home news guestbook contact
Senin, 25 September 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bantu Korban Banjir, Bupati Minta SKPD Bekerja Cepat

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 4 September 2017, 6:59 pm


KETAPANG -- Banjir yang melanda Kecamatan Jelai Hulu, sebagian Kecamatan Tumbang Titi dan Kecamatan Manismata sehingga menyebabkan ribuan rumah terendam. Tetapi sejumlah rumah juga hanyut, akses transportasi terputus dan lain sebagainya. Organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Kantor BPBD Kabupaten Ketapang sudah turun langsung ke lokasi dan mendistribusikan logistik dan lain sebagainya, termasuk juga organisasi kemasyarakatan juga mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk disalurkan ke lokasi yang terkena musibah banjir.

Menyikapi musibah banjir yang terjadi di tiga kecamatan dan perlunya penanganan pasca bencana, Bupati Ketapang, Martin Rantan langsung mengumpulkan seluruh SKPD. Selaon meminta SKPD bekerja cepat membantu korban banjir, Bupati Ketapang juga akan turun ke lapangan meninjau langsung kondisi dilokasi bencana, pada hari Rabu (6/9). Musibah banjior tersebut diketahui Bupati Ketapang saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan sandai dan Hulu Sungai pada (28-31 Agustus 2017)."Ada rumah yang hanyut dan lain sebagainya, artinya ini sudah bencana, menyikapi situasi-situasi seperti ini perlu ada keputusan penting yang bisa kita tetapkan," tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan SH ketika memimpin rapat di pendopo rumah dinas Bupati, Senin (4/9).
Selain menetapkan status tanggap darurat, maka perlu juga menentukan langkah strategis, seperti suplly makanan, pakaian, obat-obatan termasuk juga menentukan langkah pasca bencana. Jika diperlukan, maka akan segera diusulkan ke pemerintah pusat. Apalagi, direncanakan pada 10 september 2017, Bupati Ketapang ada agenda ke Jakarta, maka pihaknya akan langsung menghadap ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Karena itu, untuk langkah dan teknis yang harus dilakukan terkait mengatasi musibah ini, Bupati Ketapang mengharapkan instansi teknis untuk bekerja cepat. Karena secara teknis, ia yakin SKPD terkait lebih memahami.Menurut Bupati Ketapang, persoalan banjir ini harus cepat diambil alih pemerintah daerah. "Peran pemerintah sangat penting, kalau hari ini belum ada posko, maka pada hari ini langsung dirikan posko," kata Farhan SE, Msi yang memimpin rapat penanganan bencana.
Selain menggerakkan SKPD terkait untuk membantu korban banjir, diharapkan juga bantuan perusahaan terdeka lokasi dalam memobilisasi bantuan. Sebab, akibat banjir yang terjadi beberapa titik akses transportasi terputus. "Karena disini hadir seluruh perangkat daerah diharapkan juga mengkoordinir untuk mengumpulkan bantuan dari SKPD, baik berupa beras, makanan, pakaian dan lain sebagainya, paling lambat besok sore (hari ini,red) sudah terkumpul," tegas Farhan.
Begitu juga dengan penanganan pasca banjir, diharapkan untuk dinas PU langsung melakukan inventarisir. Terkait dengan operasionalnya nanti akan diakomodir dalam perubahan APBD 2017. Artinya seluruh SKPD diminta bekerja terebih dahulu. Begitu juga penanganan medis, pendidikan dan lain sebagainya menangani kondisi lapangan."Semua harus bergerak mengatasi persoalan ini, karena tujuannya membantu masyarakat kita," paparnya.
Selain itu juga disampaikan laporan. Dinas PU propinsi yang sudah meninjau langsung ke lokasi. Dimana, saat mereka tiba di lokasi masih terendam banjir. Kondisi banjir yang mendadak banyak warga yang tidak menyangka kejadian tersebut. Kondisi dilapangan juga sangat terbatas, baik logistik makanan, penerangan dan lain sebagainya. "Kami harapkan Pemkab keluarkan SK tanggap darurat sehingga kita bisa kerja maksimal dalam atasi bencana ini," tegas utusan PU Propinsi Kalbar.
Keterbatasan sarana dan prasarana dilapangan juga dilaporkan Kepala BPBD Kabupaten Ketapang. Mereka sudah meninjau dan mendistribusikan logistik yang ada ke korban banjir. Demikian juga bantuan elemen masyarakat maupun perusahaan yang ada di Ketapang. Kondisi di lapangan masih ada beberapa lokasi yang terendam. Posko di Kecamatan juga sudah terbentuk, termasuk bantuan dari perusahaan terdekat. Mereka bahu membahu antara perangkat daerah, desa dan perusahaan mendistribusikan bantuan. Mereka juga sudah mendata jumlah korban yang terkena musibah banjir, namun untuk menentukan jumlah kerugian bukan kewenangan BPBD. "Untuk menaksir jumlah kerugian. Pasca banjir Dinas PU memang perlu turun ke lapangan, yang perlu ditangani, pasca banjir, antara obanyuan medis, stok berat, terkait SK tanggap darurat sudah kami siapkan," papar Gusti Indra Kesuma, Kepala BPBD Kabupaten Ketapang.
Penanganan banjir harus tetap dilakukan termasuk mendirikan tenda dan lain sebagainya, tegas asisten II Setda Ketapang. Bantuan dari teman-teman organisasi perangkat daerah sore ini sudah terkumpul. Demikian juga pencairan dana musibah pemkab sudah disiapkan administrasinya, sehingga bisa dilakukan pencairan secepatnya.
"Kita membutuhkan truk untuk distribusi beras ke lokasi musibah, stok 3 ton beras untuk dapur umum sudah siap, dan jika ada Surat Tanggap darurat, kita bisa salurkan 26 ton beras, termasuk juga 15 tenda, serta selimut, untuk distribusi ke lokasi dibutuhkan truk, karena sarana transportasi kita terbatas," papar Rustami, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Ketapang.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007