home news guestbook contact
Selasa, 25 September 2018 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Workshop IPQAH Kab.Ketapang

Pengirim : andy candra
Tanggal : 20 August 2017, 3:29 pm


KETAPANG -- Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran mesti diimplementasikan dalam berkehidupan dan berkebangsaan. Apalagi, kemerdekaan Republik Indonesia juga tak lepas dari peranan umat Islam. Dimana kemerdekaan diraih terdapat campur tangan para kiai dan ulama besar. "Hal ini sering saya ingatkan dalam setiap kesempatan maupun tausiyah," tegas H.Ikhsan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang dalam Workshop Ikatan Qari Qariah dan Hafizh Hafizhah ((IPQAH) ke II Kabupaten Ketapang, di Hotel Patra Ista, Sabtu (19/8).

Menurut H.Ikhsan, dalam meraih kemerdekaan yang saat ini kita jalani, sesungguhnya diraih dengan dua kekuatan. Yang pertama, berkah dari Allah SWT. Selain itu, juga merupakan kekuatan yang didorong oleh keinginan yang luhur. "Kemerdekaan Indonesia adalah kemerdekaan yang dikawal para hafizh-hafizhah, campur tangan para kiai-kiai dan ulama-ulama kita, ini tidak bisa dipungkiri, Ada campur tangan umat Islam, campur tangan ulama besar, campur tangan para kiai, barangkali hal ini tidak diliput dan tidak dimuat dalam lembaran sejarah pada hari ini," tegas H.Ikhsan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang.
Selain itu, ia mengingatkan saat ini gambaran tentang Timur Tengah yang masih bergejolak. Pergolakan di Timur tengah, seakan-akan menggambarkan potret Islam. Padahal gambaran Islam bukanlah Timur Tengah. Potret islam sesungguhnya adalah nilai-nilai yang terkandung di Al-Qur'an. Karena itu dengan adanya IPQAH II Kabupaten Ketapang, Kepala Kantor Kementerian Agama RI, Kabupaten Ketapang memberikan support dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Dibalik kegiatan IPQAH, ia berharap action dan aplikasi berkelanjutan dari workshop."Karena saya melihat peserta semuanya ini adalah qori dan qoriah adalah pembina dan pembimbing dari qori dan qoriah,paling tidak bisa melahirkan kader-kader qoriah, tilawah, dan kader tahfizh, dan sebagainya di Kabupaten Ketapang," ujar pria yang mengaku cukup lama bertugas di Kabupaten Sintang ini.
Selain itu, ia juga menyinggung tentang hasil kegiatan STQ di Kabupaten Kayong Utara belum lama, maka bagi Kabupaten Ketapang hasil STQ tersebut mesti dievaluasi. Kepala Kementerian Agama RI di Kabupaten Ketapang juga mengutip salah satu penegasan cendikiawan. Disebutnya bahwa setiap kesuksesan itu bermula dari kegagalan-kegagalan yang terjadi. Karena itu, mari kita maksimalkan kegiatan IPQAH untuk pembinaan." Jangan seperti guru silat, kalau guru silat ilmunya tidak diturunkan semua, kalau diturunkan semua, nanti murid akan bisa membunuh gurunya. Tapi, kalau dalam pelajari ilmu Al-Qur"an ini berbeda," paparnya.
Al-qur'an yang diturunkan langsung dari Allah kepada Rasulullah melalui perantara Jibril. Karenanya, nilai-nilai yang terkandung di Al-Quran harus disampaikan. Dari kegiatan IPQAH, Kepala Kantor Kementerian Agama berharap dapat melahirkan para qari-qariah. Dimana kuncinya, mentransfer dan mentransformasikan nilai-nilai Al Quran dalam setiap kehidupan umat dan berkebangsaan.
Sementara itu, Dedi Susanto, maksud dan tujuan dilaksanakannya workshop IPQAH tingkat Kabupaten Ketapang menjadi pendorong terciptanya para qori dan qoriah dan hafizh dan hafizhah di Kabupaten Ketapang. Kegiatan yang mengusung tema "peran strategis IPQAH dalam meningkatkan kualitas keumatan dan kebangsaan" diarahkan juga untuk meningkatkan syiar dan ukhuwah antar qori qoriah dan hafizh-hafizhah. Mewadahi generasi penerus bangsa dalam kompetensi bakat dan pendidikan Islam untuk menggali prestasi, potensi dan pengembangan diri. Sebagai wadah kehidupan masyarakat juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan, pengembangan bakat, dan kreatifitas di bidang Al Quran. Tak kalah penting adalah terbinanya insan Qur'an yang berilmu amaliah dan beramal serta bertanggungjawab kepada Allah SWT. Demikian juga melestarikan seni budaya Al Quran di Kabupaten Ketapang.
Workshop yang dilaksanakan tanggal 19-20 Agustus 2017 di hotel Patra Ista, sebanyak 19 kecamatan se-Kabupaten Ketapang. Menurut ketua panitia pelaksana workshop, bahwa peserta kegiatan terdiri KUA Kecamatan, LPTQ kecamatan serta dua orang para qori qoriah dan hafizd hafizhah yang masih aktif sebagai peserta. Panitia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Ketapang yang telah membantu materil sehingga pelaksanaan workshop dapat terlaksana.
"Nara sumber pada kegiatan workshop IPQOH pada kesempatan kali ini mengundang 3 orang narasumber antara lain, Ustadz Drs H.Sofyan Sulaiman MM selaku Sekretris Jenderal DPP IPQAH Pusat Jakarta, Ustadz Drs H Makmur Zakaria ketua IPQAH Propinsi Kalbar, dan Ustad H.Ahmadi S.Pd M.Pd selaku sekretaris IPQAH Kalbar," kata Dedi Susanto, ketua Panitia pelaksana Workshop tingkat Kabupaten Ketapang yang juga dari Bagian Kesra Ketapang.@


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007