home news guestbook contact
Sabtu, 24 Agustus 2019 
::HUMAS Pemkab Ketapang

Martin Rantan, SH
Bupati Ketapang
 
 HUMAS PEMKAB
MENU
    Profil
    Struktur
    Tupoksi
    Program Kerja
 
 PEMKAB KETAPANG
MENU
    Visi & Misi
    Lambang & Arti
    Struktur
    DPRD
    Dinas & Kantor
    Kecamatan
    PERDA
 
 LINK SITUS
MENU
   Pemprov Kalbar
   Pemkab Ketapang
   L P S E
   DPU Ketapang
   Visit Ketapang
   Kantor Lingkungan Hidup
 

KIRIM BERITA
 
 
 
 
 
  BERITA

Optimalkan Lahan untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

Pengirim : A. Rahman
Tanggal : 6 May 2008, 2:36 pm


Ketahanan pangan mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional antara lain akses terhadap pangan dan gizi yang cukup, pangan memiliki peranan dalam pebentukan sumber daya manusia yang berkualitas, dan merupakan salah satu pilar utama dalam menopang ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional yang berkelanjutan. Ini diungkapkan Bupati Ketapang H. Morkes Effendi S.Pd., M.H., ketika melakukan panen perdana padi unggul di lokasi perluasan sawah baru di Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan

Menurut Bupati bahwa acara panen perdana ini merupakan momen penting karena berkaitan dengan upaya peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Ketapang. “Lebih dari itu kegiatan ini (panen perdana-red)dapat dijadikan contoh bagi petani lainnya dalam upaya meningkatkan produksi pangan di masa-masa mendatang,” ungkap Bupati. Dijelaskan oleh Bupati keberhasilan panen perdana ini diareal perluasan sawah baru berhubungan dengan semangat otonomi yang menuntut kemampuan untuk mandiri khususnya menyangkut keperluan pangan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada secara optimal.
Areal perluasan yang dijadikan areal persawahan baru ini diungkapkan oleh Bupati pada awalnya merupakan lahan terlantar yang bervegitasi semak belukar dan hutan ringan yang tidak dimanfaatkan. Adanya perluasan sawah dari Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air Tahun 2007 maka lahan ini dibuka. “Alhamdulillah kegiatan pembukaan lahan ini selesai pada akhir 2007dan mulai tanam pada tahun 2008. Memang hasilnya belum begitu baik hal ini dikarenakan lahan yang masih baru dan tingkat keasaman tanah masih tinggi,” jelasnya.
Usaha untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani tidak bisa hanya dilakukan dengan penglolaan sekedarnya, disamping dengan penerapan teknologi yang tepat dan memadai juga harus dilakukan dalam luasan yang cukup dan mencapai skala ekonomi serta hendaknya didukung dengan cabang usaha lain seperti tanaman sayuran, palawija, dan ternak. “Dalam hal ini kita jangan cepat merasa puas dengan apa yang telah kita capai tetapi hal ini merupakan awal dariu usaha untuk mencapai hasil yang lebuih baik tentunya dengan kerja yang lebih keras dan dengan penanganan yang yang sungguh-sungguh maka hal ini akan terwujud,” himbau Bupati.
Bupati mengingatkan bahwa usaha di bidang pertanian di Kabupaten Ketapang memiliki peluang yang besar. Adanya pemasukan beberapa produk pertanian dari luar daerah merupakan gambaran adanya gambaran peluang pasar bagi pertanian di daerah Kabupaten Ketapang. Peluang ini juga ditopang dengan ketersediaan lahan. Hal ini sangat memungkinkan untuk meningkatkan produksi padi dan bahan pangan lannya. Dalam kesempatan ini juga Bupati Ketapang mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air yang telah mengalokasikan kegiatan ini serta kegiatan lainnya guna menunjang pembangunan, perbaikan sarana dan prasarana pengairan seperti JIDES, JITUT, Tata Air Mikro dan lainnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Ir. K. Syamsu Ahkyar, M.Si., dalam laporannya mengungkapkana bahwa perluasan sawah ini dimulai sejak tahun 2006 seluas 200 Ha di Kecamatan Kendawangan dan sudah dimanfaatkan dengan capaian produksi 40 KW/Ha, kemudian pada tahun 2007 seluas 200 Ha yang di fokuskan pada beberapa tempat yaitu Nanga Tayap seluas 100 Ha, di Kendawangan 50 Ha, dan Sungai Awan Kiri seluas 50 Ha yang pendanaannya bersumber pada dari APBN melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian. “Untuk tahun 2008 perluasan sawah sebanyak 300 Ha yang difokuskan pada satu lokasi yaitu Kuala Satong yang saat ini sudah masuk pada tahapan pembersihan lahan (land clearing-red),” papar.
Ditambahkan oleh Kasi Program dan Pelaporan Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Ketapang Junaidi, KS. bahwa hasil panen perdana di Desa Sungai Awan Kiri menghasilkan gabah kering panen (GKP) 4,73 ton/ha dengan jenis padi varietas unggulk ciherang di lahan seluas 50 Ha. “Hasil perluasan sawah baru tahun 2007 ini tadinya merupakan lahan semak belukar dan hutan ringan” katanya. (dek)

 
     
  Copyright © HUMAS Pemkab Ketapang - 2007