home news guestbook contact
Kamis, 23 Januari 2020 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Banjir di Simpang Hulu, 2500 Warga Butuh Bantuan

Pengirim : Andy Candra
Tanggal : 25 January 2016, 11:32 pm


KASI Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ketapang, Maryanto memperkirakan 2.500 jiwa jadi korban banjir di Kecamatan Simpang Hulu. Semuanya tersebar di Desa Balai Pinang, Semandang Hulu, Semandang Hilir, Semandang Kiri dan Kualan Tengah.

“Kita prediksikan sekitar 800 KK (kepala keluarga-red) atau 2.500 jiwa menjadi korban banjir di Kecamatan Simpang Hulu,” katanya kepada wartawan di Ketapang, Senin (25/1/2016).

Ia memaparkan sesuai data pihaknya memang baru 509 KK menjadi korban banjir itu. Di Desa Balai Pinang 328 KK, Semandang Hulu 39 KK dan Semandang Hilir 142 KK. Sedangkan data Desa Semandang Kiri dan Kualan Tengah belum masuk.
Pihaknya sudah mengecek langsung ke lokasi banjir tersebut. Namun hingga saat ini belum bisa memberikan bantuan kepada korban banjir. Lantaran pihaknya masih menunggu data pasti berapa korban banjir tersebut dari pihak kecamatan. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Senin, 25 Januari 2016 18:23)


Korban Banjir Simpang Hulu Mulai Mengungsi

CAMAT Simpang Hulu, Gerego mengungkapkan beberapa wilayahnya mengalami banjir bandang. Selain di pedalaman seperti Desa Semandang Hulu dan Semandang Kiri. Menurutnya banjir juga melanda di kota kecamatan Simpang Hulu.
Bencana itu menyebabkan ratusan rumah warga terendam banjir. "Banjirnya sejak tadi malam (Rabu). Di Kampung Langkar juga terkena banjir, ada satu rumah dapurnya kena longsor tapi tak ada korban," katanya kepada Tribunpontianak.co.id melalui telepon, Kamis (21/1/2016).
Ia mengungkapkan banjir paling parah mulai Semandang Hulu hingga Semandang Kiri. Bahkan di Desa Semandang Kiri airnya hingga dada orang dewasa. Hari ini, banjir sudah mulai surut.
Namun di kota kecamatan diperkirakannya banjir semakin besar. "Sekarang dalam kota banjirnya semakin besar. Desa yang banjirnya lumayan parah di Desa Semandang Hulu hingga Desa Semandang Kiri," ungkapnya.
Saat ini korban banjir sudah ada yang mengungsi dari rumahnya ke tempat lebih tinggi. Di antaranya di gedung Kecamatan Simpang Hulu dan lain-lain. Menurutnya bantuan untuk korban benca banjir tersebut saat ini sudah ada disalurkan.

Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui KapolsekSimpang Hulu, AKP Nyandang mengatakan saat ini banjir di daerah Semandang mulai surut. Namun di kota kecamatan menurutnya memang terlihat semakin meningkat.
Saat ini korban bencana banjir sudah ada yang mengungsi ke rumah keluarga masing-masing. Ia mengimabu masyarakat jika memang masih bisa di rumahnya. Maka sebaiknya tetap tidak meninggalkan rumah untuk menjaga barang-barangnya.
"Tapi kalau memang harus mengungsi maka kondisi rumah harus terkunci maksimal. Kemudian peralatan yang bisa menyebabkan kekabaran dicek dahulu dan dipastikan aman. Sehingga hal-hal tak diinginkan bisa dihindari," katanya.
Pihaknya terus berkoordinasi sama pihak-pihak terkait seperti kecamatan. Ia mengimbau kepada masyarakat jika terjadi sesuatu agar segera melapor kepada aparat setempat. Sehingga bisa dimabil tindkan dan ditangani sesegera mungkin. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Kamis, 21 Januari 2016 22:32)


 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007