home news guestbook contact
Sabtu, 21 Oktober 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Bupati,Dampingi ketua DPD RI Resmikan Masjid AL Ikhlas

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 27 May 2017, 12:02 pm


KETAPANG– Masjid Agung Al-Ikhlas sebagai masjid terbesar di Kabupaten Ketapang, telah diresmikan. Peresmian masjid yang digadang-gadang menjadi satu di antara ikon Kota Ketapang tersebut, dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang yang juga langsung meresmikan Masjid Agung Al-Ikhlas, Kamis (25/5) malam.

rangkaian kegiatan peresmian Masjid Agung Al-Ikhlas dimulai sejak pukul 13.00 WIB, dengan agenda yasinan bersama, kemudian dilanjutkan khataman 30 juz Alquran oleh berbagai pondok pesantren yang ada di Kabupaten Ketapang. Dilanjutkan pada acara puncak peresmian, terlihat antusiasme masyarakat yang ingin menghadiri peresmian rumah ibadah umat isalm berkapasitas 6 ribu orang tersebut.

Ribuan masyarakat tampak hadir memenuhi halaman Masjid Al-Ikhlas. Terlihat Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang yang merupakan putra asli Kalimantan Barat (Kalbar), didampingi jajaran Forkompimda Kabupaten Ketapang, di antaranya Bupati Ketapang, Kajari Ketapang, Dandim 1203 Ketapang, Waka Polres, Ketua DPRD Ketapang, Anggota DPD RI, serta Anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang, H Hammizar Yahya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang, para pengusaha, investor, hingga masyarakat, yang turut menyumbang dalam rangka membantu pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas.

"Pembangunan Masjid Al-Ikhlas selesai dibangun dengan anggaran sebesar 62 miliar (rupiah) lebih yang berasal dari Pemda Ketapang, para dermawan, perusahaan melalui program CSR, serta dari masyarakat Kabupaten Ketapang. Untuk itu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas amal kebaikan semuanya. Semoga mendapat rida dan balasan dari Allah," ungkapnya, Kamis (25/5) malam.

Ia melanjutkan ceritanya, di mana pembangunan masjid ini dimulai pada pemerintahan Bupati Henrikus dan Wakil Bupati Boyman Harun, yang kemudian dilanjutkan pada pemerintahan Penjabat Bupati Kartius, hingga Bupati Ketapang saat ini, Martin Rantan.

"Pelaksanaan pembangunan masjid memakan waktu sejak tahun 2011 sampailah pada Mei 2017 diresmikan. Alhamdulillah Pak Martin (Rantan) akan melanjutkan pembangunan masjid ini dengan pembuatan Islamic Center," tuturnya.

Ia berharap, dengan diresmikannya masjid yang menjadi kebanggan umat muslim Kabupaten Ketapang tersebut, dapat dijadikan sebagai tempat beribadah sekaligus ikon Kabupaten Ketapang. Harapan dia juga agar rumah ibadah tersebut menjadi tujuan wisata religius di Kabupaten Ketapang khususnya, umumnya di Kalbar.

"Harapan kami semoga Masjid Agung Al-Ikhlas bisa menjadi rumah ibadah yang memberikan kesejukan dan menjadi wadah kerukunan umat," harap mantan Kabag Humas Setda Kabupaten Ketapang tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kalbar, diwakili staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, HAM, dan Pemerintahan, Muhammad Aminuddin, mengatakan sangat berterima kasih kepada masyarakat Ketapang, perangkat daerah, panitia pembangunan, dan seluruh donatur, yang bersama-sama menjadikan masjid yang diakuinya sangat megah. Dia bahkan berharap keberadaan masjid tersebut dapat menjadikan Kota Ketapang sebagai kota yang memiliki ikon religius.

"Sepintas saja kita melihat jantung berdetak, maka dari itu kita menyambut baik kerja bakti seluruh elemen masyarakat, perangkat daerah, panitia pembangunan, (hingga) pengusaha, dalam membangun masjid ini," katanya.

Ia menilai, pembangunan Masjid Agung Al-Ikhlas yang berasal dari kerja bakti banyak pihak tersebut, menunjukkan toleransi beragama di Kabupaten Ketapang sangat kuat. Untuk itu, dia berharap, dengan keberadaan masjid ini, masyarakat dapat memanfaatkannya dalam berbuat kebaikan, baik untuk beribadah, maupun kepentingan banyak umat dalam upaya meningkatkan keimanan kepada Allah.

"Jadi masyarakat Ketapang harus berbangga dengan adanya masjid ini, apalagi di kompleks masjid ini akan dijadikan Islamic Center. Mudah-mudahan dengan terbentuknya Islamic Center, banyak upaya yang bisa dilakukan bagi perkembangan keagamaan umat Islam dan menjadi tempat rutin melaksanakan kegiataan keagamaan," harap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalbar tersebut.

