home news guestbook contact
Rabu, 26 September 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Pawai Budaya Keliling Kota Ketapang HUT ke 20 Paguyuban Jawa Ketapang

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 17 September 2017, 9:36 pm


Ulang tahun ke 20 Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang ditandai dengan pawai budaya mobil hias keliling Kota Ketapang. Puluhan Paguyuban ambil bagian dalam pawai yang dilepas secara resmi Bupati Ketapang, Martin Rantan di halaman GOR Tentemak, Jalan Gatot Subroto, Minggu (17/9).

Sebelum pawai dilepas, Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang, Drs Suwigno melaporkan pawai budaya dilakukan untuk memperingati HUT ke 20 Paguyuban Jawa, menjalin silaturahmi serta menggalakkan kepariwisataan di Kabupaten Ketapang.
Ia melaporkan, selain pawai budaya panitia akan adakan. Bakti Sosial sunatan massal, pada hari Rabu (20/9(, pukul 08.00 pagi di halaman Gor Tentemak, yang didahului ceramah agama oleh KH Habib Mahmud Alwi Al-Hadad. Kemudian pada malam harinya akan dilakukan pegelaran wayang kulit.
“Mudah-mudahan tahun depannya, kita semakin berkembang dalam rangka kita menjaga silaturahmi antar etnis yang ada di Kabupaten Ketapang,” kata Suwigno.
Disampaikannya, peserta pawai budaya selain puluhan mobi hias, terdapat juga sepeda motor dan sepeda onthel. Karena itu Ia memohon arahan Bupati Ketapang sekaligus melepas pawai budaya.
Bupati Ketapang memohon maaf baru tiba di lokasi pelepasan pawai budaya. Karena dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB masih megikuti kebaktian di Gereja Katedral. Selain kebaktian, di Gereja Katedral juga, ada upacara 25 tahun pengabdian seorang imam. Sosok imam yang sudah 25 tahun mengabdi sebagai imamat, juga berasal dari Suku Jawa. Setelah itu, barulah Bupati Ketapang bisa melepas Pawai Budaya Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang.
“Sebagaimana disampaikan Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang, Bapak Drs Suwigno, bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung upaya organisasi etnis yang ada di Ketapang,” tegas Bupati.
Mantan anggota DPRD Ketapang dan DPRD Provinsi Kalbar ini menyampaikan dalam meningkatkan harmonisasi etnis di Ketapang, Pemerintah Daerah juga merencanakan kampung budaya bagi masyaraka berbagai etnis.
Menurut Bupati, kita harus harmonis dalam etnis, karena tugas Pemerintah tidak hanya membangun jalan, jembatan, lapangan pesawat, pelabuhan dan lain sebagainya.Tetapi, tugas Pemerintah juga menciptakan stabilitas keamanan. Untuk menjaga keamanan, tidak hanya tugas menjadi tanggungjawab polisi dan tentara.Tetapi, menjadi tanggungjawab kita semua.
“Masyarakat punya peranan penting jaga keamanan, dengan aman maka kita bisa laksanakan pembangunan di segala bidang,” kata Martin Rantan.
Karena itu, atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah, Martin Rantanmengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Jawa yang sudah memberikan kontribusi bagi pemerintah atau sudah memberiikan kebhinekaan yang ada di Ketapang.
Dilanjutkan Martin Rantan, apabila selama ini Pemkab Ketapang masih ada kekurangan dalam pembinaan organisasi. Maka, hal tersebut bukanlah keinginan pribadi, tetapi perlu difahami kondisi saat ini Pemerintah Daerah juga memiliki keterbatasan, seperti kurangnya dana untuk pembinaan organisasi dan lain sebagainya.

“Saya dependapat dengan Ketua Paguyuban Jawa, laksanakan pawai dengan tertib, jangan dalam perjalanan timbul hal-hal yang tidak diinginkan, berangkat dengan selamat demi kebaikan dan datang dengan selamat untuk kebaikan,” tegas Bupati.
Dalam HUT ke 20 Paguyuban Jawa, dijadwalkan akan digelar pegelaran wayang. Bupati Ketapang menjanjikan akan hadir menyaksikan pegelaran wayang yang dimainkan Ki Dalang Joko Suharjo.
Dilanjutkan Bupati Ketapang bahwa pewayangan ini, kalau kita menyaksikan film Saur Sepuh dan lain sebagainya, maka dalam cerita wayang ini menunjukkan bahwa jaman dahulu sudah ada Pemerintahan. maka sekarang sudah jaman kemerdekaan. Karena itu, kita harus tetap menjaga kebhinekaan di Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Ketapang.
“Kita sepakat jaga Ketapang tetap aman. Kalau kita sepakat jaga keamanan saya yakin kedepan Ketapang akan maju, menuju masyarakat yang sejahtera,” paparnya. (adv/dra).

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007