home news guestbook contact
Minggu, 19 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Evaluasi 73 Perkebunan Sawit Di Ketapang

Pengirim : Alwiadi
Tanggal : 3 February 2016, 2:08 pm


Masuknya perkebunan kelapa sawit memiliki prospek yang baik karena memberikan keuntungan bagi perusahaan, karyawan dan dapat menambah PAD Pemerintah Kabupaten Ketapang. Disisi lain sering terjadi konflik atas lahan, rendahnya produktivitas kebun, kebakaran lahan, rusaknya keanekaragaman hayati dan kemiskinan masyarakat lokal menjadi masalah yang harus diselesaikan.

Hal tersebut menjadi topik pembicaraan dalam rapat evaluasi Pj Bupati Kartius, Asisten I Setda Drs Franseda, Kadis Perkebunan Drs L Sikat Gudag, SKPD terkait dengan 73 Pimpinan Perusahaan Perkebunan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang. Rabu (3/2).
Penjabat Bupati Ketapang Kartius mengatakan rapat evaluasi kinerja dan produktifitas perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang, sebanyak 73 perusahaan dari jumlah tersebut di jelaskan Dia ada perusahaan yang betul-betul berinvestasi seperti mengembangkan investasi memperluas jaringan usaha mereka dan membantu mensejahterakan karyawan dan masyarakatnya.
" Ada juga perusahaan yang nakal yang tidak berpihak kepada masyarakat " kata Kartius.
Kartius memaparkan dalam sebuah buah buku yang berjudul membangun martabat manusia, dijelaskan bagaimana sebuah perusahaan itu membangun perusahaan agar tetap berjalan dan tidak melakukan PHK karyawan.
Perusahaan wajib menjamin kesejahteraan karyawan menjamin keamanan dan kenyaman dalam bekerja. " Tetapi demikian juga karyawan juga berusaha bagai mana perusahaan itu tidak korlep dan tidak bangrut dengan meningkatkan produktifitas kerja " jelas Kartius.
Dengan demikian ada simbisosis yaitu proses saling menguntungkan kedua belah pihak dan ini yang diharapkan Kartius dengan keberadaan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Ketapang
" Jangan jumlah perusahaan banyak tetapi masyarakatnya masih hidup dibawah garis kemiskinan "
Dari hasil evaluasi terhadap 73 perusahaan dipaparkan Kartius masih hanya sekitar 50 persen yang masih belum maju, seperti tahapan persyaratan yang belum dipenuhi, masalah lahan yang belum selesai.
Untuk itu diharapkan Kartius agar yang masih belum maju perkembangannya Pemkab Ketapang akan mendorong pembangunan sesuai tahapan-tahapan berjalan dan masyarakat sekitar mendapatkan imbasnya berupa kesejahteraan, dan meningkatnya PAD Ketapang.
Terkait perusahaan yang benar-benar berinvestasi dan bisa mensejahterakanmasyarakat sekitarnya Pemkab Ketapang mendukung penuh keberadaannya, tetapi di ingatkan Pj Bupati Kartius perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungannya menganggap enteng Pemerintah Kabupaten karena ada backing di pusat akan di tindak secara tegas.
" Ketika ada permasalahan Bupati yang disalahkan bilang Bupati tidak mendukung padahal mereka sendiri tidak menghargai pemerintah setempat " ungkap Dia.
Belum lagi kepedulian perusahaan yang nakan terhadap masyarakat dan membantu pemerintah dalam bidang pendidikan dan pembangunan masih kurang.
" Kalau diundang masih ada perusahaan yang tidak datang, giliran berurusan dihambat saja karena dia tidak peduli dengan kita " timpal Kartius.

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007