home news guestbook contact
Senin, 27 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Kunker BKPM, Gubernur dan Bupati Ketapang Pantau Progres Pembangunan PT WHW

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 2 April 2016, 1:10 pm


Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Frank Sibarani didampingi Gubernur Kalimantan Barat Conelis MH, Bupati Ketapang Martin Rantan , Wabup Suprapto, melakukan kunjungan ke PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (PT WHW) Sei tengar Kendawangan, Jumat(1/04).

Kunjungan pejabat Pusat setingkat Menteri ini dalam rangka memantau progres pembangunan pabrik alumina terbesar di Indonesia tersebut dalam pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi smelter-grade alumina.
Li Yu Yong mengucapkan selamat datang kepada rombongan Kepala BKPM Gubernur Kalbar, Bupati Ketapang beserta rombongan, dan melaporkan bahwa progres pembangunan pabrik sudah mencapai 99 persen,
Sementara manager CSR PT WHW Togap Manik dalam paparannya bahwa PT WHW yang berlokasi didusun Sungai tengar Desa mekar Utama Kecamatan Kendawangan kabupaten Ketapang yang melakukan investasi bidang usaha industri pembuatan logam bukan besi, dengan rencana investasi sebesar Rp, 12,553,831,695,007,- yang terbagi dua tahap yakni tahap pertama Rp, 7,080.934,602,599,- dan tahap dua Rp, 5,472,897,092,408,-
Dia menjelaskan untuk realisasi triwulan keempat tahun 2015, mencapai Rp, 7,875,502,984,461, sedangkan hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, saat ini 500,000 ton pertahun dan sisanya diexspor,
Togap menambahkan selain itu juga penyediaan pembangkit listrik untuk kebutuhan sendiri sebesar 160 megawatt
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan PT Well Harvest Winning Alumina (WHW) menjadi Pabrik atau smelter alumina yang pertama di Indonesia dengan prodaknya sekitar 2 juta ton pertahun, dengan orientasi produk sebagian besar untuk esport selain untuk kebutuhan dalam negeri.
Dengan adanya pabrik alumina dan produksi akan menghasilkan alumina yang selama ini kita import yang kedua tentu untuk tujuan espor kata Franky ketika memberikan keterangan pers kepda wartawan.
Proyek investasi WHW memiliki rencana investasi sebesar Rp12,5 triliun dan sampai 2015 telah terealisir sebesar Rp7,9 triliun, serta menyerap TKI sebanyak 2.435 orang. selainnya adalah karena merupakan pabrik alumina terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi satu juta ton per tahun.
yang sudah berjalan sejak tahun 2013 sudah menghabiskan realisasi investasi Rp.7,8 triliun kata Dia.
Franky Sibarani memaparkan yang menarik sudah dilakukan WHW adalah dalam tahun pertama 2013-2014 sudah menghabiskan 2 triliun dalam kurun waktu satu tahun di 2015 pihak WHW sudah menghabis Rp. 5 4 triliun
artinya ada percepatan dalam proses progres pembangunan sangat signifikan ujarnya.
Selain itu dikatakan Franky didalam investasi ini juga menyediakan tenaga kerja dan membuka lapangan kerja disisi lain ada TKI yang dipulangkan.
investasi hanya sukses kalau pimpinan daerahnya mendukung dan saya yakin WHW akan bisa oprasional dan berproduksi seperti apa yang direncanakan puji Franky kepada Gubernur dan Bupati Ketapang.
Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan investasi yang masuk ke Kalbar ini disamping perkebunan rata-rata industrie aluminia, untuk Kalimanatn Barat pabrik smelter yang sudah jalan di daerah tayan yang mau jalan ini ketapang,
Sedangkan masalah perkebunan sedang berlengsun investasi dari negara Amerika, Tiongkok Singapura,Malaysia, dan dari eropa. tetapi yang dominasi oleh dua negara asen yakni Malaysia dan Singapura.
Sementara untuk investasi selain tambang hasil kebun jenis karet belum ada pergerakan maju, ditambhlagi harga karet yang turun kondisi ini Cornelis berharap ada insisiatif dari investor baru untuk mengelola hasil karet di Kalbar sehingga harga karet tidak selalu merugikan petani karet.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007