home news guestbook contact
Senin, 25 September 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Ramah Tamah Danrem 121/ABW dengan Masyarakat Ketapang

Pengirim : Andy candra
Tanggal : 24 August 2017, 4:07 pm


KETAPANG -- Bahaya narkoba menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Ketapang, khususnya generasi muda. Kebersamaan dan melibatkan seluruh koponen masyarakat dipandang sangat penting oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Drs H.Faisal Maksum dalam ramah tamah dengan Komandan Korem 121/ABW beserta rombongan Forkopinda, SKPD dan tokoh masyarakat Kabupaten Ketapang, Rabu (24/8) malam di pendopo rumah dinas Bupati Ketapang, Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan.

Ia juga menyebutkan terkait dengan isu radikalisme, belum ada laporan dari pengurus MUI di seluruh kecamatan. Ketua MUI Kabupaten Ketapang menyebutkan kondisi Kabupaten Ketapang selalu kondusif. Belum pernah terjadi konflik antar etnis, dan mudah-mudahan tidak akan pernah terjadi. Ia juga kehidupan beragama, dimana dalam ajaran Islam membuat orang panic saja tidak diperbolehkan. Hal tersebut ia juga mengutip al-hadist. Selain itu dalam menjaga kehidupan beragama yang kondusif di Kabupaten Ketapang disampaikan juga pentingnya peranan FKUB. Namun sesuai dengan peraturan yang terbaru, dimana keberadaan pengurus disebutkan tidak boleh melebihi dua periode. Hal tersebut menjadi kendala di Kabupaten Ketapang. “untuk membentuk seseorang menjadi tokoh masyarakat bukanlah waktu yang singkat, perlu waktu puluhan tahun, kepengurusan FKUB kita sudah mengusulkan namun ditolak,” ujarnya.
Terkait dengan kendala masih belum terbentuknya kepengurusan FKUB Ketapang, Bupati Ketapang, Martin Rantan mengatakan ia akan bicara dengan Gubernur Kalbar. Hadirnya danrem 121/ABW di Ketapang dinilai Bupati beliau sosok yang ramah. Ia berharap, kunjungan di Ketapang memberikan kesan sehingga suatu saat nantinya akan kembali berkunjung ke Ketapang. “Perlu diketahui Bapak Danrem, bahwa Kabupaten Ketapang adalah Kabupaten terluas di Kalbar, lebih dari 21 persen luas wilayah Kalbar, dengan 20 kecamatan, 253 desa dan Sembilan kelurahan,” kata Bupati Ketapang.
Karena wilayah yang luas, sementara APBD masih kecil. Tentu saja infrastruktur masih terbatas. Ia berharap, kedepan dengan masuknya kompionen luas wilayah darata dan lautan sebagaimana disampaikan Kementerian Keuangan, maka diharapkan terdapat penambahan alokasi dana DAK/DAU untuk kabupaten Ketapang. Di katakan Martin Rantan bahwa apa yang disampaikan Ketua MUI, Ketapang memang aman belum pernah terjadi gesekan antar agama dan suku. Mudah-mudahan ini tidak pernah terjadi di Ketapang, karena aman diperlukan agar pembangunan berjalan sebagaimana diharapkan.”Kami mohon arahan Bapak Danrem kepada kami, agar keamanan terus dapat dipertahankan di wilayah Kabupaten Ketapang,” ucap Mantan Anggota DPRD Kalbar.
Silaturahmi yang berlangsung di pendopo Bupati Ketapang dinilai Komandan Korem 121/ABW Brigjen TNI Bambang Ismawan sangat penting dan besar sekali manfaatnya. Dalam kesempatan itu, ia juga menyebutkan kemerdekaan yang sudah final, tidak perlu diperdebatkan lagi. Karena kita adalah bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. “Mudah-mudahan kondisi aman tetap terpelihara sampai kapan pun,”
Dalam arahannya, ia menyebutkan beberapa waktu sebelumnya ia ke Sambas. Disebutkan Danrem hasil penelitian yang dilakukan PBB, atas kejadian kerusuhan tersebut dianalisa terjadi kemunduran 30 tahun. Belajar dari kasus tersebut, maka menjadi kewajiban kita bersama menjaga Bhineka Tunggal Ika.
Ia juga menyinggung narkoba sebagaimana disinggung Ketua MUI. Ia membenarkan bahaya narkoba, dimana disinyalir hal tersebut merupakan akibat narkoba akan berakibat bangsa tidak akan punya daya saing.Maka, menjadi tugas dan kewajiban kita bersama paling bagus kali dari diri kita, keluarga dan lingkungan kita. Luasnya wilayah Kalbar, tentu jumlah anggota terbatas dalam mengawasi dan menutup seluruh pintu perbatasan. Tidak menutup kemungkinan, melalui narkoba merupakan upaya pihak luar untuk melemahkan negara kita. “Ingat dulu cina dilumpuhkan dengan perang candu, kita akan dilemahkan dengan itu. tujuan akhir narkoba adalah untuk melemahkan kita, mari kita tingkatkan kesadaran kita untuk mencegah narkoba,” ucapnya seraya mengingatkan prediksi pada 2045, Indonesia diperkirakan sebagai kekuatan ke enam atau ketujuh.
Karena itu, tidak menutup kemungkinan dengan prediksi Indonesia akan menjadi kekukuatan ke enam atau ketujuh, maka ada pihak lain yang berusaha merusak generasi Indonesia. Salah satunya dilakukan dengan melemahkan negara melalui narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada anggotanya untuk berbuat bagi masyarakat. Hal tersebut juga disampaikannya kepada anggotanya ketika melakukan pertemuan di Kodim 1203 Ketapang. “selain itu, kalau ada anggota saya yang salah, tolong ingatkan, nanti akan kita perbaiki,” ucapnya.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007