home news guestbook contact
Senin, 20 November 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati Buka Secara Resmi Gawai Adat Nyapat Taunt

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 18 June 2017, 2:37 pm


Bupati Martin Rantan SH membuka secara resmi gawai adat Nyapat Taun ke V masyarakat dayak Kecamatan Simpang Hulu, ditandai dengan pemukulan Gong sebanyak 7 kali usai membuka gawai adat Nyapat Taun Bupati Martin Rantan juga melakukan peletakkan batu pertama, pembangunan gedung serga guna Paroki Santo Martinus.

Gawai adat nyapat taunt yang ke V tahun 2017, di Balai berkuak dihadiri juga oleh Asisten bidang administrasi perekonomian dan pembangunan Setda Provinsi Robertus Isdius yang mewakili Gubernur Kalbar, SKPD, Anggota DPRD Ketapang, Pastor Paroki St Martinus Rd. Yohanes Ari Purnomo, DAD Ketapang, berlangsung dihalaman Greja St Martinus Balai Berkuak KecamatanSimpang Hulu, Kamis (15/6).
Bupati Martin Rantan dalam sambutannya mengharapkan dalam kegiatan gawai adat nyapat taun yang ke V tahun 2017 ini agar Dewan adat mencari apa yang ditampilkan seni budaya Dayak yang terbaik, karena pada bulan november akan ada gawai adat dayak Kabupaten Ketapang sekaligus dengan musdat pergantian pengurus Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang.
Artinya nanti akan menampilkan para juara yang telah terseleksi di Kecamatan dengan program mencari mana akar budaya atau seni budaya yag terbaik untuk tampil di even Gawai Adat Dayak di Kabupaten Ketapang jelas Bupati.
Selain itu Bupati mengharapkan dengan gawai adat nyapat taon ini ada hal yang bagus akan di tampilkan pada gawai adat tingkat Kabpaten Ketapang Dia berharap pengurus kecamatan yang akan menampilkan seni dan budaya dayak yang asli dan jangan dicampur campur dengan budaya lainnya.
Kita mengedepankan ke orisinilan budaya dayak, jangan campur disco bejojing atau lainnya kata Bupati Martin Rantan.
Disampaikan Bupati juga tidak hanya gawai adat untuk membangun seni dan budaya juga nanti Paroki santo Martinus Balai Berkuak akan membangun aula pertemuan serba guna untuk memberikan pembinaan keagamaan kepada umat katholik sehingga di simpang hulu nanti tidak ada lagi hal hal yang berkaitan dengan narkoba perjudian, pebinaan kegamaan dan kerukunan terbina dengan baik,
Adapun tujuan gawai adat ini dikatakan Bupati untuk melestarikan budaya lokal mengaktualisasikan nlai nilai kearifan lokal sebagai salah satu dasar pengembangan etika pergaulan sosial untuk memperkuat identitas daerah dan nsional. Dan mendorong masyarakat untuk lebih mandiri inovatif, produktif serta menghargai kebudayaan dan produk sendiri.
Ditambahkan Bupati Masyarakat Dayak di Kecamatan Simpang Hulu merupakan salah satu etnik asli dari 405 sub suku dan tersebar diseluruh pulau Kalimantan, sebagai etnik terbesar suku dayak teah lama hidup secara harmonis berdampingan dengan suku suku lainnya di daerah ini
Masyarakat Dayak memiliki keberagaman dan keunikan dankeunikan budaya yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari melalui budaya dan menjaga keharmonisan kata Bupati Martin Rantan.
Usai memberikan sambutan Bupati Martin Rantan didampingi oleh Asisten II Setda Provinsi Kalbar Robertus Isdius, Pengurus DAD Ketapang, SKPD melakukan peletakan batu pertama pembangunan aula serba guna Paroki ST Martinus Balai Berkuak, yang terlebih dahulu dilakukan pemberkatan oleh Pastor Paroki St Martinus Rd. Yohanes Ari Purnomo, dilanjutkan dengan ritual adat minum tuak demong dabokng digedung serba guna Kecamatan Simpang Hulu.
Gawai adat nyapat taunt yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Simpang Hulu, selain pembacaan mantra mantra, juga ditampilkan berbagai bentuk budaya tradisional seperti berbagai upacara adat, karnaval budaya, permainan tradisional, dan berbagai bentuk kreatifitas kerajinan yang juga bernuansa tradisional.
Berbagai kegiatan yang mewarnai gawai adat nyapat taunt merupakan bentuk rasa syukur masyarakat balai Berkuak atas keberhasilan panen raya kepada Tuhan yang Maha Esa.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007