home news guestbook contact
Jumat, 18 Agustus 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 1 June 2017, 8:55 pm


Tanggal 1 juni 2017 merupakan Peringatan Hari Lahir Pancasila ke 72 (1 Juni 1945-1 Juni 2017). Peringatan pertama kali ini dilakukan sejak Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, pada 1 Juni 2016 lalu.

Hari lahir Pancasila dilaksanakan dengan penuih hikmad di halaman Kantor Bupati Ketapang. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Drs H.M. Mansyur M.Si. Peringatan upacara yang diikuti TNI/Polri, Pol PP, Korpri, mahasiswa, pelajar, Damkar, SAR, Ormas Pemuda Pancasila serta undangan. Sebelum upacara dimulai pada pukul 08.00 WIB, diperlihatkan kemampuan siswa SMP St.Agustinus membawakan beberapa lagu dalam bentuk barisan drumb band. Tampak antara pemain alat musik drum band selaras dengan aba-aba dari mayoret di lapangan.
Usai penampilan drum band, selanjutnya upacara dimulai dengan pengibaran bendera merah putih oleh Paskibraka. Selanjutnya pembacaan Teks UUD 1945 oleh Kabag Umum Setda Ketapang, Drs Sugiarto M.Si. Diikuti dengan pembacaan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, yang dibacakan oleh staf. Badan Kepengawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Ketapang. Selanjutnya sambutan Presiden RI dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945-1 Juni 2017 dibacakan Inspektur Upacara. Dalam sambutan Presiden disebutkan puji syukur  kepada  Tuhan Yang  Maha  Esa  pada  pagi hari ini  kita dapat berkumpul  menyelenggarakan  Upacara Peringatan  Hari Lahir Pancasila  untuk  yang  pertama  kalinya. Upacara  tersebut meneguhkan komitmen  kita  agar lebih  mendalami menghayati  dan mengamalkan  nilai-nilai luhur Pancasila sebagai  dasar  bermasyarakat, berbangsa  dan  bernegara. Disebutkan juga bahwa Pancasila merupakan  hasil dari  satu kesatuan  proses yang  dimulai  dengan  rumusan Pancasila tanggal l Juni  1945 yang  dipidatokan lr.  Sukarno,  Piagam  Jakarta tanggal  22  Juni 1945,  dan  rumusan  final  Pancasila  tanggal  18 Agustus 1945. Adalah jiwa  besar para founding  fathers, para  ulama  dan pejuang  kemerdekaan  dari  seluruh  pelosok  Nusantara sehingga  kita  bisa  membangun kesepakatan  bangsa yang mempersatukan  kita.
Presiden RI dalam sambutan yang dibacakan Sekda Ketapang menyebutkan Harus  diingat  bahwa  kodrat  bangsa lndonesia  adalah keberagaman.  Takdir  Tuhan untuk  kita adalah  keberagaman. Dari Sabang  sampai  Merauke adalah  keberagaman.  Dari Miangas  sampai  Rote adalah juga  keberagaman.  Berbagai etnis,  bahasa,  adat  istiadat,  agama,  kepercayaan  dan golongan  bersatu padu  membentuk  lndonesia. "ltulah  kebhinneka  tunggal  ika-an  kita," tegas Presiden RI dibacakan Sekda Ketapang.
Dilanjutnnya,  kehidupan  berbangsa  dan bernegara  kita sedang  mengalami  tantangan. Kebinekaan  kita  sedang  diuji. Saat  ini ada pandangan  dan tindakan yang  mengancam kebinekaan  dan  keikaan  kita.  Saat ini  ada sikap  tidak  toleran yang  mengusung  ideologi selain Pancasila.  Masalah ini semakin mencemaskan tatkala  diperparah  oleh penyalahgunaan  media  sosial  yang banyak menggaungkan hoax alias  kabar  bohong.
