home news guestbook contact
Jumat, 18 Agustus 2017 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Ketapang Bersepakat Tetap Damai

Pengirim : andy candra
Tanggal : 20 May 2017, 7:12 pm


KETAPANG -- Menjaga situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Ketapang, Polres Ketapang melakukan FGD (Forum Group Discussion) Deklaasi Kebhinekaan Masyarakat Cinta Damai Kabupaten Ketapang. Pertemuan dilakukan di Mapolres Ketapang, Jum'at (20/5) malam.

Pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB diawali dengan sambutan Bupati Ketapang, Martin Rantan SH. Menurutnya, pertemuan yang dimediasi oleh Polres Ketapang, kuncinya adalah untuk mewujudkan Ketapang damai. Ia menyebutkan mungkin akhir dari ertemuan itu akan dilakukan penandatanganan dokumen kesepakatan damai.
"Artinya untuk kata kunci Ketapang damai,.kita bertemu disini jajaran pemerintah, tokoh adat, tokoh agama dan lain sebagainya kita diajak membawa pesan damai," kata Martin Rantan SH.
Selain itu, yang hadir dalam pertemuan bertanggungjawab moral menyampaikan pesan damai, baik kepada keluarga, maupun masyarakat sampai ke tingkat RT/RW.
Baik melalui polres menyampaikan pesan sampai ke tingkat babinkamtibmas, TNI melalui dan sampai ke babinsa. Demikian juga jajaran pemerintah daerah dari kabupaten, kecamatan, kepala desa bahkan sampai ke RT/RW.
Dikatakannya, kebersamaan ini tujuannya agar Ketapang tetap damai. Karena itu, tindakan-tindakan yang dapat memancing ketersinggungan harus kita hindari."Kalau bisa kedepan kita gagas lagi, agar yang bisa hadir lebih banyak lagi," ucapnya.
Selanjutnya, Kapolres Ketapang AKBP Sunario S.ik, MH mengatakan situasi beberapa bulan terakhir yang dicermati, baik di media sosial dan lain-lain, banyak yang mengandung kebencian, inteloransi sehingga rawan terhadap pepecahan. Selain itu, banyak hal lain yang juga terjadi di Indonesia.
Akibat adanya aksi sehingga bisa menjadikan gangguan ketertiban. Selain itu, dari penelusuran anggota Polres Ketapang pada media-media sosial banyak pihak yang menyulut kebencian dan rawan akan perpecahan. Selain itu, beberapa akun media sosial yang dicermati, malah sumbernya ada dari Luar Negeri. Ketika menu di media sosial mulai sibuk memecah belah bangsa. Sisi lain, kita juga dihadapkan pada banyak ancaman kejahatan.
Banyak hal yang kita tidak ketahui dibalik tujuan-tujuan tersebut. Sementara sisi lain, ada yang disibukkan kekuasaan, jabatan dan lain sebagainya. Sementara, sekiranya terjadi keributan , kekuasaan dan jabatan malah tidak ada artinya.
"Karena itu, kita ajak warga jangan mudah terpancing, apalagi berita-berita di media sosial belum tentu kebenarannya," ujar Kapolres Ketapang.
Dia juga mengingatkan kejadian di Sambas. Dimana, pasca kerusuhan banyak yang menyesalkannya. Sebagai mantan Kapolres Sambas, diakuinya pernah bertugas selama 1,2 tahun disana. Persoalan kejahatan sangat minim, paling hanya kriminilitas cabul. "Kalau curanmor terakhir hanya dua kejadian di Sambas. Saya akui tugas di Sambas sebenarnya paling tenang, untuk wilayah Ketapang perlu kita waspadai, karena kriminilitas nomor dua setelah Kota Pontianak," ujarnya.
Karena itulah, dengan perkembangan media sosial dia berharap masyarakat jangan terpancing. Apalagi, heboh-heboh akhir ini, sebagian penyebabnya ada juga di Ketapang. Karena itu, harapannya, seluruh elemen masyarakat jangan sampai terpancing dan diharapkan saling menyejukkan.
Sementara itu Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf Riko Haryanto mendukung adanya kegiatan kesepakatan damai. Perwira berdarah minang ini menyebutkan tugas mereka membantu pemerintah daerah. Tugas pokok adalah pertahanan, dan mendukung keamanan di Ketapang."Seperti di katakan Kapolres tadi adanya campur tangan seperti berita bohong di media sosial bahkan campur tangan sumber dari luar negeri memang benar adanya, kita juga mempertanyakan apa tujuan mereka memecah belah sehingga memancing kita ribut," ucapnya.
