home news guestbook contact
Senin, 20 November 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Ibadah Qurban Manivestasi Solidaritas dan Kebangkitan Umat

Pengirim : andy candra
Tanggal : 3 September 2017, 7:35 pm


KETAPANG -- Sebanyak 15 hewan qurban terkumpul di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang. Hewan qurban tersebut terdiri 12 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Dari hewan qurban yang terkumpul tersebut,termasuk juga dua ekor sapi yang diserahkan Pemkab Ketapang dan satu ekor sapi dari Wakil Bupati Ketapang.

Selain penyembelihan dan distribusi hewan qurban, di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang juga dilaksanakan sholat berjemaah dengan imam yaitu H.Muhamad kholil, dan Khatib adalah Kepala Kementerian Agama RI, Kabupaten Ketapang, H.Ekhsan S.Ag, M.Si. Walaupun pelaksanaan khutbah sudah terlaksana beberapa hari lalu, ada beberapa hikmah dari isi khutbah yang dapat mejadi referensi kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.
Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Ketapang membawakan khutbah yang bertemakan "Ibadah qurban manivestasi solidaritas dan kebangkitan umat".
"Hari Raya Idul Adha tidak bisa dilepaskan dengan peristiwa perjuangan Nabiullah Ibrahim As, dengan Ismail As beserta Siti Hajar. Seorang istri dan ibu dari Ismail, yang kuat iman dan kesabarannya," kata H.Ekhsan S.Ag, M.Si.
Dilanjutkan, peristiwa ini menjadi teladan hidup umat manusia dalam menggugah, menjalani dan kesuksesan sebuah keluarga yang tangguh. Dadalam kaitan berhadapan dengan persoalan bangsa saat ini, penuh dengan tantangan dan cobaan yang tiada silih berganti, kemiskinan, pengangguran, sulitmya lapangan kerja. Padahal negeri ini subur dan kaya raya. Tidak meratanya pembangunan, sehingga terjadi kesenjangan di daerah. Rusaknya sebagian mental dan moralitas anak negeri ini yang bermuara pada pergaulan bebas, narkoba, miras, prostitusi, fitnah di media sosial, munculnya penyimpangan dan penyelewengan, munculnya aliran-aliran agama yang berindikasi pada penodaan agama, sehingga terjadinya gesekan dan tindakan yang bisa mengarah kepada anarkis. Muncul terorisme dan kelompok radikalisme.
"Inilah moment Hari Raya Qurban untuk menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat dan ummat, saat inilah untuk menghidupkan kembali nilai loyalitas didalam berkehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Sebagai kompasnya adalah Al-Qur'an," paparnya.
Karena itu, segala yag bertentangan dengan Al-Qur'an jangan ditegakkan. Kalau ditegakkan berarti kita menentang Allah. Kalau kita menentang Allah berarti siaplah menerima musibah dan bencana sebagai tamparan Allah, bahkan keberkahan akan dicabut.
Ia menuturkan juga kutipan Al Qur'an yang menceritakan keingkaran umat pada masa Nabi Luth dan Nabi Nuh. Kisah-kisah tersebut menjadi potret kita dalam menjawab persoalan banga kita di hari ini. Sebagai jawabannya sudah ada pada diri Nabi Muhamad SAW dalam membangun Kota Mekkah dan Madinah selama 23 tahun. Mekkah adipurnya disebut Kota Al Mukarrah (yang Mulia), sedangkan Madinah disebut Al Munawaroh (bersinar/berbudaya dan berilmu) sekaligus Kota suci agama yang multi agama suku dan budaya melahirkan Piagama Madinah. "Semua itu karena perjuangan atau semangat berkurbannya Rasullullah yang luar biasa, selain sebagai Umaro, Ulama sekaligus juga umat. Demikian juga Nabi Ibrahim As yang kita laksanakan Hari Qurban ini sebagai Bapaknya Para Nabi yang tangguh dalam bernegara, berumah tangga, dan memilikiiman yang kokoh," jelasnya.
Karena itu, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan referensi dalam kehidupan, diantaranya: pertama, Berqurban menumbuhkan solidaritas dalam lingkup keluarga dan sesama. Kedua, berqurban membangun solidaritas peduli sesama umat menghilangkan sifat bakhil dan kedekut. Ketiga, berqurban membangun solidaritas kecintaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Dan, keempat, berqurban menumbuhkan solidaritas ummat yang kuat, bangsa dan negara selamat.
Sebelum menutup khutbahnya, selanjutnya dikisahkan suatu bangsa dan negara yang jaya dan besar bahkan bisa menyatukan musuhnya menjadi koalisinya. Yaitu kerajaan Saba' yag dipimpin Nabillah Sulaiman bersama Ratu Balkis. Kerajaan besar yang bisa jaya dan makmur karena kedermawannya kepada rakyat alias berqurban demi kesejahteraaan. Bahkan saking makmur dan berkuasanya, Nabi Sulaiman meminta izin dengan Allah akan memberikan makan kepada semua mahkluk yang ada di muka bumi. Nah ini yang sudah jelas. Suatu negara yang maju, rakyat tidak protes dan memberontak. Ini wujud keadilan dan kesejahteraan sudah dirasakan semua golongan dan lapisan masyarakat. Negara tidak akan pernah rugi dan bangkrut dalam menghidupi rakyatnya. Karena ada doa yang selalu dipintakan oleh rakyatnya dan ummat sekaligus penjagaan Malaikat dan Ridho Allah. "Pohon yang rimbun, besar dan kekar menjulang tinggi, karena ditopang oleh akar-akar yang kecil dan besar, Oleh karena itu,mudah-mudahan makna berkurban dapat disinerjikan oleh pemimpin kepada rakyat dengan ikhlas" tuntasnya.@ .


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007