"Kita  perlu  belajar  dari pengalaman buruk negara  lain yang  dihantui  oleh  radikalisme, konflik  sosial,  terorisme  dan perang  saudara," lanjutnya.
Dengan  Pancasila dan  UUD  1945 dalam bingkai  NKRI dan  Bhinneka  Tunggal  lka, kita bisa  terhindar dari  masalah  tersebut.  Kita  bisa hidup  rukun  dan  bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, lndonesia adalah  harapan  dan  rujukan  masyarakat internasional  untuk  membangun  dunia  yang damai,  adil dan makmur  di  tengah kemajemukan.
Oleh karena  itu,  diajak  peran aktif  para ulama, ustadz,  pendeta,  pastor,  bhiksu,  pedanda, tokoh  masyarakat, pendidik,  pelaku  seni  dan budaya,  pelaku media,  jajaran birokrasi,  TNI  dan  Polri  serta seluruh  komponen  masyarakat untuk  menjaga Pancasila.  Pemahaman  dan  pengamalan Pancasila  dalam  bermasyarakat,  berbangsa  dan  bernegara harus terus  ditingkatkan.  Ceramah keagamaan, materi pendidikan,  fokus pemberitaan  dan perdebatan di media sosial  harus menjadi  bagian  dalam pendalaman  dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Komitmen  pemerintah  untuk penguatan  Pancasila sudah jelas dan  sangat kuat. Berbagai  upaya  terus  kita lakukan.
Telah  diundangkan  Peraturan  Presiden  Nomor 54 Tahun  2017  tentang  Unit  Kerja  Presiden Pembinaan  ldeologi Pancasila.  Bersama  seluruh komponen  bangsa,  lembaga  baru ini ditugaskan untuk  memperkuat pengamalan  Pancasila dalam kehidupan  sehari-hari, yang  terintegrasi  dengan program-program  pembangunan.  Pengentasan kemiskinan, pemerataan  kesejahteraan  dan berbagai  program  lainnya, menjadi  bagian integral  dari  pengamalan  nilai-nilai  Pancasila. Lebih lanjut dibacakan bahwa, tidak  ada  pilihan  lain  kecuali  kita  harus bahu membahu menggapai  cita-cita  bangsa sesuai dengan  Pancasila.  Tidak ada  pilihan lain kecuali  seluruh  anak bangsa  harus menyatukan hati,  pikiran  dan  tenaga  untuk  persatuan  dan persaudaraan.  Tidak  ada  pilihan  lain  kecuali  kita  harus kembali  ke  jati  diri  sebagai  bangsa  yang  santun,  berjiwa gotong  royong  dan  toleran.  Tidak  ada pilihan  lain  kecuali  kita harus  menjadikan  lndonesia  bangsa  yang adil, makmur  dan bermartabat  di  mata internasional.Namun  demikian,  kita juga  harus  waspada  terhadap segala  bentuk  pemahaman  dan gerakan  yang  tidak  sejalan dengan  Pancasila.  Pemerintah  pasti bertindak  tegas  terhadap organisasi-organisasi  dan gerakan-gerakan  yang  Anti Pancasila,  Anti-UUD 1945, Anti-NKRl,  Anti-Bhrnneka  Tunggal Ika.  Pemerintah  pasti  bertindak  tegas jika  masih  terdapat paham  dan gerakan  komunisme  yang  jelas-jelas sudah dilarang  di  bumi lndonesia. Sekali  lagi,  jaga  perdamaian,  jaga  persatuan,  dan jaga persaudaraan  di antara  kita.  Mari  kita  saling  bersikap  santun, saling  menghormati,  saling  toleran,  dan saling  membantu untuk  kepentingan  bangsa. Mari  kita  saling  bahu-membahu, bergotong  royong  demi  kemajuan  lndonesia."Selamat  Hari Lahir  Pancasila. Kita lndonesia,  Kita Pancasila.  Semua Anda  lndonesia,  semua  Anda  Pancasila. Saya lndonesia,  saya  Pancasila,".@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007