home news guestbook contact
Senin, 25 September 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Minta Program Pengentasan Keterisoliran Antar Desa

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 4 September 2017, 7:08 pm


KETAPANG -- Akses transportasi antar desa di Kecamatan Hulu Sungai dan Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang dikatakan Martin Rantan sangat memprihatinkan. Dari kunjungan kerja ke kecamatan Hulu Sungai pada tanggal 28-31 Agustus 2017, Bupati Ketapang melihat kondisi faktual.

"Kita namakan program pengentasan keterisoliran antar desa di Hulu Sungai, kondisi ini juga sama dengan Sungai Laur," kata Martin Rantan, Bupati Ketapang, senin (4/9) pagi.
Pada kunjungan kerja ke Hulu Sungai tanggal 28-31 Agustus 2017, Martin Rantan menyebutkan memang ia memberikan kesempatan pada rombongan yang beragama muslim untuk pulang ke Ketapang karena merayakan Idul Adha. Tetapi, selanjutnya bersama beberapa SKPD, Bupati melanjutkan kunjungan ke beberapa desa di Kecamatan Hulu Sungai. Melihat kondisi faktual di Hulu Sungai, dinilai mendesak untuk dibuka akses transportasi. Hal ini juga sudah dibicarakan dalam rapat di hotel starlet Sandai.
Menurut Bupati, dalam membuka keterisoliran ini, tidak bisa disamakan dengan paket proyek. Tapi dikerjakan oleh pihak perusahaan setempat yang mempunyai peralatan dan mengetahui medan di wilayah tersebut. Ia mencontohkan bagaimana kondisi dari Desa Cinta manis ke Kampung Baru, begitu juga dari tanjung Rambai- bahake dan lain-lain. Akses jalan yang dibuka tidak mesti harus bisa dilalui kendaraan roda empat. Tetapi seteah dibuka cukup dirabat beton 1,5 meter. Artinya, bagaimana antar desa ini bisa dilalui kendaraan roda dua.
Pentingnya membuka keterisoliran antar desa di Kecamatan Hulu Sungai ini, digambarkan oleh Bupati Ketapang bagaimana mahalnya sembilan bahan pokok di desa Beginci darat dibandingkan dengan kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang. Misalnya, harga beras di Beginci Darat sekitar Rp 25 ribu/kg, gula Rp 35 ribu / kg, bensin Rp 20 ribu /liter.
"Suka tidak suka membuka keterisoliran antar desa ini harus kita lakukan, karena beberapa desa di Hulu Sungai sampai saat ini kemakmuran masih belum merasakan warga kita disana," ucap Bupati Ketapang.
Mantan anggota DPRD Kalbar ini juga memaparkan bagaimana kondisi anak-anak hulu sungai untuk sekolah. Mendapatkan fasilitas pendidikan dasar ini, kondisinya juga masih memprihatinkan."Akhir tahun ini, saya juga rencanakan akan kembali ke sana lagi, begitu juga Kecamatan Sungai Laur, saya minta Dinas PU, tugaskan staf dan kasi untuk lakukan perjalanan dinas dalam daerah untuk meninjau dan memikirkan mengatasi yang sama, seperti ruas jalan ke Desa Sepotong, Tanjung Beringin dan lainnya," ujar Bupati Ketapang.
Dalam membuka akses keterisoliran antar desa dan kecamatan, diakui Bupati Ketapang memang ada wilayah yang terkena kawasan hutan. Karena itu untuk membuka keterisoliran tersebut, tidak bisa dilakukan seperti paket proyek. Tetapi melalui program tertentu, bila dimungkinkan didukung dengan payung hukum seperti peraturan daerah. Dimana, tujuan membuka keterisoliran tersebut bukan untuk membabat hutan, tapi membuka akses antar desa."Soal pengentasan program pengentasan keterisoliran ini saya lihat tidak hanya dua kecamatan ini saja, tapi yang berat dua kecamatan ini, ujarnya.
Ia menyebutkan di Sungai Laur, yang berada diatas Desa Sepotong sudah sangat sulit. Sedangkan di Kecamatan Nanga Tayap sudah terakses, begitu juga Tumbang Titi. Sedangkan di Kecamatan Manismata sudah dapat terakses walaupun masih ada yang sulit berat sekitar Sengkuang Merabung. Begitu juga di Kecamatan Kendawangan ditemukan ada beberapa desa yang sulit diakses. Kawasan tersebut diharapkan bisa diakses tahun 2021.
"Artinya secara bertahap bisa kita atasi, walaupun tidak langsung serta merta," ucap Bupati Ketapang yanh selanjutnya menyerahkan pimpinan rapat kepada asisten II Setda Ketapang.
Karena itulah, ia berharap organisasi perangkat daerah dapat merumuskan kebijakan teknis bagaimana mengatasi keterisoliran akses antar desa di Kabupaten Ketapang, termasuk dalam perencanaannya.
Kepala Bappeda Ketapang, Drs H.Mahyudin M.Si mengatakan program pengentasan keterisoliran desa memang berkaitan dengan Indek pembangunan desa. Selain persoalan banjir yang sedang dihadapi tiga kecamatan di Ketapang, ia mengakui sampai saat ini jumlah desa di Ketapang berstatus sangat dan tertinggal. "Baru ada sebanyak 17 desa berstatus desa berkembang dan 2 desa yang berstatus maju, Untuk desa berstatus mandiri, sampai saat ini belum ada," ujar kepala Bappeda Ketapang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, langkah yang bisa dilakukan kedepan dimulai dari proses penyusunan RKA, khususnya terkait program percepatan pembangunan. Ditambahkan oleh,asisten II Setda Ketapang maka dalam program pengentasan keterisoliran antar desa kedepan perlu dibahas kembali dengan rapat teknis merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. @

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007