Jika kita ribut, mereka akan mengintervensi melanggar ham, melanggar UU PBB. Pada akhirnya negara kita pecah dan mudah dicaplok.mengapa hal tersebut terjadi, karena Indonesia kaya alan energi. Salah satunya energi matahari. Ia memaparkan panjang lebar ancaman keutuhan NKRI dan berharap kita tetap menjaga persatuan."Hindari sikap inteloransi," ujar tegasnya.
Selanjutnya, H.Abdulah Alfakir SE yang diminta memberikan sambutan menyebutkan kita harus kedepankan rasa damai. Damai adalah kunci dunia akhirat. Semua agama senang rasa cinta damai. Mengutip ayat suci Al Qur'an dan al hadist, ia menyimpulkan esensi hidup kita adalah untuk damai. Karena itu dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya kita jangan sampai ikut mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Ia mencontohkan jika hidup bedampingan dengan tetangga, ada yang menmgajar anaknya dengan kata-kata kasar, adalah urusan rumah tangga tersebut. Sementara tetangga yang satu lagi dengan kata-kata yang halus. Esensinya adalah untuk memberikan pemahaman dalam keluarga masing-masing.
Menyikapi gejolak dimedia sosial, maka ia meluruskan pemakaian kata yang disebutkan tersebut. Baik secara makna maupun kamus, kata tersebut. Karena itu, ia mengajak kita jangan mudah tersinggung."Yang penting, kita yakin akan kata kunci damai," katanya.
Sementara itu, Romo Juli yang juga diminta memberikan sambutan mengatakan katanya kunci adalah damai. Tentu hidup yang damai adalah Cita-cita kita semua. Kita harus mensyukuri saat ini kita berada di jaman kemerdekaan, dan tinggal hanya mengisi kemerdekaan itu. Jika saat ini ada gesekan dan cobaan, maka mereka menolak kekerasan, intidasi dan anti kebhineka tunggal ika."Kami menyerahkan sepenuhnya ke Polres, TNI dan Bupati intuk mengelola Kabupaten ketapang agar selalu damai sejahtera untuk kita semua," katanya.
Usai menyampaikan pemaparan, selanjutnya Drs Satuki Huddin M.Si dipercayakan untuk membacakan kesepakatan deklarasi damai yang diikuti seluruh peserta pertemuan.adapaun, Deklarasi perdamaian masyarakat Kabupaten Ketapang, diantaranya berbunyi "Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mewakili tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan ormas, setelah mencermati adanya potensi konflik sosial yang dapat menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan di masyarakat yang berkepanjangan bagi rakyat, maka dengan hati yang tulus dan ikhlas bersepakat; pertama,Menghentikan semua bentuk konflik, fitnah dan hasutan. Kedua, Saling menghormati dan menghargai serta mengedepan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat guna terwujudnya kerukunan dan kedamaian.Ketiga, Menghormati dan mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.Keempat,Membangun komitment bersama dalam menangkal dan melawan setiap bentuk provokasi serta upaya untuk memecah belah persatuan".
Ada pun yang bertandatangan dalam kesepakatan damai tersebut diantaranya: Bupati Ketapang Martin Rantan SH, Wakil Ketua DPRD Ketapang Junaidi SP, M.Si, Kapolres Ketapang Sunario S.ik MH, Dandim 1203 Ketapang letkol Inf Niko Haryanto, Ketua PN Ketapang, Maslikan. Selain itu kesepakatan damai tersebut juga ditandatangani. Ketua MUI ketapang,FKUB Ketapang, tokoh agama Hindu,Muhamadiyah, Budha, Hindu, tokoh masyarakat Jawa, MABM, tokoh adat Dayak, tokoh Tionghoa, IKBM, Pemuda Pancasila, dan KNPI.@

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007