkan di Kabupaten Ketapang. Salah satunya pelebaran beberapa ruas jalan di Kota Ketapang.

Apresiasi tersebut disampaikan baik melalui pesan WA kepada Bupati Ketapang, maupun bicara langsung ke Bupati Ketapang.
"Padahal baru sedikit yang kita lebarkan, paling kita anggarkan beberapa milyar saja,apalagi kalau kita fokus pada infrastruktur," tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan saat memimpin rapat di Pendopo Bupati Ketapang.
Dalam membangun infrastruktur, Bupati Ketapang juga menyarankan kepada kepala Dinas PU Ketapang agar mengevaluasi pekerjaan ruas jalan sungai Pelang-Batu Tajam.Karena ia melihat pada ruas jalan tersebut tidak menggunakan cerucuk dan cor semen tidak pakai tulang baja. Jika hasil evaluasi dianggap teknologi terapan yang dilakukan saat ini tidak berpengaruh jika dilakukan pengaspalan dapat dilanjutkan. Akan tetapi, jika dievaluasi akan terjadi penurunan atau beton akan pecah, maka perlu dirumuskan teknis yang tepat untuk ditindaklanjuti.
Selain itu, Bupati juga menyoroti paparan Kepala Bappeda Ketapang mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk tahun 2018. Jika gambaran dana DAK sudah bisa dipastikan angka finalnya untuk 2018. Maka untuk tahun mendatang SKPD terkait disarankannya untuk lebih awal merencanakan pekerjaan fisik sehingga dana DAK Ketapang tidak ikut terpotong.
Demikian juga gencar mengawal usulan tambahan dana pembangunan ke pusat maupun ke investor. Ia menyebutkan, hal tersebut bisa dikoordinasikan dengan staf ahli Bupati Ketapang. Apalagi sebagaimana dipaparkan Kepala Bappeda Ketapang ada beberapa SKPD, capaian penyerapan anggaran masih perlu ditingkatkan.
Bupati Ketapang meminta SKPD terkait mendorong penyerapan anggaran sesuai rencana diharapkan. Selain itu, Bupati Ketapang juga meminta setiap surat perjalanan dinas keluar daerah untuk dibuatkan laporannya agar dibaca oleh Bupati, apalagi jika kegiatan tersebut tidak diikuti oleh kepala daerah. Sehingga dapat diketahui siapa yang berangkat dan kegiatan yang dilakukan. "Kalau dalam daerah yang ikut saya, saya tahu siapa yang ikut dan tidak ikut,"Harapan Bupati Ketapang itu disampaikan setelah Kepala Bappeda Ketapang memaparkan sinkronisasi pembangunan. Dimana dijelaskan sejumlah program sebagaimana daftar rekapitulasi program kegiatan perangkat daerah pada RKPD 2018, KUA PPAS TA 2018 dan alokasi dana DAK 2018. Selain itu dijelaskan juga hasil pemetaan awal dukungan DAK dalam capaian. Prioritas nasional, arah kebijakan dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2018,langkah penyempurnaan DAK fisik 2018, pengusulan DAK fisilk tahuin 2018 melalui aplikasi e-planning.
Demikian juga peran dalam e-planning, pembagian peran dam e-planning DAK fisik 2018 dan lain sebagainya. Dalam pengusulan DAK fisik tersebut, dipaparkan juga oleh Drs Mahyudin M.Si bagaimana peranan rapat-rapat di tingkat propinsi dan pusat dalam menentukan jumlah proporsi dana alokasi khusus. Karena itu, ia mengharapkan sekiranya kedepan terjadi mutasi pegawai, diharapkan penataan bagaimana pejabat pengganti bisa memahami agar proses pengawalan DAK bisa tetap terlaksana.
Dipaparkan juga dalam rangkuman usulan DAK 2018 pada e-planning DAK Bappenas, sebagaimana data rekap per bidang DAK (surat Bupati Ketapang No.050/1408/Bappeda-E) tanggal 7 juni 2017), diketahui diusulkan DAK reguler sebesar Rp 932.190.50 (juta), DAK Penugasan Rp 54.954.00 (juta) dan DAK Affirmasi Rp 50.335.00 (juta). Atau dengan total usulan adalah Rp 1.037.470.50 (juta). Namun, karena masih ditemukan ada kesalahan dalam pengisian format, usulan berdasarkan keinginan tapi bukan karena kebutuhan, serta tidak dianggap skala prioritas, maka diharapkan untuk Kabupaten Ketapang rangkuman kebutuhan DAK fisik tahun 2018 pada Forum sinkronisasi dan harmonisasi DAK fisik tingkat propinsi, diakomodir DAK reguler sebesar Rp 244.209.254.987 (atau 26,19 persen dari usulan). DAK Penugasan diakomodir sebesar Rp 159.248.063.000 (200 persen), dan DAK affirmasi rp 20.255.500.000 (40,2 persen). Totalnya adalah Rp 423.712.817.987 (40 persen).
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Ketapang menambahkan dalam melakukan pemeriksaan, masih ada beberapa SKPD yang belum seluruhnya menyampaikan realisasi fisik. Karena itu, Devi Frantito menyarankan SKPD secepatnya untuk disampaikan laporan sebagaimana diminta. Kemudian ditambahkan Alexander Wilyo S.STP, M.Si, Kepala BPKAD Ketapang bahwa untuk penyerapan anggaran triwulan pertama sudah sesuai dengan rencana. Namun untuk realisasi triwulan kedua masih ada SKPD yang belum mencapai 70 persen. Karena itu dalam dua terakhir, beberapa SKPD bisa mempercepat penyerapan dana DAK sebagaimana direncanakan. Karena hal tersebut penting untuk pencairan tahap tiga.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007