Sementara itu, Bupati Ketapang, Martin Rantan, menceritakan kalau Masjid Agung Al-Ikhlas didirikan sejak Juli 2011, pada masa pemerintahan Bupati Henrikus dan Wakil Bupati Boyman Harun, kemudian dilanjutkan pemerintahan Penjabat Bupati Kartius, dan dilanjutkan dengan pemerintahannya saat ini.

"Kita berharap masjid tak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, karena masjid memili peran strategis sebagai pusat keagamaan sekaligus pemberdayaan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, pembiayaan pembangunan masjid ini mulai dari hibah Pemda Ketapang melalui APBD, serta partisipasi pengusaha dan kompenen masyarakat. “Jadi saya berterima kasih atas partisipasi dalam membangun masjid ini," tuturnya.

Ia yakin masjid ini akan menjadi masjid kebanggaan bersama. Dia juga berjanji jika nantinya akan dilakukan pembangunan, mulai penghijauan, pemagaran, serta pembangunan Islamic Center di dalam kompleks Masjid Al-Ikhlas ini. "Pemda mendukung pembangunan Islamic Center ini. Untuk itu, mari kita semua bahu membahu dalam rangka mewujudkan fasilitas itu," ajaknya.

Ia pun mengingatkan agar ke depan manajemen masjid harus profesional. Selain itu, dia menambahkan, Pemda terus berupaya melakukan pembinaan umat beragama, agar terus dapat membina daerah menjadi daerah kondusif.

Sementara itu, Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang, dalam sambutannya mengaku bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Ketapang, dalam rangka meresmikan Masjid Agung Al-Ikhlas yang mulai dibangun pada tahun 2011 lalu. Ia menilai, masjid ini diresmikan melalui perjuangan panjang, baik Panitia Pelaksana Pembangunan, Ketua Yayasan, perangkat daerah, dan masyarakat Ketapang. "Saya bangga dengan perjuangan semua pihak ini termasuk Ketua Yayasan, kepada Panitia Pelaksana yang tidak henti-hentinya berjuang hingga masjid ini diresmikan," katanya.

Keberadaan Masjid Agung Al-Ikhlas diharapkan dia dapat menjadi rumah ibadah yang menyejukkan bagi umat muslim khususnya dan seluruh masyarakat ketapang umumnya. Terlebih ia menilai Ketapang merupakan daerah yang paling aman lantaran tidak pernah menimbulkan bermacam hal.

"Itu semua karena kesadaran kita. Untuk itu mari kita jaga bersama hal tersebut," ajaknya.

Ia menjelaskan, saat ini negara Indonesia mulai dintervensi pihak asing, dalam rangka merebut kekuasaan ekonomi hingga materi ekonomi yang dimiliki negeri ini. “Untuk itu sudah sepantasnya kita bersama menjaga negara ini dan tidak mudah dipecah belah,” gugahnya.

Ia mengajak masyarakat Ketapang, khususnya umat muslim untuk menjadikan umat beragama lain sebagai sahabat. Umat Islam juga diajak untuk bersifat lebih penyayang serta menjadi pembimbing dan pemersatu, bukan memusuhi satu dengan lainnya.

"Saya yakin sama masyarakat Ketapang, sebab seluruh Kalbar sejak dulu sampai sekarang, Ketapang daerah yang aman. Jadi jangan coba-coba orang merusak kampung kita, mari kita jaga bersama," tutur tokoh nasional kelahiran Sukadana ini.

Ia mengaku mencintai Ketapang sejak lahir lantaran dirinya sendiri lahir di daerah Kabupaten Ketapang ini, sebelum akhirnya dimekarkan dan berdiri sendiri menjadi Kabupaten Kayong Utara. Untuk itu ia mengajak masyarakat agar saling melindungi, bukan menindas. Ia pun memberi apresiasi mulai dari Bupati sebelumnya, Henrikus, Pj Bupati Kartius, Bupati Martin Rantan, serta Ketua Yayasan dan Panitia Pelaksana dalam partisipasi membangun masjid yang megah ini. Ia pun menitipkan masjid ini, lantaran tak dipungkiri dia jika tantangan terberat adalah memelihara masjid.

"Saya bangga sama Ketapang, Bupati lama menciptakan, Bupati sekarang menyelesaikan, bahkan akan dibangun Islamic Center. Ini cita-cita mulia dari Bupati, padahal Bupati beragama non muslim. Ini harus menjadi tanda kalau toleransi umat beragama ada. Untuk itu kita semua harus saling menghormati agama yang ada," ajaknya.

Usai memberi sambutan, sosok yang karib disapa OSO ini meresmikan Masjid Agung Al-Ikhlas, kemudian dilanjutkan dengan pembunyian sirene bersama, didampingi Bupati Ketapang, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Pemerintahan, serta Kanwil Agama Provinsi Kalbar.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007