home news guestbook contact
Senin, 20 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Over Lapping Lahan PT ISL dan PT Artu Selesaikan Secara Bisnis To Bisnis

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 10 February 2016, 3:31 pm


Penjabat Bupati Kartius memfasilitasi penyelesaian masalah tumpang tindih (overlapping) Hak Guna Usaha antara PT Inti Sawit Lestari eks PT Subur Ladang Andalan dengan PT. Artu Borneo Pekerbunan akhirnya diselesaikan kedua belah pihak dengan cara bisnis to bisnis tanpa menempuh jalur hukum. hal tersebut terungkap setelah kedua belah pihak perusahaan

perkebunan sawit hadir untuk sepakat menempuh jalur musyawarah untuk mufakat, setelah mendapat masukan dari berbagai pihak yang hadir seperti Asisten II Farhan, Kepala Dinas pekerbunan Sikat Gudag, Kabag Hukum Edy Radianyah. dan kepala Kantor Badan pertanahan Nasional Syamsuria di ruang rapat kerja rumah Dinas jabatan Bupati Ketapang. Rabu (10/2).
Kamsen Saragih Direktur PT ISL menyatakan bahwa mereka telah bersepakat untuk mencari solusi penyelesaian yang ditekankan Bupati setelah dengan beberap pertimbangan yang diberikan.
" Areal PT Artu cuma 2300 sedangkan kami pemenang lelang lebih dari itu jadi nanti berapa biaya pembangunan dan pengolahan lahan kebun yang layak dan menjadi tanggungan kami " kata Dia.
Untuk membicarakan penyelesaian maslah tumpang tindih lahan tersebut, Kamsen mengatakan akan ditindak lanjuti di tingkat Pusat yang dipasilitasi oleh Dirjend Perkebunan di Jakarta.
Kesepakatan tersebut juga di sambut hangat oleh Annes dari PT Artu menyatakan sepakat kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara mufakat tidak menempuh jalur hukum.
" Sesuai hasil rapat yang difasilitasi Bupati Ketapang maka penyelesaiaannya dilakukan secara bisnis to bisnis " ujar Dia.
Pj Bupati Kartius memaparkan permasalahan tumpang tindih lahan PT. Arrtu Borneo Pekerbunan dengan PT Inti sawit Lestari eks PT Subur Ladang Andalan PT ISL memperoleh lahan tersebut dari eks PT BIG group setelah PT ISL memenangi lelang tahun 2015 dengan HGU yang dikeluarkan tahun 1995.
" Kalau kita mau jujur secara hukum, secara ekonomi secara bisnis dan administrasi setiap apa yang sudah dilelang dan dimenangkan seseorang bearti itu sudah clear dan clean " terang Kartius.
Tetapi tidak demikian dengan lahan yang di miliki eks PT BIG, di lahan tersebut sudah ada HGU dan IUP serta ijin lokasi milik PT. Artu Borneo Pekerbunan yang telah dikeluarkan sejak tahun 1991.
" Masalah ini ada kekeliruan peta dari BPN, kalau sudah begini kondisinya kita tidak bisa menyalahkan kedua belah pihak " terang Kartius.
menurut Kartius semua peserta rapat sudah diberikan kesempatan untuk berbicara, dan mendengar masukan dari semua pihak Dia bereksimpulan bahwa masalah lahan ini tidak akan selesai kalau tidak ada kesepakatan kedua belah pihak untuk penyelesaian dengan kepala dingin dan berhati sejuk.
" Kalau masalah in terus berlanjut yang rugi Pemerintah,perusahaan dan masyarakat, karena investasi terganggu rencana kedepan tergangu " kata Dia.
Karena kehadiran Perusahaan perkebunan ingin berdamai dan membangun Ketapang dengan mensejahterakan rakyat dilingkungan perkebunan yang sudah menjadi kewajiban perusahaan juga disamping memberikan manfataat bagi Pemerintah dan masyarakat.
" Mereka yang bersengketa punya niat baik dengan menyelesaikan masalah secara bisnis to bisnis " kata Kartius.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007